Category Archives: Seputar Kampus

Berita kegiatan seputar kampus Politeknik Negeri Malang

Upacara Maba Polinema Sambut 71 Indonesia Merdeka

IMG-20160818-WA0012

Pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Provos Pusdikarhanud dalam Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71.

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia selalu diperingati dengan Upacara Bendera di berbagai tempat, termasuk di Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara (Pusdikarhanud), Kota Batu. Upacara Kemerdekaan ke-71 ini dilaksanakan di Lapangan Sudirman Pusdikarhanud, Rabu (17/8) dan dimulai pada pukul 06.50-07.26 WIB yang dipimpin oleh Kapten Arh Andi Komarudin. Upacara ini diikuti oleh Perwira Pertama (Pama) gabungan Pusdikarhanud, Lembaga Pengkajian Teknologi Kodiklat (Lemjiantek), Dohar sista Arhanud, Pasukan Siswa, Organik, Siklap, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pusdikarhanud, serta Mahasiswa Baru (Maba) Politeknik Negeri Malang (Polinema) 2016/2017 yang melakukan LDK gelombang 2.

Acara ini diawali dengan penghormatan peserta upacara kepada Inspektur Upacara yang dipimpin oleh Komandan Upacara. Kemudian dilanjutkan dengan serangkaian lainnya, seperti pengibaran Bendera Merah Putih yang dikibarkan oleh pengibar bendera dari Provos Pusdikarhanud. Setelah itu mengheningkan cipta untuk mengenang pahlawan yang telah gugur di medan perang, pembacaan teks proklamasi, pembacaan Pembukaan UUD 1945, amanat dari Inspektur upacara dan ditutup dengan doa. Persiapan upacara ini dilakukan dalam waktu singkat, hanya sekitar satu hari sebelum pelaksanaan,  namun tetap berlangsung lancar dan khidmat. “Persiapan upacara sendiri dilakukan berulang kali, mulai dari gladi kotor dan gladi bersih. Setiap gladi yang diadakan selalu melibatkan Maba Polinema” ujar Kapten Arh Krisyanto selaku Perwira Seksi Personel (Pasi Pers).

IMG-20160818-WA0011

Pasukan upacara melakukan penghormatan kepada Inspekur Upacara, Kolonel Arh Mirza Patria Jaya S.E., yang dipimpin oleh Kapten Arh Andi Komarudin selaku Komandan Upacara.

Dalam pidatonya Kolonel Arh Mirza Patria Jaya, S.E., selaku Inspektur Upacara mengajak prajurit dan PNS di lingkungan Tentara Negara Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) untuk mensyukuri kemerdekaan yang dimiliki Indonesia saat ini, dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Prajurit TNI harus dapat bekerja sama dengan Polisi Republik Indonesia (Polri) dan masyarakat, serta tidak bersikap arogan dalam menjalin kebersamaan dengan semua pihak,” ujar Bapak Mirza. Beliau menilai Mahasiswa Polinema cukup tertib dan khidmat dalam mengikuti upacara dan berpesan untuk menjadi pemuda yang intelektual, karena pembangunan di Indonesia tergantung kepada generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa. “Mahasiswa di masa depanlah,  yang akan menjaga dan memajukan negara,” tutur Beliau. Harapan senada juga disampaikan oleh Maba Polinema 2016/2017, Lintang Ayu Alia Ma’arif, Program Studi D4 Manajemen Pemasaran. Dia menyampaikan bahwa mahasiswa saat ini harus memiliki karakter disiplin, rajin dan menjadi lebih baik kedepannya. “Di usia ke-71 tahun ini semoga Indonesia lebih maju dan memiliki prestasi untuk masa depan yang gemilang,” tutup Alia. (Faralina, Annisa Mei, Imas, Rizal)

Jejepangan dan Komik Lokal ala Comicamp

gambar1

Talkshow bersama animator Wahyu Aditya, membicarakan tentang komik dalam Acara ComicCamp di Taman Krida Budaya, Malang (21/05)

Seni yang membudaya adalah manusia, dari seni pula sebagian orang tidak hanya dapat menyalurkan hobi, namun juga memperoleh profit. Seiring berjalannya waktu, menipisnya batas antar bangsa memadukan keindahan – keindahan seni tersebut. Maka tak salah apabila budaya Indonesia berada dalam satu event dengan budaya Jepang digandrungi banyak kalangan. Budaya yang dimaksud terselip dalam karya anak bangsa, komik.

Komunitas Japan Culture Daisuki mengadakan Comicamp selama dua hari 21 – 22 Mei 2016 di Taman Krida Budaya kota Malang yang menjadi perwujudan tender dari HD’R Comic Cafe. Comicamp adalah event yang bertujuan mengangkat industri kreatif Indonesia khususnya komik dan ilustrasi dan menunjukkannya ke masyarakat luas. Sejumlah tokoh seperti komikus Is Yuniarto, komikus Sweta Kartika, ilustrator Papang Jakfar, dan animator Wahyu Aditya hadir dalam acara tersebut. Selain ragam industri kreatif, Comicamp juga menghadirkan cosplayer tamu yaitu Donna Visca (Indonesia), Kirie (Singapura), Shiraga Yanko (Taiwan), dan Misa Chiang (Taiwan).

gambar2

Cosplayer tamu Comicamp (dari kiri) Kirie, Misa Chiang, dan Shiraga Yanko yang memperagakan tokoh anime dalam Acara ComicCamp

“Komik lokal sebenarnya cukup diminati, contohnya Garudayana karya Is Yuniarto. Sayangnya sebagian masyarakat masih menyepelekan usaha komik ini, padahal profit yang didapat terbilang besar,” ujar Kartika, selaku panitia bazar Comicamp.

“Saya sering mengikuti event, tapi Comicamp ini lebih berkesan karena ada komik lokalnya. Apalagi saya beruntung berfoto bersama Kirie,” komentar Stanley, pengunjung dari Surabaya.

“Jempol..! Padahal event pertama, tapi guest star–nya keren – keren. Kita dari Japan Acoustic Vingerstyle (JAV) Guitar juga bisa sekalian promosi,” kata Kris, salah satu kru yang mengisi stand JAV Guitar pada event ini.

Telah tersedia beberapa stand pula yang dikhususkan untuk komik sendiri. Dengan membeli official merchandise (berupa komik, poster cosplayer, dan photobook), setiap orang berhak mendapatkan dua photoshoot dan satu tanda tangan dari bintang tamu yang ada. Sesi foto bersama dilakukan pukul 16.00 WIB di photobooth yang telah ditentukan. Sebelum sesi foto bersama dimulai, ada talkshow dengan komikus dan cosplayer secara bergantian yang berlangsung di Dome Taman Krida Budaya.

Dari talkshow dijelaskan bahwa tenar tak semudah mengedipkan mata karena selalu ada perjuangan dan rasa cinta pada pekerjaan di balik nama – nama besar. Sebut saja Sweta Kartika yang iseng mengunggah komik Grey dan Jingga setiap Senin dan Kamis ke facebook sejak tahun 2012 hingga 2014. Respon positif membuat Grey dan Jingga hadir dalam wujud buku yang cukup laris. Atau nama Wahyu Aditya yang dilambungkan oleh animasi singkat Dapupu Project, yang kemudian memancing lebih banyak karya dan penghargaan baik di dalam maupun luar negeri.

“Setiap orang pasti pernah mengalami masa sulit, tetapi dengan berbagai cara harus bangkit untuk melanjutkan hidup dan terus berkarya lebih baik lagi,” jelas Sweta Kartika. Papang Jakvar juga mengatakan bahwa Journey of a thousand miles begins with a single steps. “Dahulu, gaya menggambar komik saya tidak seperti ini, tapi hal tersebut akan terus berkembang jika kita gigih berusaha. Tetaplah semangat!” imbuhnya. (Diatama, Galuh Dayinta)

Jalur Mandiri, Jalur Terakhir Masuk Polinema

Penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri merupakan pola penerimaan mahasiswa baru melalui ujian tulis, salah satunya dilakukan oleh Politeknik Negeri Malang (Polinema). Pendaftaran jalur ini dibuka sejak tanggal  20 Juni – 29 Juli 2016 sedangkan pelaksanaan ujiannya dilakukan pada hari Sabtu, 30 Juli 2016. Ujian jalur ini dibagi menjadi 2 sesi, yaitu sesi pertama untuk bidang Rekayasa pada pukul 08.30 – 11.00 WIB. Sedangkan sesi kedua untuk bidang Tata Niaga pada pukul 13.00 – 15.30 WIB.

1

Dr.Ir.Tundung Subali Patma, MT. sedang memantau jalannya tes Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Seleksi Mandiri Polinema di Gedung Teknik Sipil.

Pelaksanan ujian dilakukan di beberapa gedung perkuliahan Polinema seperti gedung AD, AB, AE, AG, Teknik Sipil lantai 2, 3, 5, dan 6. Terdapat sebanyak 111 ruangan yang digunakan pada pelaksanaan bidang Rekayasa sedangkan Tata Niaga hanya menggunakan 54 ruangan. Dimana  satu ruangan berisi 20 peserta, dengan 1 dosen pengawas dari Polinema yang berbeda di setiap sesinya. Materi yang diujikan meliputi matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, fisika, kimia untuk bidang Rekayasa. Sedangkan untuk Tata Niaga meliputi matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, ekonomi, akuntansi.

“Batas keterlambatan kedatangan ketika ujian berlangsung hanya sampai lima belas menit, apabila lebih dari  itu akan diintrogasi terlebih dahulu oleh pengawas ruangan kemudian dilaporkan pada koordinator pengawas dan juga koordinator lokasi,” Jelas Pak Siswoko selaku ketua seksi pelaksana dan pengawas ujian. Beliau juga menjelaskan bahwa lebih dari 4000 calon mahasiswa baru yang mendaftar sedangkan yang mengikuti Ujian masuk sebanyak 2203 peserta untuk bidang rekayasa dan 1065 untuk bidang tata niaga. Dari jumlah peserta yang mengikuti tes tersebut, hanya 900 peserta yang akan diterima dan menjadi mahasiswa Polinema dengan rincian sebanyak 30% dari kuota yang disediakan oleh masing – masing jurusan. Selebihnya, Pak Siswoko menjelaskan bahwa kendala selama ujian berlangsung yaitu terdapat beberapa peserta yang belum mencetak kartu ujian. Akan hal tersebut dapat diatasi dengan menyediakan tempat untuk mencetak kartu ujian di sebelah gedung AW, Polinema.

2

Suasana Tes Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Seleksi Mandiri Polinema, sabtu (30/07).

“Soal yang diujikan cukup rumit, sebab sebelumnya hanya belajar mengerjakan soal-soal Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), tetapi saya tetap optimis karena motivasi dan dukungan dari orang tua,” ujar Salehudin Ilyas, salah satu peserta ujian bidang Rekayasa dari Pasuruan. Salehudin menambahkan bahwa dia mengambil Jurusan Teknik Mesin karena prospek kerjanya cukup luas. Hal serupa juga diungkapkan oleh Jauharul Muttakim peserta dari Blitar bahwa, peluang Jurusan Akuntansi cukup besar kerena banyak perusahaan yang membutuhkannya. Selain itu ketika berada di Sekolah Menengah Atas (SMA) Jauharul merupakan siswa dari kelas Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sehingga tidak dapat mengambil jurusan teknik. “Perasaan saya sebelum tes biasa saja karena sudah belajar sebelumnya, persiapannya belajar pun secara otodidak karena tidak terlalu berminat mengikuti bimbingan belajar,” imbuh Jauharul.

Berbagai kesan dan harapanpun  juga disampaikan oleh beberapa peserta selama ujian ini berlangsung, salah satunya diungkapkan oleh Jauharul, “Semoga saja saya bisa diterima di Polinema dan dapat menuntut ilmu dengan baik”. Erina Rohma Niluh, peserta asal Bululawang  juga berharap demikian, menurutnya dengan melihat peserta yang lain, dia optimis bisa masuk di Polinema. Siswoko selaku Ketua Seksi Pelaksana berharap agar pelaksanaan ujian selanjutnya lebih tertib dan bagi peserta jangan sampai lupa membawa kartu ujian. (Faralina, Livia, Ma’rifatul)

DDM HMTI, Ajang Aspirasi Mahasiswa TI

Politeknik Negeri Malang (Polinema) merupakan sebuah institusi yang memberikan pendidikan vokasi untuk mahasiswanya. Dimanapun mahasiswa menempuh pendidikan, mereka memiliki kesempatan untuk menyuarakan aspirasinya. Hal tersebut diwujudkan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi (HMTI) yang mengadakan Dialog Dosen Mahasiswa (DDM) di Aula Pertamina, Polinema. Kegiatan ini merupakan sebuah tempat dimana mahasiswa dapat menyalurkan aspirasi maupun pendapatnya mengenai Jurusan TI di Polinema. DDM tahun ini mengangkat tema “Tingkatkan  Komunikasi dan Sampaikan Aspirasi untuk Tercapainya Solusi”, yang dihadiri oleh ketua jurusan beserta jajarannya, beberapa dosen dan lima perwakilan mahasiswa dari setiap kelas di Jurusan TI.

gambar 1

Pembacaan hasil angket Jurusan Teknologi Informasi oleh Sugiono dalam kegiatan Dialog Dosen Mahasiswa di Aula Pertamina Polinema.

Terdapat beberapa bahasan yang diangkat pada DDM kali ini, yang pertama diungkapkan oleh Satrio Yuda, dari Program Studi D4 Teknik Informatika mengenai Studi Ekskursi. Satrio menjelaskan bahwa Studi Ekskursi yang dilakukan kebanyakan tidak berhubungan dengan jurusan itu sendiri. Pak Ridwan selaku Dosen Pembimbing Akademik mengatakan bahwa, dari target 200 peserta, kebanyakan perusahaan yang berbasis Informatics Technology (IT) belum dapat menampung mahasiswa sebanyak itu. Dan beberapa pertimbangan lainnya, seperti lokasi yang sulit untuk dijangkau sehingga dalam pemilihan tempat Studi Ekskursi bagi mahasiswanya, cenderung banyak yang tidak sesuai dengan jurusannya.

Kedua, dari yang terjadi di lapangan khususnya di Laboratorium Praktikum, mahasiswa cenderung menggunakan laptop sendiri daripada harus menggunakan komputer yang tersedia. Hal ini disebabkan karena spesifikasi komputer tidak sesuai dengan kebutuhan, sehingga pihak jurusan akan membuat catatan mengenai mata kuliah yang memerlukan spesifikasi komputer tertentu. Dan menyesuaikan kebutuhan mata kuliah yang sedang berlangsung dengan laboratoriumnya, sehingga proses praktikum dapat berjalan maksimal. Ketiga, mengenai kontrak kuliah yang disepakati sebelum proses belajar mengajar diawal semester, banyak dosen sering ini melanggarnya di akhir semester. Dalam penanganannya terhadap masalah ini, diperlukan sebuah activity control mengenai kontrak kuliah antara dosen dan mahasiswa.

gambar 2

Pembukaan sesi tanya jawab oleh DRS. Siti Romlah selaku Dosen Teknologi Informasi dalam kegiatan DDM HMTI, Selasa (24/05).

Keempat, kejelasan mengenai Kartu Hasil Study (KHS) semester satu dan dua. Bahwa KHS Semester 1 dan 2 prosesnya harus menyerahkan nilai konversi yang dilakukan oleh Kepala Program Studi sebagai akhir pengolahan KHS. Selain itu, membutuhkan waktu dan pemilihan mata kuliah yang diakui dalam jurusan. Kelima, fasilitas umum yang digunakan untuk mengerjakan tugas dirasa kurang, seperti halnya taman yang disamping gedung AF. Maka dosen TI memiliki wacana untuk mempaving dan membuat sebuah tenda yang dapat digunakan mahasiswa untuk mengerjakan tugas. Selain itu, Wifi yang khususnya berada di Jurusan TI ini sering bermasalah. Maka rencana kedepannya adalah membuat ruangan yang tersedia Wireless Fidelity (Wifi) selama 24 jam. Apabila hal tersebut telah terlaksana, diharapkan mahasiswa dapat menggunakan internet dengan sebaik-baiknya. Dan yang terakhir, mengenai Sistem Akademik (SIAKAD) Polinema yang baru dibuat pada tahun 2015 belum berjalan dengan baik.

Namun, menurut Debys Suryani selaku Dosen TI, mengatakan bahwa mahasiswa belum memberikan masukan secara detail. Sebagai contoh bahasan mengenai fasilitas, mahasiswa tidak menyebutkan fasilitas mana yang dirasa mahasiswa kurang. Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa DDM yang digunakan sebagai jembatan antara mahasiswa kepada dosen agar aspirasinya tersalurkan hanya berjalan secara dua arah, yaitu mahasiswa bertanya dan dosen menjawab. “Tidak hanya bertanya, mahasiswa lain juga bisa memberikan pendapatnya dari pertanyaan mahasiswa lain. Dalam kegiatan ini, selain memberikan pertanyaan akan lebih baik jika mahasiswa memberikan sebuah solusinya,” pesan Ridwan Rismanto S.ST selaku dosen TI. (Rifky Prayanta, Nisa C, Livia D)

Beat Attack, Detak Kreativitas Seni Tari

gambar1

Baby Boys, salah satu peserta kategori modern dance yang berasal dari Malang dalam lomba Beat Attack Vol. 6 di Graha Theater Polinema

Seni dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan. Tak jarang seni menjadi tempat untuk menyalurkan talenta masing – masing individu, misalnya saja seni tari. Tari, merupakan salah satu seni yang cukup digandrungi oleh anak muda zaman sekarang. Hal ini membuat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Theatrisic, Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengadakan sebuah pentas seni tari. Dalam wujud sebuah acara tahunan yaitu Beat Attack Vol. 6 pada hari Minggu 29 Mei 2016. Acara ini merupakan ajang perlombaan tari yang terdiri dari beberapa kategori yaitu modern dance, traditional dance, B-Boy dan all-style. Dimana pemenang dari setiap kategori tarian akan mendapat piala DPRD kota Malang, uang tunai, dan sertifikat. Meskipun bertepatan dengan hari Minggu, tidak menghalangi peserta dari berbagai grup dan komunitas seni di seluruh Jawa Timur dan penonton untuk memenuhi Graha Theater Polinema sejak pukul 09.00 WIB. Acara yang berakhir pada pukul 20.00 WIB ini bertujuan untuk memperkenalkan UKM Seni Theatrisic khususnya Divisi Tari, selain itu juga mewadahi berbagai jenis tarian yang ada di kota Malang.

gambar2

Direktur Polinema, Dr. Ir. Tundung Subali Patma, MT. sedang menikmati penampilan peserta Beat Attack Vol. 6, Minggu (29/05).

Proses publikasi sudah di mulai sejak bulan April melalui jejaring sosial media seperti twitter dan instagram, selain itu juga mengadakan kunjungan langsung ke beberapa komunitas seni tari. Batasan umur yang diberlakukan untuk Beat Attack pada tahun ini, yaitu 13 – 15 tahun untuk traditional dance dan 13 – 25 tahun untuk modern dance. Namun untuk B-Boy serta All-style tidak mengenal batasan umur. Ismi, mahasiswa D3 Akuntansi selaku Ketua Pelaksana mengatakan “Untuk target peserta Modern dance dan Traditional dance masing – masing 40 grup , sedangkan untuk B-Boy dan All-Style total target peserta sebanyak 84 grup”. Ia menambahkan bahwa dewan juri dari kompetisi ini yaitu Patricia Puput dan Riki Ardiles sebagai dancer Profesional, Ika Prastiwi dari All Star Management, Pak Winarto selaku Dewan Kesenian Malang . Kriteria penilaian peserta meliputi koreografi, ekspresi, kostum, dan power. Kriteria tambahan lain yaitu detail gerakan untuk penilaian modern dance, sedangkan wirasa (penghayatan), wiraka (gerakan), wirama (irama) pada traditional dance.

Salah satu peserta dari kategori modern dance menggunakan konsep androgini pada tariannya, dimana penari  laki – laki dengan koreografi layaknya wanita. Ivon, sebagai salah satu pembawa konsep tersebut menuturkan bahwa mereka senang mengikuti Beat Attack Vol. 6 ini. “Persiapan kami untuk mempersiapkan kompetisi ini kurang dari satu minggu,” ungkap Wisnu, peserta kategori modern dance dengan grupnya yang bernama Baby Boys dari Malang. Tips darinya hanya tetap harus percaya diri dalam mengikuti acara tahunan ini. Tanggapan positif datang dari Clarita salah satu penonton yang berasal Universitas Brawijaya Fakultas Ilmu Administrasi, ia berharap agar acara ini dari tahun ke tahun semakin bagus dan sukses. (Galuh, Ma’rifatul, Nisa Chusdanar)

Setetes Darah Untuk Sesama

1

Petugas PMI Kota Malang sedang melakukan pengecekan kesehatan terhadap salah satu dosen Polinema yang mengikuti kegiatan Donor Darah 2.

Kesehatan adalah suatu hal yang vital pada diri setiap manusia. Berapa pun usia seseorang pasti mendambakan kesehatan jasmani maupun rohani. Akan tetapi kesehatan tersebut akan mempunyai nilai guna yang tinggi apabila setiap individu bisa berbagi kepada sesamanya. Kegiatan berbagi dengan sesama tidak selalu dalam wujud uang maupun materi, akan tetapi bisa diaplikasikan dalam bentuk donor darah. Kegiatan donor darah memang sering dilakukan oleh berbagai institusi, organisasi ataupun lembaga. Salah satunya yaitu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bhakti Karya Mahasiswa (BKM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang mengadakan Kegiatan Donor Darah 2 di Aula Pertamina Polinema.

Alasan kegiatan ini dinamakan Donor Darah 2 karena sebelumnya telah diadakan donor darah yang pertama pada akhir bulan Maret. Donor darah ini diselenggarakan selama dua hari yaitu 2 – 3 Juni 2016 pada pukul 09.00 – 14.00 WIB. Selain untuk membantu kepada sesama tanpa harus mengeluarkan materi ataupun uang, kegiatan yang bertema “Donor Darah Langkah Awal Selamatkan Sesama” ini juga bertujuan untuk memperkenalkan UKM BKM ke luar Polinema khususnya ke warga Rukun Warga (RW) III Kelurahan Jatimulyo yang terletak di belakang kampus Polinema.

Terdapat syarat dan kriteria yang harus dipenuhi oleh calon pendonor untuk mengikuti kegiatan tersebut, yaitu kondisi kesehatan yang baik, usia minimal 17 tahun dan maksimal 65 tahun, berat badan minimal 50 kilogram. Sedangkan untuk wanita, tidak boleh dalam keadaan hamil, menyusui dan sedang haid, sudah sarapan minimal tiga jam sebelum donor, tidak sedang mengkonsumsi obat atau jamu tiga hari terakhir kecuali vitamin, dan tidur minimal lima jam sebelum donor. “Saya mengikuti donor darah karena mendengar dari cerita orang di sekitar saya, yang mengatakan dengan donor darah tubuh akan lebih sehat. Selain itu, saya juga ingin beramal untuk orang yang membutuhkan darah.” jelas Ratna, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil.

2

Transfusi darah yang dilakukan oleh Petugas PMI dalam kegiatan Donor Darah 2 di Aula Pertamina Polinema, Jum’at (03/06).

Kegiatan donor darah ini bekerja sama dengan PMI pusat kota Malang dimana tugas PMI tersebut meliputi pengecekan kesehatan dari pendonor, pelaksanaan transfusi darah, dan pemberian konsumsi (satu paket  konsumsi pada hari pertama berupa roti, air mineral gelas, susu, dan obat penambah darah, sedangkan untuk hari kedua konsumsi berupa roti, gabin atau biskuit, air mineral gelas, susu dan obat penambah darah). Ibu Eiga, salah satu petugas PMI Kota Malang menjelaskan tes kesehatan terdiri dari pengukuran berat badan, golongan darah, tensi, dan kadar hemoglobin. “Sistem kerja sama ini juga membawa keuntungan bagi pihak UKM BKM, diantara yaitu PMI bisa datang kapan saja sesuai dengan jadwal yang telah dibuat, peralatan yang dimiliki oleh PMI memadai, jadi pihak panitia tidak repot menyediakan sendiri dan cara publikasi kepada pihak PMI sangat mudah hanya dengan via telepon saja.” Ujar Naysa selaku Ketua Pelaksana kegiatan Donor Darah 2.

Jumlah calon pendonor yang datang untuk hari pertama sebanyak 78 kantong dengan 69 donor tunda dan pada hari kedua mendapatkan 79 kantong dengan 55 donor tunda. Akan tetapi tidak semua calon pendonor bisa melakukan transfusi darah yang sering disebut donor tunda. Penyebab adalah jumlah hemoglobin yang terlalu tinggi, tensi darah yang terlalu rendah, jarak untuk mendonor yang terlalu dekat. Karena biasanya, waktu untuk mendonor harus berselang kurang lebih dua setengah sampai tiga bulan setelah donor yang pertama.

Ratna Nastiti, salah satu pendonor darah mengatakan bahwa kegiatan ini terlalu dekat dengan Donor Darah 1 yang sudah terlaksana pada, sebaiknya ditepatkan saja jaraknya tiga bulan sehingga warga Polinema banyak yang mendonor dan juga memenuhi target yang telah ditetapkan panitia. “Pihak PMI orangnya ramah-ramah dan juga pelayanannya cepat dan tempatnya juga nyaman.” Imbuh Ratna. Naysa selaku ketua pelaksana dalam kegiatan ini berharap semoga antusias dari warga Polinema dan utamanya dari warga RW 3 kelurahan Jatimulyo lebih banyak lagi, selain itu untuk para pendonornya lebih memperhatikan syarat dan ketentuan yang sudah ada. (Ma’rifatul, Nisa C, Sabrina)

Jalan Sehat Jalan Berhadiah

1

Hiburan band dari dosen Teknik Elektro turut meramaikan Jalan Sehat Polinema di Depan Graha Polinema.

Hidup sehat adalah impian semua orang, untuk mendapatkan tubuh yang sehat tidak membutuhkan biaya yang mahal pula. Salah satunya dengan kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Malang (Polinema) dengan Jurusan Teknologi Informasi sebagai Panitia, pada hari Minggu (22/05). Kegiatan ini dimulai pukul 06.30 WIB dan merupakan puncak Dies Natalis Polinema ke–34. “Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah mempererat hubungan silaturahmi civitas Polinema dengan warga disekitarnya,” kata Budi Harijanto.ST., MMKOM, Dosen Program Studi Manajemen Informatika selaku ketua pelaksana.

Kurang lebih 4400 peserta hadir dalam kegiatan ini, yang terdiri dari Civitas Akademik Polinema, warga sekitar kampus, sponsor, pensiunan, dan mantan pimpinan Polinema. Rangkaian kegiatan ini meliputi sesi jalan sehat, hiburan berupa band, dance, hingga pembagian hadiah doorprize. Adapun rute kegiatan Jalan Sehat yang ditempuh sekitar empat kilometer, dimulai dari pintu depan Polinema melewati depan Radio Republik Indonesia (RRI) lalu belok kiri, melewati Jalan Bunga Vinolia sampai Jalan Remujung, dan finish di pintu belakang Polinema tepatnya di halaman Gedung AS (Kesekretariatan Bersama). Yashinta Agnes, peserta Jalan Sehat dari Program Studi Teknik Telekomunikasi mengatakan bahwa, “Kegiatan ini benar-benar menyehatkan karena meski jauh tetapi asyik. Lalu untuk pembacaan hadiahnya sebaiknya dipercepat karena jika terlalu lama dengan cuaca panas maka peserta pasti malas menunggu. Terbukti dengan banyaknya peserta yang pulang sebelum kegiatan selesai.”

2

Peserta jalan sehat menyaksikan pengundian doorprize Jalan Sehat pada Dies Natalis Polinema ke – 34.

Pada sesi hiburan diselingi dengan pembagian doorprize sekitar 120 buah yang berasal dari pihak sponsor, panitia kegiatan, dan tiap jurusan di Polinema. Hadiah utama Jalan Sehat ini adalah empat buah sepeda motor yang berasal dari Yamaha. “Jarang olahraga sih, maka dari hal itu menjadi  alasan saya ikut Jalan Sehat,” ujar Abinas, mahasiswa dari Program Studi Teknik Mesin. “Harapan tahun depan untuk kegiatan ini tentunya agar  lebih meriah lagi, lebih banyak hadiah, banyak yang hadir, peserta bisa mengikuti kegiatan sampai dengan sesi pembagian hadiah,” imbuh Ridwan Rismanto, SST., M.KOM, salah satu dosen yang menjadi panitia Jalan Sehat. (Utomo, Sigit, Misbahul)