Category Archives: Olah Raga

Berita Seputar Olahraga

Kado Spesial untuk Indonesia di Usia ke 71

20160818001906-aksi-memukau-tontowililiyana-juara-olimpiade-2016-001-nfi

Kolaborasi antara Tantowi dan Liliyana, pasangan bulutangkis ganda campuran asal Indonesia di Olimpiade Rio 2016 melawan pebulutangkis asal Malaysia pada babak final.

Hari ulang tahun memang identik dengan hadiah dan perayaan, begitu pula dengan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang menginjak usia 71 tahun. Berbagai perayaan dilakukan guna memperingati hari bersejarah bagi Negera Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus, mulai dari panjat pinang, balap karung, makan krupuk, dan sebagainya. Namun, hadiah yang paling ditunggu datang dari atlet Indonesia yang mengikuti Olimpiade Rio de Janeiro, di Brazil. Atlet bulu tangkis Indonesia pada cabang ganda campuran yaitu Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir berhasil meraih medali emas tepat 3 menit sebelum tanggal 17 Agustus berakhir.

Pasangan yang lebih akrab dengan sebutan Owi dan Butet ini telah mengalahkan pasangan Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying asal Malaysia. Meski Liliyana sempat terburu – buru pada set kedua tetapi keduanya kembali berkolaborasi dengan baik. Hingga akhirnya pasangan yang bersama sejak 6 tahun lalu ini berhasil memberikan kado terindah bagi Indonesia. Hanya dalam 2 set pertandingan yang berlangsung selama 45 menit dengan skor 21 – 14 dan 21 – 12. Owi pun langsung melakukan sujud di lapangan bulu tangkis tempatnya bertanding sebagai bentuk syukur atas kemenangan dan kebahagiaannya. Sedangkan Butet menghambur kepelukan pelatihnya, Richard Mainaky di tepi lapangan dengan ekspresi bahagia yang kentara. Kemenangan yang diraih pasangan asal Banyumas dan Medan ini berhasil mengembalikan tradisi emas Indonesia yang sempat terputus pada Olimpiade London 2012 lalu. Hingga akhirnya bendera merah putih berhasil dikibarkan di stadion bulu tangkis Riocentro diiringi lagu Indonesia Raya pada HUT RI yang ke 71.

Mengiringi kemenangan yang diraih keduanya, Owi dan Butet mendapat banyak ucapan selamat dari masyarakat Indonesia melalui sosial media. Tidak terkecuali orang nomer satu di Indonesia yaitu Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia yang mengucapkan selamat. “Akhirnya, kita dengar Indonesia Raya di Olimpiade Rio 2016. Medali Emas dari Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir. Selamat! –Jkw ,” tutur beliau melalui akun twitternya. Bahkan, Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) juga telah menyiapkan uang sejumlah 5 milyar rupiah bagi pasangan ini, yang memang dijanjikan bagi atlet Indonesia yang berhasil meraih medali emas pada Olimpiade Rio kali ini.

tantowi-lilyana-medali-@badmintonupdate-594x355

Pose menggigit medali ala Owi / Butet, usai menerima medali emas pada Olimpiade yang berlangsung setiap empat tahun sekali dan kali ini diselenggarakan di Stadion Riocentro, Brazil

Tak berhenti disitu saja, pada hari Selasa (23/08) nanti, Tantowi dan Liliyana yang diperkirakan tiba di Indonesia pada sore hari akan diarak keliling Jakarta menggunakan bus tingkat terbuka. Dengan rute dari Bandara Soekarno–Hatta, Tangerang, dan berakhir di Istana Negara, Jakarta Pusat yang nantinya akan disambut langsung oleh Presiden Joko Widodo. PB Djarum pun ikut memberikan bonus kepada pasangan ini yang akan diberikan pada 1 September nanti bertepatan dengan welcome dinner finalis Djarum Beasiswa Bulutangkis U–13 dan U–15 . “Hal ini diharapkan dapat dapat menginspirasi pebulutangkis muda yang tengah berjuang menitih karir,” ucap Budi Darmawan selaku Manajer Bhakti Olahraga Djarum Foundation pada Bola.net. Raja Sapta Oktohari selaku Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia di Olimpiade Rio 2016 juga turut berkomentar. “Olimpiade Rio merupakan titik balik kita terhadap olah raga Indonesia sebelum menjadi tuan rumah Asian Games 2018 mendatang. Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi pahlawan dalam olahraga,” jelas Okto pada Bola.net.(Novella)

Advertisements

Atlet yang Diselimuti Keberuntungan

Ada pepatah Amerika Serikat mengatakan: “Anda lebih baik beruntung daripada jago… dan sebaiknya Anda mempunyai keberuntungan, karena Anda itu sangat tidak jago.”

Selama 10 hari terakhir timnas Inggris di bawah asuhan Roy Hodgson memberi makna baru pada pepatah itu. Pada pertandingan pertama dapat dilihat Prancis menghasilkan puluhan tembakan ke gawang Inggris tapi selalu melebar. Sementara itu upaya satu sundulan ke gawang Prancis berbuah gol untuk Inggris.

Kemudian ketika melawan Swedia, Theo Walcott berspekulasi dengan menendang bola ke arah gawang di tengah-tengah padatnya pertahanan, kiper lawan pun salah langkah dalam mengantisipasi arah datangnya bola.

Dilanjutkan dengan gol Ukraina yang dianggap tidak sah. Padahal dari tayangan ulang terlihat JohnTerry menyapu bola yang sebenarnya sudah melewati garis gawang.

Kejadian itu mematahkan perkataan Michel Platini yang menyatakan bahwa sepasang mata manusia akan bekerja lebih baik daripada kamera digital 1000 fps yang melaporkan kembali ke komputer canggih.

Inggris sangat beruntung, bahkan jika gol hantu Ukraina diberikan dan tuan rumah dapat kembali mencetak gol. Itu tidak akan menghentikan laju The Three Lions ke perempat final. Karena apa pun hasil Prancis melawan Swedia, Inggris bisa tetap lolos walau berakhir imbang karena selisih gol.

Berikut ini empat atlet yang pernah mendapat keberuntungan dalam kariernya:

Diego Maradona mencetak gol padahal menyentuh bola dengan tangan.

Bintang Argentina, Diego Maradona memiliki segalanya, kecuali tinggi badan. Tampaknya wasit atau hakim garis tidak pernah berpikir bahwa satu-satunya cara bagi striker setinggi 5’5 kaki itu bisa melompati Peter Shilton, (6’1 kaki) demi memenangkan bola adalah dengan menggunakan tangan.

Dan itulah yang ia lakukan di menit ke-51 babak perempat final Piala Dunia 1986 melawan Inggris. Meski para pemain Inggris melakukan protes, gol tersebut tetap disahkan.

Gol itu kemudian dikenal dengan sebutan ‘Gol Tangan Tuhan’.

Namun Maradona ‘membayarnya’ dengan mencetak gol spektakuler dengan menggocek lima pemain Inggris.

Allan Wells menjadi manusia tercepat di dunia

Pelari Skotlandia itu mendapatkan dua macam keberuntungan untuk menjadi peraih medali emas Olimpiade di nomor 100 meter putra di Moskow pada 1980. Pertama, sebagian besar pesaing utamanya bahkan tidak hadir pada ajang itu karena boikot Amerika Serikat.

Dan kedua, keputusan sepersekian detik untuk melirik pelari Kuba Silvio Leonard saat balapan, membuatnya memutuskan bahwa ia harus mencondongkan dirinya melalui pita finish untuk menang. Dia mencondongkan badan pada sudut sempit dan meskipun kedua pelari sama-sama mendapatkan waktu 10,25 detik (dalam kondisi dingin dan berangin), Wells yang dinobatkan menjadi juara setelah hasil foto dicetak.

Wells secara kebetulan kemudian mengalahkan dua pelari tercepat Amerika Serikat tahun itu, Mel Lattany dan Stanley Floyd, dalam sebuah pertandingan.

Chicago Bulls akhirnya mendapatkan Michael Jordan

Bulls hanya berada di posisi tiga pada klasemen NBA musim 1984. Tapi untungnya ialah Houston Rockets dan Portland Trail Blazers sedang sangat membutuhkan pemain bertahan, yang artinya mereka tidak membutuhkan pemain dengan naluri mencetak angka.

Hal itu membuat Bulls leluasa untuk memilih pemain College of the Year (Pemain Mahasiswa Terbaik Tahun Ini) yaitu Michael Jordan… yang kemudian menjadi pemain basket terbaik abad ini.

Lleyton Hewitt memenangkan US Open dan Wimbledon

Kadang-kadang keberuntungan adalah kebetulan yang bodoh, kadang-kadang kemalangan lawan, dan kadang-kadang kekosongan tim untuk membiarkan bintang kecil bersinar lebih terang.

Itu adalah kasus bintang tenis Australia Hewitt, mantan petenis nomor satu dunia yang puncak kariernya bertepatan dengan penurunan performa Pete Sampras dan kemunculan Roger Federer.

Hewitt — pemenang US Open pada 2001 dan Wimbledon pada 2002 — bukanlah satu-satunya pemain yang mendapatkan keuntungan. Di era yang sama ada dua petenis yang memiliki keberuntungan yaitu Juan Carlos Ferrero dan Carlos Moya.

Sekarang bayangkan berapa banyak gelar Grand Slam yang bisa dimenangkan Roger Federer dan Rafael Nadal jika mereka tidak bermain di masa yang sama.

sumber

Tim-tim Sepakbola Dengan Nilai Tertinggi di Dunia

Selama musim kompetisi  Liga Champions 2011, dimana kompetisi sepak bola tahunan terkaya di dunia ini berlangsung telah membagi-bagikan total pendapatannya sebesar $ 1.14 milyar atau setara dengan Rp.10 Triliun lebih ke 32 tim yang lolos ke penyisihan grup, 23% lebih besar dari tahun sebelumnya (dan tim yang bisa berlanjut ke fase berikutnya akan mendapatkan semakin besar keuntungan dari distribusi bonus yang di bagikan). Peningkatan 25% dalam pendapatan penyiaran UEFA telah membantu mendorong pendapatan tim-tim yang berlaga di liga Champion, yaitu sebesar $ 1.28 milyar.
Nilai rata-rata perusahaan (ekuitas ditambah hutang) dari 20 tim teratas naik 20% menjadi $ 770 Juta. Pendapatan (tidak termasuk transfer pemain) naik 23%, dengan rata-rata $ 319 Juta setiap tim pada musim 2010-11. Laba usaha (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi) meningkat 13% menjadi rata-rata $ 45 juta.
Lima tim yang bernilai paling tidak $ 1 milyar itu adalah Manchester United, Real Madrid, Barcelona, Arsenal, Bayern Munich. Tim-tim ini adalah yang maju ke babak 16 di Liga Champions tahun lalu. Tidak hanya itu, tim-tim ini juga menuai pendapatan langsung dari prestasi mereka masuk ke peringkat atas liga domestik di negara masing-masing, Penghasilan mereka juga di dapat dari sponsor resmi klub tersebut yang memang kaya raya dan hasil penjualan merchandise dari beberapa merk terkenal.
Dan berikut ini adalah Tim-tim  dengan harga tertinggi menurut majalah Forbes yang di rilis tahun ini.
1. Manchester United
Manchester United, yang memenangkan Liga Utama Inggris pada 2011 dan dimiliki oleh miliuner Malcolm Glazer dan keluarganya. The Red Devils, yang telah menjadi tim sepak bola papan atas setiap tahun tersebut memiliki nilai $ 2,24 miliar 20% lebih besar dari tahun lalu.
Selama musim 2010-11 Manchester United menuai $ 192 Juta pendapatan dari penyiaran, 22% lebih tinggi dari musim sebelumnya.
2. Real Madrid
Los Blancos menerima pembayaran $ 59 juta untuk mencapai babak semi-final Liga Champions 2011 dan sekarang bernilai $ 1,88 miliar 29% lebih besar dari tahun lalu. Pendapatan komersial Real Madrid sebesar $ 250 juta, didukung oleh sponsorship dengan Adidas, Emerites Airlines dan Bwin. Meskipun kesepakatan sponsorship Real dengan pasar taruhan online Austria Bwin terancam, pendapatan tim tidak. Maju mencapai final dan menjadi juara dalam turnamen Liga Champions 2012 juga akan sangat menguntungkan bagi tim, Hal ini akan memudahkan mereka mencari sponsor baru jika kontrak dengan bwin terputus.
3. Barcelona
Barcelona, yang dipimpin oleh striker terhebat di dunia, Lionel Messi, pemenang Liga Champions tahun lalu dan telah berhasil mencapai empat final di beberapa turnamen tahun ini.  bernilai $ 1.31 milyar, meningkat 34% dari tahun lalu. Barcelona mendapatkan pembagian distribusi Liga Champions sebesar $ 77 juta dan pendapatan penyiaran sebesar  $ 266juta pada tahun 2011 adalah tim yang mengalami peningkatan paling tinggi dari tim mana pun.Pendapatan Barcelona dan nilainya akan meningkat lagi tahun ini setelah menandatangani kontrak kesepakatan sponsor dengan Yayasan Quatar, yang bernilai rata-rata $ 44 juta per tahun sampai musim 2015-16.
4. Bayern Munich
Meskipun Bayern Munich finish ketiga di Bundesliga dan terhenti di babak pertama Liga Champions tahun lalu, Namun tim ini masih yang pertama dalam pendapatan komersial dari tim-tim lain di Jerman, dengan nilai pendapatan sebesar $ 258 Juta. Bayern memperoleh pendapatannya sebesar $ 36 juta per tahun dari kesepakatan sponsor jangka panjang dengan Adidas dan telah memiliki pembicaraan dengan Gazprom, perusahaan energi Rusia. Bayern memiliki nilai $, 1,24 miliar 18% lebih dari tahun lalu. Setelah berhasil mencapai semifinal tahun ini di Liga Champions, tim ini siap untuk meningkatkan nilai lebih lanjut.

Tim-tim top akan terus menambah pundi-pundi pendapatannya seiring dengan kenaikan pembayaran tahun ini yang lebih tinggi dari tahun2011di Liga Champion.Selain itu, UEFA juga telah menetas rencana untuk menjual hak televisi untuk pertandingan internasional untuk tim top Eropa secara kolektif mulai pada tahun 2014. dimana penyiar harus menghubungi federasi sepak bola nasional individu mendapatkan hak siarnya secara mandiri. UEFA yakin dengan menjual hak penyiaran secara kolektif ini akan dapat meningkatkan pendapatan lebih dari 60%.

Haru Perpisahan Pirlo

Milan – Andrea Pirlo menjalani sesi latihan terakhirnya sebagai pemain AC Milan pada Jumat (20/5/2011) kemarin. Berpamitan pada rekan-rekannya, sang gelandang tak kuasa menahan air mata. Continue reading

Moonwalk Ala Prince Boateng

Milan, Italia – Hari minggu 15 mei dini hari kemarin, baik waktu Indonesia maupun Italia, selepas pertandingan melawan Cagliari di San Siro (markas AC Milan), AC Milan mengadakan pesta selebrasi atas gelar scudetto Serie A Italia yang telah mereka raih musim ini di stadion San Siro. Uniknya dalam selebrasi tersebut juga disuguhkan penampilan tarian moonwalk khas Michael Jackson di atas podium di tengah stadion. Namun, bukan Michael Jackson yang tampil malam itu, melainkan gelandang anyar AC Milan musim ini, yaitu Kevin Prince Boateng, yang berasal dari Ghana dan berpaspor German itu. Continue reading

Sepuluh Momen Terbaik Andrea Pirlo Bersama AC Milan

Setelah sepuluh tahun, musim depan penggemar AC Milan tidak lagi bisa menyaksikan Andrea Pirlo berseragam merah-hitam. Pirlo menyatakan akan meninggalkan Milan musim panas ini. Selama kiprahnya bersama Rossoneri, banyak hal yang dialami Pirlo, seperti merebut dua gelar scudetto, dua trofi Liga Champions, dua trofi Piala Super Eropa, dan sekali menjuarai Piala Dunia Antarklub.

Banyak hal serta memori yang dialami Pirlo selama satu dasawarsa bersama Milan dan GOAL.com mengumpulkan sepuluh kejadian yang paling pantas dikenang.


10. Bergabung dari Inter Milan

Gagal bersinar di tengah tim dengan sekumpulan bintang seperti Inter, meski sukses di level U-21, Pirlo menyeberang dengan transfer senilai €18 juta pada 2001. Sepertinya Inter tidak melihat potensi Pirlo karena dia segera menjadi andalan Milan.


9. Penampilan ke-400

Sejak pertandingan pertama untuk Milan hingga yang terakhir. Sedikit pemain yang bertahan hanya dengan satu klub belakangan ini dan setelah satu dasawarsa Pirlo mencatat rekor penampilan ke-400 ketika Milan dikalahkan Palermo pada semi-final Coppa Italia. Ucapan selamat tinggal layak diucapkan kepadanya.

8. Merebut Scudetto pertama

Kembali ke 2004, saat keberhasilan Milan di Serie A sebelum musim ini, ketika mereka mengungguli AS Roma dengan 11 poin. Pirlo tampil 32 kali dari maksimak 34 penampilan serta mengemas enam gol, tiga di antaranya menjadi gol kemenangan. Dia menuntaskan mimpi semua pemain Italia, memenangi scudetto dan menulis namanya di dalam buku sejarah sepakbola Italia.

7. Menjalani peran baru, gelandang modern

Pirlo dikenal dengan perannya sebagai deep-lying playmaker, meski ini bukan posisi sejatinya. Carlo Ancelotti “memaksa” Pirlo di posisi tersebut dan malah berkembang menjadi salah satu yang terbaik di dunia untuk di posisi tersebut. Pirlo menjalani pemain penting dalam skuad Milan dan tampil rata-rata 42 kali setiap musim dalam rentang waktu 2002 hingga 2008.

6. Kehandalan bola-bola mati

Seperti Juninho Pernambucano, Pirlo dikenal dengan teknik dan efektivitasnya saat mengeksekusi tendangan bebas. Contoh paling nyata terjad pada penyisihan grup Liga Champions 2005-06 ketika tendangan deras Pirlo menembus gawang Schalke 04. Ditambah dua gol Kaka, Milan berhasil menang 3-2 pada laga penting sehingga lolos ke babak gugur.

5. Sundulan yang menyingkirkan Bayern

Pirlo tidak sering mencetak gol, tetapi sundulannya ke gawang Bayern Muenchen selalu dikenang. Menyambut umpan silang Massimo Oddo, Pirlo melepaskan sundulan yang melampaui jangkauan Michael Rensing sehingga pertandingan laga pertama perempat-final Liga Champions 2007 berakhir imbang 2-2. Milan akhirnya keluar sebagai juara.

4. Gol di Bernabeu

Pirlo tidak segan menguji tendangan jarak jauhnya meski menghadapi kiper kelas dunia. Salah satu tendangannya berbuah gol ke gawang Iker Casillas ketika Milan memetik kemenangan bersejarah 3-2 atas Real Madrid pada babak penyisihan grup Liga Champions 2009/10.
Mengiris sayap kiri, dari luar kotak penalti Pirlo berhasil melepaskan tembakan ke tiang dekat.

3. Tendangan jarak jauh yang membungkam Parma

Meski cedera selama setengah musim, Pirlo tetap menjadi pemain penting bagi Milan. Tendangan jarak jauh ke gawang Parma mungkin bukan satu-satunya gol spektakuler dari kaki Pirlo, tapi berhasil memberikan Milan kemenangan tandag pertama di Serie A. Seisi stadion tercekat dan bahkan rekan-rekan setimnya memuji gol Pirlo.

2. Nominator Pemain Terbaik FIFA

Pada 2006 dan 2007, di tengah musim terbaik dalam kariernya, Pirlo menjadi salah satu pemain terbaik dunia. Meski gagal bersaing dengan Kaka, tapi pengakuan dunia merupakan pujian obyektif atas kemampuannya di atas lapangan.

1. Memicu gol pertama Inzaghi melawan Liverpool

Mungkin agak heran kalau kontribusi terbaik Pirlo bersama Milan justru berujung gol dari pemain lain. Final Liga Champions 2007 melawan Liverpool ditandai dengan tendangan bebas Pirlo yang berbelok arah karena mengenai Filippo Inzaghi. Gol tersebut mengawali kemenangan Milan 2-1 atas Liverpool sekaligus membalas kekalahan dua tahun sebelumnya. Pertandingan ini menjadi buktik Pirlo memegang peran kunci bagi sukses Milan meski pemain lain yang menjadi pahlawan.

Bagaimana dengan Anda? Momen mana yang paling Anda kenang saat Pirlo berseragam Milan? Sampaikan pendapat Anda melalui kolom komentar di bawah ini!

sumber : goal.com

Masih Saja Menyebut Pemain Naturalisasi

Indonesia gagal menjadi juara piala AFF, rekor menyapu bersih kemenangan di kandang rupanya belum cukup untuk membawa Indonesia menjadi jawara kejuaraan yang dulu disebut piala Tiger ini. Ironisnya yang menjadi jawara justru adalah Malasyia, ya negeri tetangga itu meskipun di Leg kedua berhasil dipecundangi 2-1 oleh Indonesia namun mereka tetap bisa melenggang menjadi juara berkat kemenangan agregat 4-2. Stadion bersejarah GBK pun menjadi tempat timnas Malasyia merayakan gelar juaranya.

Publik Indonesia tak dapat menyembunyikan kekecewaannya, bukan cuma karena gagal juara untuk kesekian kalinya. Namun juga karena Malasyia lah yang menjadi jawaranya, serangkaian konflik dengan Malasyia beberapa tahun ini memang menjadikan pertandingan ini sarat gengsi. Saling ejek antara kedua supporter tidak hanya terjadi di stadion bahkan juga merambah dunia maya, tengoklah di forum seperti Kaskus anda akan jamak menjumpai postingan yang menghina negeri tetangga tersebut.

Tapi ya sudahlah, toh AFF Cup sudah berakhir. Saya lebih tertarik membahas hal lain seputar timnas. Sepakbola seolah menjadi pemersatu bangsa akhir-akhir ini, tua-muda, kaya-miskin, pejabat atau bukan dapat dipersatukan oleh olahraga ini. Buktinya tanpa pamrih masyarakat berlomba-lomba mendukung langsung perjuangan timnas dilapangan, mereka rela mengantri dan dipermainkan oleh ketidakjelasan distribusi tiket. Berbanding terbalik dengan pejabat serta undangan lainnya yang mendapat tiket gratis namun masih saja membawa sanak family diluar kuota tiket yang diberikan.

Selama gelaran Piala AFF berbagai media massa baik cetak maupun elektronik berlomba-lomba menjadikan timnas sebagai headline berita mereka. Di momen seperti ini berita  politik, ekonomi atau apalah yang biasanya menjadi suguhan wajib media seakan menjadi tidak laku, bahkan tayangan infotaimentpun yang biasanya tak pernah kehabisan gossip ikut beralih seolah menjadi tayangan olahraga dengan menyajikan berita utama mengenai timnas. Sungguh hebat sepakbola menghipnotis bangsa ini!!

Mengapa masyarakat bisa begitu antusias sepanjang gelaran pertandingan ini? mungkin karena bangsa ini sudah lelah dengan berbagai himpitan persoalan. Tengok kebelakang kasus Mafia pajak, rekening gendut Polri, kasus Century dll. Seperti sebuah sinetron kasus tersebut selalu berlanjut tanpa penyelesaian hukum yang pasti. Di saat masyarakat jemu inilah timnas menjadi idola baru bagi mereka. Suporter rela merogoh kocek dalam-dalam demi menyaksikan langsung aksi Firman Utina cs. Namun patut diingat, yang dielu-elukan masyarakat adalah Timnasnya, bukan PSSI yang masih banyak persoalan itu. Sayang ada saja yang mendompleng nama timnas yang sedang naik daun ini, politik pencitraan kental disini. Lihat saja undangan makan yang diterima timnas dari salah satu petinggi Parpol, bukankah saat itu Alfred Riedl sedang mengkarantina pemain timnas, keluar hotelpun mereka dilarang.

 

 

Wajah baru di Timnas

Christian Habibi Gonzales dan Irfan Bachdim jadi idola baru di tim nasional, banyak yang bilang mereka ini produk naturalisasi PSSI. Tapi sebenarnya bukan, bahwa Gonzales memang sebelumnya warga Negara Uruguay benar tapi atas inisiatif sendiri Gonzales sudah mengupayakan beralih menjadi WNI, adapun PSSI hanya membantu mempercepat prosesnya. Terlebih berbagai syarat menjadi WNI sebenarnya telah dipenuhi Gonzales, tinggal lebih dari 5 tahun di tanah air serta telah beristrikan WNI Gonzales yang fasih Bahasa Indonesia ini sebetulnya telah sejak lama menyampaikan hasratnya ingin bermain di timnas Indonesia, baru di masa Alfred Riedl inilah hasratnya kesampaian, toh kalau sudah menjadi WNI berarti Gonzales punya hak dan kewajiban untuk membela timnas kan?.

Lain lagi dengan Irfan Bachdim, Ayahnya sebenarnya merupakan mantan pemain timnas Indonesia, namun Ibunya yang berkewarganegaraan Belanda membuatnya bisa memilih ingin menjadi warga Negara mana nantinya ketika menginjak usia 18 tahun. Meskipun besar di Luar negeri tapi sesekali keluarganya kerap membawa Irfan pulang ke Indonesia untuk mengunjungi keluarga Ayahnya dikampung halaman. Dan kini Irfan pun memilih menjadi WNI, jadi jelas Irfan bukan pemain naturalisasi, pun begitu Gonzales. So, masih mau sebut mereka pemain naturalisasi?

 

by Kevin Pami P.