Category Archives: Obrolan

Informasi seputar obrol-obrol

Bangun Karakter dengan Permainan Truth or Dare

(sumber : icebreakerideas.com )

(sumber : icebreakerideas.com )

Permainan truth or dare (ToD) merupakan permainan yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Permainan yang berasal dari budaya barat ini sudah banyak dimainkan oleh kalangan remaja bahkan dewasa di Indonesia. Pemain yang membentuk lingkaran dengan sebuah benda berputar ditengah-tengah pemain (biasanya berupa botol) sebagai acuan. Jika salah satu ujung dari botol mengarah pada salah satu pemain, maka pemain tersebut harus memilih salah satu dari dua kata judul permainan ini. Truth yang berarti jujur, pemain yang memilih kata ini harus menjawab pertanyaan dari pemain lain sesuai dengan keadaan sesungguhnya atau tidak dibuat-buat. Sedangkan dare yang berarti tantangan, pemain harus melakukansuatu hal yang menantang dari pemain lain sekalipun itu hal yang sangat memalukan. Hal tersebut menjadikan truth or darememiliki ciri khas tersendiri jika dibandingkan dengan permainan lain.

Tidak ada batasan umur bagi pemain Truth or dare, dari anak kecil atau setara dengan siswa sekolah dasar hingga dewasa dapat memainkan permainan inidantidakadabatasanjumlah pemain. “Seru banget, dari SMP hingga SMA saya sering melakukan permainan ini, sekarang sudah jarang.Pemain minimal tiga atau empat orang, kalau dua itu terlalu sepi”, ungkap Dea Rahma, Mahasiswi Jurusan Teknik Kimia yang mengaku masih memainkan permainan ini.Selain menyenangkan, truth or dare dapat membuat suasana pertemanan menjadi semakin akrab dengan pengalaman yang tidak terlupakan mengetahui rahasia teman atau melihatnya melakukan hal nyeleneh untuk memenuhi tantangan yang telah diberikan. Tidak hanya itu, truth or dare juga dapat membentuk dan mengetahui suatu karakter yang  dimiliki seseorang.

Permainan Truth or Dare, dimainkan menggunakan botol yang berada ditengah-tengah pemain sebagai acuan dengan jumlah pemain yang tidak dibatasi. (sumber : andi-techno.blogspot.com )

Permainan Truth or Dare, dimainkan menggunakan botol yang berada ditengah-tengah pemain sebagai acuan dengan jumlah pemain yang tidak dibatasi. (sumber : andi-techno.blogspot.com )

Terdapat dua karakter yang dapat dibentuk dari permainan truth or dare dan mungkin dibutuhkan dalam dunia kerja. Sebelum melakukan permainan ini harus dilakukan adanya sebuah perjanjian atau kesepakatan untuk seluruh pemain agar tidak membeberkan rahasia pemain yang memilih kata truth kepada orang lain. Selain kejujuran, peraturan ini mengajarkan kita menjadi orang yang dapat dipercaya untuk menjaga sebuah rahasia. Jika kita tidak bisa menjaga rahasia tersebut maka orang lain akan menganggap kita sebagai orang yang tidak dapat dipercaya. Karakter ini sangat dibutuhkan dalam dunia pekerjaan terutama dalam hal menjaga rahasia perusahaan. Selain itu dalam menerima tantangan kita dituntut untuk lebih berani dalam mencoba hal-hal baru yang menantang. Hal ini juga dibutuhkan dalam dunia pekerjaan terutama bagi wirausaha yang memulai usahanya. Dengan demikian, secara tidak langsung truth or dare mengajarkan kita bagaimana cara untuk menjadi pegawaiyang loyal kepada perusahaannya atau sebagai wirausaha yang memulai usahatanpa ragu dan takut untuk gagal. (Dian Ayu)

Advertisements

Pendidikan Anak Usia Dini Berdampak Sampai Dewasa

Image

Pendidikan anak usia dini yang berkualitas akan memberikan hasil yang signifikan terhadap perkembangan fisik, kognitif, sosial, dan emosional anak. Sayangnya masih banyak ditemui orangtua yang masih keliru dalam menerapkan pola asuh pada anak-anaknya yang masih balita.

Salah satu penyebabnya adalah banyak ditemui pasangan yang sudah siap menikah, tetapi belum siap untuk menjadi orangtua. Padahal, ketidaksiapan tersebut akan memengaruhi kepribadian anak di masa depan.

Menurut psikolog Evangeline Suaidy (Eva), ketidaksiapan seseorang menjadi orangtua bisa dilihat pada respons mereka ketika menghadapi anaknya yang sedang mendapat masalah. Misalnya, ketika anak masuk ke dalam rumah dalam keadaan kesal sambil memakai sepatu yang kotor, orangtua biasanya akan memarahi anaknya, bukan mementingkan perasaan anak.

”Ini yang salah. Sebagai ibu, seharusnya ia lebih mementingkan apa yang terjadi dengan anaknya. Mencari tahu mengapa si anak marah-marah,” tutur Eva, dalam acara seminar bertajuk Pentingnya Pola Pengasuhan Anak yang diadakan sebagai bagian dari kampanye global untuk pendidikan.

Kesalahan lain yang sering ditemui adalah cara berkomunikasi.  ”Ketika anak merasa kesal atau uring-uringan, luangkan waktu sejenak untuk mendengarkan mereka. Hindari bicara yang tergesa-gesa. Tunggu sampai ia selesai bercerita,” kata Eva.

Setelah anak bercerita, bantulah anak untuk mendapatkan solusi dengan memberikan pertanyaan balik sehingga anak berpikir, memilih, dan menentukan pilihannya sendiri. Misalnya, “menurut kamu bagaimana”, atau “maunya bagaimana”, sehingga anak belajar untuk membuat pilihan.

Selain komunikasi verbal, Eva juga menyarankan  orangtua agar mengekspresikan empatinya melalui bahasa tubuh, misalnya melalui pelukan ketika anak sedang merasa tidak stabil sehingga mereka disayangi, dihargai, dan dicintai.

Eva menambahkan, secara umum ada 12 gaya umum yang salah dalam mendidik anak ketika anak sedang memiliki masalah, yakni memerintah, menyalahkan, meremehkan, membandingkan, memberi cap/label, mengancam, menasihati terlalu dini, membohongi, menghibur, mengkritik, menyindir, dan menganalisis.

sumber

Budaya Corat-Coret Seragam dan Konvoi Saat Kelulusan

Kegiatan corat-coret yang sudah ada sejak dulu ternyata sekarang memang sudah membudaya.Buktinya,kelulusan kemarin sempat diwarnai konvoi ,arak-arakan yang dilakukan siswa-siswi SMA,SMK negeri maupun swasta di kota Malang tercinta ini.betapa tidak,konvoi ratusan motor itu menyerbu  jalan raya yang tak jarang membuat kemacetan dimana-mana. Continue reading

“Tahukah kamu, bahwa AYAH…….?”

TheFatherAndSon

Ayah adalah sosok yang mampu menjadi tuntunan dalam hidup seorang anak. Keberadaan sebuah keluarga terasa tak lengkap tanpa kehadiran seorang ayah. Mungkin bagi wanita ( anak perempuan) yang kini telah tumbuh menjadi gadis dewasa, peran ayah tidak terlalu mengena. Karena anak wanita cenderung lebih merindukan seorang ibu.

Jelas, karena ibu rela tak memakai selimut saat cuaca dingin menyerang demi kamu.

Jelas, karena ibu sering menelepon kala kamu berada jauh darinya

Jelas, karena ibu tag pernah lelah memberikan kasih sayang nya pada kamu.

Lalu, bagaimana dengan ayah ?

Apakah perlakuan ayah tak sama dengan perlakuan ibu terhadap anaknya ?

Tentu saja sama. Namun ayah cenderung mengungkapkan rasa sayang itu dengan hal-hal yang justru membuat kamu merasa tertekan.

Mungkin ketika kamu kecil, ibulah yang sering mengajak kamu bermain. Tapi tahukah kamu, bahwa setelah pulang dari tugasnya mencari nafkah dan dengan wajah lelah, ayah tak pernah lupa menanyakan tentang kabarmu dan apa yang kamu lakukan seharian pada ibu ?

Pada saat dirimu masih seorang anak ingusan, ayah biasa mengajarimu berjalan. Dan setelah ayah menganggapmu bisa, ayah akan melepasakan tangannya dari pergelangan tangan kecilmu. Kemudian ibu berteriak dan berkata :”Jangan dulu yah!!! Jangan dibiarkan jalan sendiri dulu”, ibu takut putri kecilnya jatuh dan terluka. Tapi saat itu, sadarkah kamu ? bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menjagamu berjalan sendiri sedikit demi sedikit karena ayah tau kalau putri kecilnya MAMPU melakukan itu.

Ketika kamu menangis meminta barbie yang cantik, ibu menatapmu iba. Tapi ayah akan berkata :”Boleh, tapi tidak hari ini”. Saat itu, tahukah kamu jika ayah melakukan itu karena ayah tidak mau putri kecilnya kelak tumbuh jadi anak manja yang setiap keinginannya harus dipenuhi secara langsung ?

Saat kamu sakit, dan terus-terusan merengek minta ini-itu…ayah akan berkata dengan sedikit membentak :Sudah jangan nangis terus! Makannya jangan hujan-hujanan.” Berbeda dengan perlakuan ibu yang perhatian dan menasehati dengan lemah lembut. Ketahuilah bahwa saat itu ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu mulai tumbuh remaja, kamu mulai memberikan tuntutan pada ayah untuk keluar malam dengan teman-temanmu. Dan pada saat itu ayah akan berkata tegas :”Tidak boleh !!”. Sadarkah kamu bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu ? karena bagi ayah, kamu adalah mutiara berharga. Setelah itu kamu marah, dan masuk kamar dengan bantingan pintu yang begitu keras. Dan yang datang menghampirimu dan membujukmu agar tak marah adalah ibu. Tanpa kamu tahu bahwa saat itu ayah memejamkan mata dan menahan gejolak batinnya bahwa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi ayah HARUS menjagamu!!!

Saad seorang lelaki sering datang kerumah untuk menemuimu, ayah akan memasang wajah paling ‘dingin’ sedunia. Sesekali ayah akan menguping atau mengintip saat kamu berbincang di teras depan. Sadarkah kamu bahwa hati ayah merasa cemburu saat itu ?

Setelah lulus dari SMA, ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang dokter atau guru. Ketahuilah bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah semata-mata hanya untuk pemikiran masa depanmu nanti. Tapi akhirnya ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah.

Dan yang paling membuat ayah sedih adalah ketika kamu telah menjadi gadis dewasa. Kamu harus pergi jauh meninggalkan ayah untuk memenuhi cita-citamu. Ayah harus melepasmu di stasiun. Tahukah kamu bahwa saat itu tubuh ayah terasa begitu kaku untuk memelukmu ?  namun ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat panjang lebar, memintamu untuk berhati-hati dalam tiap tindakanmu. Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memelukmu erat-erat. Namun yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit airmata yang menetes disudut matanya, dan menepuk pundakmu sambil berkata : “Jaga dirimu baik-baik ya nak”. Ayah lakukan itu agar kamu KUAT, kuat untuk pergi mandiri dan tumbuh menjadi dewasa.

Saat kamu butuh uang untuk biaya semester dan biaya hidupmu selama jauh dari orangtua, ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar kamu bisa merasa sama dengan teman-teman yang lain.

Ketika permintaaanmu bukan lagi sekedar barbie dan ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan, maka ayah akan berkata :”tidak !!!!”

Padahal dalam batin ayah, ia sangat ingin mengatakan :”ia nak, ayah akan belikan untukmu”.

“Tahukah kamu bahwa pada saat itu ayah merasa gagal membuatmu tersenyum ?”

Saat kamu wisuda dengan gelar diploma, ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu, walau pada saat itu kamu belum sempat menjadi yang terbaik. Namun ayah akan tetap tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecil kesayangannya tumbuh dewasa dan berhasil menjadi seorang yang sukses”. Hingga tiba saatnya seorang teman lelakimu datang kerumah dan meminta ijin untuk mengambilmu dari tangan ayah, ayah akan sangat berhati-hati memberikan ijin itu. Karena ayah paham bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Hingga pada akhirnya, ketika ayah melihatmu duduk di pelaminan bersama seorang lelaki yang dianggapnya pantas menggantikan posisinya, ayah pun tersenyum bahagia. Apa kamu tahu, di hari yang bahagia itu ayah pergi kebelakang gedung sebentar dan menangis ? ayah menangis bahagia dan berdoa :”Tuhan..tugasku telah selesai dengan baik, putri kecilku yang manis dan sangat kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah dia bersama suaminya.”

Setelah itu, ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang mulai memutih, dan badan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya, ayah telah meampungkan tugasya.

Ayah kita adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat, bahkan ketika dia tidak kuat untuk TIDAK menangis. Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan ayah adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa KAMU BISA dalam segala hal….itulah ‘AYAH’.

Trisakti Tragedy

“…Sumpah…diri ini takkan diam, tubuh ini tak akan lelah, dan semangat-semangat perjuangan ini tak akan padam,,,sebelum kasus tuntas dan keadilan berdiri tegak…”

Kali ini menginjak tahun yang ke 13, dan 13 tahun sudah negara ini tidak bisa menjawab akan pembuktian kemerdekaannya. Dengan sangat nyata hal ini terjadi karena sampai saat ini negara ini tidak bisa menjamin kemerdekaan masyarakatnya, karena hingga detik ini negara belum bisa menjamin akan adanya pengakuan akan penegakan Hak Asasi Manusia. Lebih dari satu dasawarsa tragedi penembakkan empat mahasiswa Trisakti terjadi.

Peristiwa perenggutan paksa atas empat nyawa (Alm. Elang mulia lesmana, Alm. Hafidhin royan, Alm. Hendriawan sie, Alm. Heri Hartanto) yang saat itu sedang meneriakkan tuntutan perubahan terhadap negara. Sebuah peristiwa yang merupakkan bagian dari tonggak sejarah perubahan di negara ini 13 tahun silam yang hingga saat ini terus menyisakan luka yang berbekas teramat dalam, kasus ini dengan sangat pasti belum tuntas karena sampai saat ini tidak ada hukum yang pasti di negara ini atas pelanggaran HAM dan jaminan HAM itu sendiri bagi tiap warga negaranya dengan tidak adanya upaya pengusutan serta penyelesaian yang jelas terhadap tragedi 12 Mei ’98 Trisakti, soehingga bukan tidak mungkin akan ada empat nyawa bahkan ribuan lainnya yang mengalami hal yang sama.

Kenyataan bahwa Tragedi 12 Mei ’98 Trisakti perlahan sirna seiring dengan waktu dan kelit politik para elit. Berbagai macam argumen dilontarkan, hingga saat ini kasus tersebut dinyatakan hanya pelanggaran HAM ringan (setingkat dengan pembunuhan biasa) dan bukan pelanggaran HAM berat. Hal ini sangat bertentangan dengan beberapa bukti serta saksi yang menguatkan bahwa kasus ini adalah pelanggaran HAM berat yang merupakan pelanggaran yang mengandung unsur genocide (pemusnahan secara teratur pada suatu bangsa) dan kejahatan terhadap kemanusiaan,

“kejahatan yang dimaksud adalah pembunuhan secara sistematis dan meluas.”

Jelas adanya suatu pengingkaran akan keadilan yang terjadi di negara ini, adanya suatu pembodohan negara terhadap masyarakatnya dengan alasan apapun yang tidak bisa dibenarkan, dan bukan saatnya lagi diam dan mati tertindas ketidak-adilan hingga bisa saja anak, saudara atau kerabat kita menjadi nyawa-nyawa yang hilang berikutnya.

Penegakan HAM adalah harga mati bagi sebuah negara merdeka begitu juga penuntasan kasus ini, dan para pelanggar HAM yang mengatasnamakan negara harus dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa terkecuali.

by : Irwan Nu’man Hadi

Kentut, Proses yang Rumit

Seorang bapak terbaring lemas di salah satu kamar perawatan rumah sakit setelah menjalani operasi dengan bius total. Bapak tersebut berkeluh kesah, berkata haus dan lapar, tetapi keluarganya tidak berani memberikan air setetes pun dan hanya bisa berkata, “Pak jangan dulu minum, kan belum kentut. ” Kehadiran sang kentut amat dinanti karena setelah kentut, si bapak baru bisa minum dan makan. Mengapa?

Kentut biasanya dianggap sebagai hal yang sepele dan “angin lalu”. Sebagian besar masyarakat menempatkan dan membahas kentut hanya dari sisi etika dan adat kesopanan. Sering kali cara orang berkentut dijadikan ukuran seberapa jauh orang tersebut memahami sopan santun yang berlaku di masyarakat.Tidaklah mengherankan jika kemudian banyak orang merasa malu jika ketahuan kentut.

Pada tahun-tahun sekitar 40 sebelum Masehi, masyarakat Romawi kuno menga- lami masa-masa ketika kentut di tempat-tempat umum dinyatakan terlarang secara tertulis dalam undang-undang. Namun, Kaisar Claudius kemudian mengubah undang-undang tersebut, karena menurut para ahli sejarah mungkin disebabkan kaisar tersebut sering kentut sembarangan.

Mengeluarkan kentut dianggap sesuatu yang tidak sopan pada kebanyaka kebu- dayaan.
Di dalam tatanan adat istiadat masyarakat Indonesia yang terdiri atas hermacam-macam suku ini masalah kentut tersebut juga menduduki tempat yang penting. Di daerah tertentu yang menyatalcan bahwa bila seorang calon menantu membuang angin sehingga terdengar oleh calon mertua, sang mertua akan segera memutuskan hubungan dengan calon menantunya.

Amat jarang orang menempatkan persoalan kentut dan sisi ilmiah. Paling tidak, kentut dipahami sebagai bagian dari sistem kehidupan yang ada dalam tubuh kita (manusia), sehingga dari pemahaman terhadap masalah kentut tersebut, kita juga bisa secara tepat bagaimana mengelola tubuh kita. Dengan alasan itulah, kita sudah saatnya tidak lagi memandang remeh, apalagi hina, terhadap kentut.

Di luar negeri, kentut yang istilah ilmiahnya “flatulence”, “flatulency”, atau “flatus”, bukanlah peristiwa biasa. Untuk membuktikannya, coba cari saja kata kunci tiga frasa tersebut di mesin pencari internet. Jangan heran, jika hingga 2008 tak kurang dari 347.000 rujukan ilmiah tentang kentut. Kajian ilmiah tersebut diterbitkan oleh beragam jurnal ilmiah dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari ilmu gizi, kedokteran, hingga kesehatan dan pengobatan.

Jangan menahan kentut, kentut adalah perpindahan gas dari dalam tubuh, terutama dari usus keluar melalui anus. Gas ini berisi nitrogen, oksigen, metana (diproduksi bakteri atau kuman dan mudah terbakar), karbon dioksida, hidrogen, dan lain-lain. Kentut menandakan peristaltik (pergerakan) usus yang berfungsi dengan baik, sehingga orang pascaoperasi dengan bius total baru dapat diberi minum dan makan setelah kentut.

Pada kondisi tubuh yang normal, kentut merupakan tanda normalnya aktivitas sistem pencernaan. Sementara itu, kentut yang berlebihan atau tidak kentut sama sekali merupakan tanda adanya iritasi pada perut atau saluran cerna. Kentut tidak beracun, gas ini secara alami merupakan komppnen dari usus yang normal. Meskipun demikian, ketidaknyamanan dapat terbentuk saat tekanan gas semakin tinggi.

Dalam buku The Flatuosities, yang ditulis Hippocrates disebutkan bahwa beraneka ragam penyakit dapat timbul akibat tidak kentut karena berlebihannya gas yang terkumpul dalam perut.Secara teoritis, seseorang dapat menderita gangguan susah buang air besar bila menahan kentut. Tidak semua gas kentut keluar dari dalam tubuh melalui anus. Ketika tekanan parsial berbagai komponen gas usus lebih tinggi daripada tekanan parsial dalam darah, komponen-komponen tersebut masuk ke dalam sistem peredaran darah melalui permukaan usus melalui proses difusi.

Pada saat darah mencapai paru-paru, dengan proses difusi gas-gas tersebut dapat keluar dari darah dan keluar pada saat mengeluarkan napas. Jika seseorang menahan kentut pada saat siang hari, gas kentut tersebut akan keluar selama kita tidur dalam kondisi relaksasi. Adakalanya gas kentut terjebak pada saat pembentukan feses (kotoran) dan keluar bersamaan dengan proses buang air besar.

Sering disalahtafsirkan kebiasaan menelan udara tanpa disadari dilakukan oleh setiap orang. Pada saat-saat tertentu, seperti dalam keadaan tegang atau stres, udara yang tertelan dapat semakin banyak. Udara tersebut masuk ke lambung dan dapat dikeluarkan lagi atau terus masuk ke dalam usus. Kebiasaan menelan udara juga berhubungan dengan kelainan-kelainan fungsi saluran cerna.

Sejumlah udara juga ikut tertelan bersama-sama dengan makanan, minuman, atau ludah yang ditelan. Jumlah yang tertelan meningkat pada orang yang cepat makannya, pada kaum perokok, dan mereka yang emosinya tak stabil. Biasanya setelah makan, udara yang tertelan ini keluar dengan sendirinya dengan berta- hak. Akan tetapi, pada orang-orang tertentu udara tersebut tidak dapat keluar
dengan sendirinya.Udara yang terkumpul di lambung dan menyebabkan sindroma magenblase.
Udara yang diproduksi pada fermentasi oleh bakteri-bakteri dalam kolon. komposisi dan volumenya bergantung pada sisa makanan dan jenis bakteri, terutama yang bersifat anaerobik. Jenis sisa makanan dengan sendirinya dipengaruhi oleh komposisi makanan sehari-nari, golongan legume atau kacang-kacangan merupakan salah satu makanan yang menyebabkan pembentukan gas dalam perut.

Pada sistem pencernaan manusia, kesulitan pembuangan gas sebagai kentut antara lain memang disebabkan gas berada dalam gelembung-gelembung kecil yang menyerupai busa. Pembentukan gelembung ini ternyata dibantu oleh lendir dalam saluran pencernaan. Peranan lendir ini telah dibuktikan dalam berbagai per- cobaan di antaranya pertama objek percobaan yang diminta meminum lendir ternyata mengalami gejala-gejala yang serupa dengan gangguan karena pengumpulan gas dalam perut. Objek penelitian kedua telah terbukti ada kore- lasi antara kekentalan mukus dalam perut dan tingkat beratnya keluhan penderita. Stres ikut meningkatkan pembentukan mukus atau sekresi mukus dalam saluran pencernaan.

Pengumpulan gas dapat menimbulkan keluhan-keluhan perut kembung, mulas- mulas, dan berbagai keluhan lain. Demikian kompleksnya gejala-gejala ini sehingga sering disalah-tafsirkan sebagai penyakit organik seperti batu empedu. Gas yang terkumpul di dalam lambung dapat mendorong hemidiaphragm ke atas dan menekan jantung. Ini dapat menimbulkan gejala-gejala nyeri pada perut kiri atas yang kadang-kadang menjalar Ke leher. ***
foto:aitioneyai08.files.wordpress.com

by: Afrizal Fakhmy

Benarkah Masa Depan itu Misteri ?

>
Pernah gak sih kita berfikir tentang apa yang bisa kita capai di masa depan? Dan jawabannya adalah “tentunya pernah”. Pertanyaan itu sangat universal dan pupuler didalam pikiran para remaja pada saat itu. Mungkin di kala ingin terlelap dalam tidur, sempat terbesit satu pikiran yang menjadi tanda tanya besar bagi mereka.

Pertanyaan yang biasa muncul biasanya sesuai dengan 5W1H. Tetapi tema dari pertanyaan itu adalah pencapaian impian yang mereka harapkan. Memang pada saat itu kita tidak bisa menerawang apa yang akan dicapai dan terjadi di masa depan. Masa depan memanglah sebuah misteri nyata yang selalu menjadi tanda tanya besar bagi pemikirnya, akan tetapi kemarin – sekarang – esok adalah sebuah batasan waktu dimana para remaja merencanakan segala sesuatunya untuk mencapai tujuan yang ditargetkannya, serta melangkah bebas sesuai dengan alurnya. Para suksesor sering mengatakan bahwasanya, “usahakan, lakukan yang terbaik untuk hari ini saja. Instrospeksi dan refleksi diri anda setiap hari. Semuanya harus berusaha dilakukan yang terbaik walau kemampuan terbatas”. Mengapa demikian? Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Dalam artian, kita tidak akan mendapatkan refleksi/ pantulan dari usaha kita jika kita tidak berusaha untuk melakukan yang terbaik.

Dan sekali lagi, apakah “masa depan = misteri”? Jawabannya adalah “Ya” untuk hari ini dan kemarin, tetapi “tidak” untuk besok. Karena esok masa depan adalah sebuah jawaban nyata dari hasil kerja keras kita.

Lakukan yang terbaik, kemarin-sekarang-esok.