Beat Attack, Detak Kreativitas Seni Tari


gambar1

Baby Boys, salah satu peserta kategori modern dance yang berasal dari Malang dalam lomba Beat Attack Vol. 6 di Graha Theater Polinema

Seni dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan. Tak jarang seni menjadi tempat untuk menyalurkan talenta masing – masing individu, misalnya saja seni tari. Tari, merupakan salah satu seni yang cukup digandrungi oleh anak muda zaman sekarang. Hal ini membuat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Theatrisic, Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengadakan sebuah pentas seni tari. Dalam wujud sebuah acara tahunan yaitu Beat Attack Vol. 6 pada hari Minggu 29 Mei 2016. Acara ini merupakan ajang perlombaan tari yang terdiri dari beberapa kategori yaitu modern dance, traditional dance, B-Boy dan all-style. Dimana pemenang dari setiap kategori tarian akan mendapat piala DPRD kota Malang, uang tunai, dan sertifikat. Meskipun bertepatan dengan hari Minggu, tidak menghalangi peserta dari berbagai grup dan komunitas seni di seluruh Jawa Timur dan penonton untuk memenuhi Graha Theater Polinema sejak pukul 09.00 WIB. Acara yang berakhir pada pukul 20.00 WIB ini bertujuan untuk memperkenalkan UKM Seni Theatrisic khususnya Divisi Tari, selain itu juga mewadahi berbagai jenis tarian yang ada di kota Malang.

gambar2

Direktur Polinema, Dr. Ir. Tundung Subali Patma, MT. sedang menikmati penampilan peserta Beat Attack Vol. 6, Minggu (29/05).

Proses publikasi sudah di mulai sejak bulan April melalui jejaring sosial media seperti twitter dan instagram, selain itu juga mengadakan kunjungan langsung ke beberapa komunitas seni tari. Batasan umur yang diberlakukan untuk Beat Attack pada tahun ini, yaitu 13 – 15 tahun untuk traditional dance dan 13 – 25 tahun untuk modern dance. Namun untuk B-Boy serta All-style tidak mengenal batasan umur. Ismi, mahasiswa D3 Akuntansi selaku Ketua Pelaksana mengatakan “Untuk target peserta Modern dance dan Traditional dance masing – masing 40 grup , sedangkan untuk B-Boy dan All-Style total target peserta sebanyak 84 grup”. Ia menambahkan bahwa dewan juri dari kompetisi ini yaitu Patricia Puput dan Riki Ardiles sebagai dancer Profesional, Ika Prastiwi dari All Star Management, Pak Winarto selaku Dewan Kesenian Malang . Kriteria penilaian peserta meliputi koreografi, ekspresi, kostum, dan power. Kriteria tambahan lain yaitu detail gerakan untuk penilaian modern dance, sedangkan wirasa (penghayatan), wiraka (gerakan), wirama (irama) pada traditional dance.

Salah satu peserta dari kategori modern dance menggunakan konsep androgini pada tariannya, dimana penari  laki – laki dengan koreografi layaknya wanita. Ivon, sebagai salah satu pembawa konsep tersebut menuturkan bahwa mereka senang mengikuti Beat Attack Vol. 6 ini. “Persiapan kami untuk mempersiapkan kompetisi ini kurang dari satu minggu,” ungkap Wisnu, peserta kategori modern dance dengan grupnya yang bernama Baby Boys dari Malang. Tips darinya hanya tetap harus percaya diri dalam mengikuti acara tahunan ini. Tanggapan positif datang dari Clarita salah satu penonton yang berasal Universitas Brawijaya Fakultas Ilmu Administrasi, ia berharap agar acara ini dari tahun ke tahun semakin bagus dan sukses. (Galuh, Ma’rifatul, Nisa Chusdanar)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s