Category Archives: Seputar Indonesia

Siap Lolos Interview dengan Seminar “Why Should We Hire You”

Kunci sukses lolos interview salah satunya kenali kepribadian diri serta memahami kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT Analysis) disekitar kita, ungkap Kepala Regional Jatim Astra Credit Company, Iswanto, S.T. Beliau dan Dito Yulianto, S.T. dari Human Resource Departement (HRD) PT. Aneka Tambang (Antam) Tbk. merupakan pemateri pada Seminar  Nasional dengan tema “Why Should We Hire You,” Sabtu (12/03). Seminar yang diadakan oleh Astani Saih Consulting bertempat di Gedung C, Al Hanafi Universitas Islam Malang (Unisma) yang dimulai pada pukul 08.30 hingga 16.00 WIB dan diikuti mahasiswa se–Malang Raya.

DSC_0021e

Seluruh peserta dan pemateri menyanyikan lagu Syukur sebagai acara pembuka Seminar Nasional Why We Should Hire You

“Pengenalan diri mutlak dibutuhkan untuk mempersiapkan diri menghadapi masa transisi dari bangku kuliah menuju dunia kerja yang sebenarnya. Hal yang perlu diingat adalah past behaviour to predict future behaviour, jadi perbanyak interaksi untuk meningkatkan soft skill”, terang Iswanto, S.T. Pendapat yang sama juga diungkapan Dito Yulianto, S.T., bahwa saat ini generasi muda harus lebih aktif dalam mencari nilai positif dari dalam dirinya agar semakin berkualitas nantinya. Selain pemberian materi juga terdapat pembagian door prize dan semi Open Recruitment dari PT. Antam. Sebagai penutup dari seminar, kedua pemateri berpesan agar senantiasa memperbaiki kelemahan yang ada pada diri, tetap bersemangat dalam menghadapi tantangan dan jangan lekas berputus asa.

DSC_0027e

Salah satu pemateri seminar, Iswanto, S.T.,memberikan materi tentang pengenalan diri agar siap menghadapi job interview

“Tujuan dari seminar ini agar generasi muda masa kini lebih siap dan kompeten ketika interview sehingga dapat diterima di dunia kerja. Bertepatan pula dengan maraknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini”, jelas Ryan Wibisono selaku Ketua Pelaksana. Silviana, peserta dari Universitas Brawijaya mengatakan bahwa seminar yang sangat bagus karena membuat kita paham tentang sudut pandang perekrutan kerja atas calon karyawan yang akan diterima. “Semoga kegiatan yang serupa diadakan kembali dengan pemateri yang tidak kalah menariknya”, imbuh Ana Indah, salah satu peserta dari Politeknik Negeri Malang. (Syanne G.P.)

JELAJAHI DUNIA FOTOGRAFI DALAM PHOTO EXHIBITION 2016

Sabtu (06/02), seluruh mahasiswa tingkat akhir sebanyak 19 orang dari Indonesian School of Photography (ISOP) mengadakan kegiatan Photo Exhibition yang bertempat di MX Mall, Malang. Pameran foto yang mengusung tema In the Name of Colour ini merupakan salah satu bentuk Tugas Akhir (TA) yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa guna memenuhi syarat kelulusan dari ISOP. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari serangkaian acara jurnalistik yang berlangsung selama dua hari yaitu 6 Februari hingga 7 Februari 2016. Sebelum kegiatan berlangsung, pengunjung dapat mengikuti kegiatan Seminar Jurnalistik dengan MamukIsmantoro sebagai narasumbernya.

1.jpg

Pengunjung Photo Exhibition 2016 sedang mengamati beragam foto yang dipajang di MX Mall dengan kategori Landscape, Food, Fashion dan Still Life.(AFM)

Setiap mahasiswa dalam pameran ini mempersiapkan materi foto sejak dua bulan sebelumnya dan menyerahkan maksimal tiga foto kepada Dosen Pembimbing (Dosbing) untuk diseleksi. Terdapat beberapa bidang foto yang ditampilkan mulai dari Landscape, Food, Fashion hingga Still Life yang diambil dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri seperti Jepang, Vietnam dan USA. “Tema ini dipilih karena memberikan kebebasan bagi setiap mahasiswa untuk mengeksplor ide melalui foto sesuai dengan bidang yang ditekuninya”, ungkap Ola C., selaku Dosbing ISOP. Kegiatan rutin yang telah berumur delapan tahun ini berusaha menampikan sisi eksklusif dunia fotografi dan menonjolkan keberagaman maknayang dapat tercipta dari sebuah foto seperti yang diterangkan Dosbing ISOP ini. “Pameran foto ini juga menjadi pembuktian perjuangan mereka mulai dari teknik fotografi dasar hingga mencapai puncaknya”, sambung Pak Ola.

2.jpg

Deretan karya mahasiswa tingkat akhir Indonesian School of Photography dalam acara Photo Exhibition 2016 yang bertemakan In The Name Of Colour.(WB)

Kriteria dari foto agar dapat dipamerkan yaitu permainan warna, komposisi dan keserasian serta seberapa dalam kisah yang ingin disampaikan foto tersebut kepada pengunjung.“Kegiatan ini memacu mahasiswa ISOP agar lebih kreatif dalam bidang fotografi. Meski sempat mengalami kendala karena terbatasnya waktu pengambilan gambar di studio”, jelas Safira N., salah satu mahasiswa ISOP dengan karya Harmony di bidang Still Life. “Semoga pameran foto ini dapat memasyarakatkan fotografi, memperkenalkan ISOP dan menjadi langkah awal untuk terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya” harap Safira lagi. “Melalui pameran ini, kita bisa menjadi penikmat sekaligus pelajar dari pesan yang ingin disampaikan melalui foto” imbuh Pak Ongki selaku pengunjung pameran. (Syanne dan Rizal)

Festival Rakyat Wakatobi Meriahkan “Indonesia Youth Forum 2014”

Upacara pembukaan Indonesia Youth Forum 2014 dihelat tanggal 21 Mei 2014 di Pelabuhan Pangulubelo, Wangi-wangi. Menjelang pembukaan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Indonesia Student and Youth Forum (ISYF), sejumlah persiapan telah dilakukan secara maksimal bersama Pemda Kabupaten Wakatobi.

Tahun ini ISYF bermitra dengan Kabupaten Wakatobi untuk menjadi tuan rumah forum yang akan menghadirkan 300 orang pemuda terpilih dari seluruh Indonesia yang social project-nya telah terpilih melalui serangkaian proses seleksi.

Turut hadir pada saat upacara pembukaan yaitu, Kementrian Pemuda dan Olahraga diwakili oleh Bapak Eka Sukma Wijaya, Ir. Hugua selaku Bupati Wakatobi, dan sejumlah perwakilan sponsor beserta pendukung acara seperti Ford Foundation, Coca-cola Foundation & PT. Microsoft Indonesia.

Indonesia Youth Forum 2014 tahun ini sendiri mengambil tema “The Role of Youth : Action on Preserving Heritage and Marine Tourism Sutainability” hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta peran pemuda terhadap segala suatu hal yang berhubungan dengan keberlangsungan cagar alam dan pariwisata maritim.

14302784763_a313426c67_z

Bupati Wakatobi, Ir. Hugua, memberikan sambutan pada pembukaan Indonesia Youth Forum 2014 (22/5).

Sosok dibalik euphoria upacara pembukaan Indonesia Youth Forum 2014 ini adalah Bupati Wakatobi yaitu Ir. Hugua, Beliau hadir dan memberikan sambutan kepada seluruh Delegates dan Warga. “Membangun bangunan dengan uang begitu mudah, tetapi ketika kita menyediakan lahan untuk keluarga berkumpul, tanaman hijau dan seluruh komponen biota itu adalah hal yang jarang” ujar Hugua. Beliau menekankan pada sambutannya bahwa Ia mengharapkan bahwa Wakatobi dapat menjadi inspirasi awal dari pergerakkan
pemuda kedepannya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik kedepannya.

Pada hari kedua kegiatan ini mendatangkan beberapa sosok yang dinilai ahli untuk mengisi sejumlah sesi. Bertempat di Ballroom Patuno Resort, Wakatobi-Sulawesi Tenggara sejak pukul 08.00 hingga 22.00 WITA. Kegiatan dimulai dengan Masterclass pertama dari Microsoft Indonesia yang diwakili oleh External Affairs Manager yakni Esther K. Sianipar. Setelah itu dilanjutkan dengan Master Class kedua dari Coca-cola Foundation, Hastin Atas Asih.

Acara dilanjutkan dengan Master Class 3 yakni dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI yang diwakilkan oleh Esa Sukmawijaya. Berlanjut dengan sesi Meet the Leader bersama Jend (Purn). Luhut B. Panjaitan dan Bupati Wakatobi, Ir. Hugua. Dimana para pembicara membagi pengalaman serta motivasi kepada para peserta untuk menjadi para pemimpin masa depan.

Hari ketiga pelaksanaan Indonesia Youth Forum ini berlansung dengan lancar dengan rangkaian acara seperti breakfast meeting, focus group discussion, dan masterclass yang bertempat di Lia Bahari, Huma Lakapala, Anjungan Patuno, dan Wandoka dipilih sebagai tempat para peserta berbagi ilmu dan pengalaman dari social project mereka masing-masing.

14096822139_9e67673cff_z

Peserta Indonesia Youth Forum sedang menghibur adik-adik dalam sesi proyek sosial (23/5).

Social project bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata para pemuda terhadap daerah asal masing-masing peserta Indonesia Youth Forum yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Pendidikan, lingkungan, kesehatan, serta isu menarik lainnya seperti social-preuner banyak diangkat sebagai landasan para peserta untuk social project mereka. Sebelumnya, social project adalah salah satu syarat penting saat dilaksanakannya pendaftaran peserta Inonesia Youth Forum 2014 yang berumur 17-21 tahun.

Hari ketiga ditutup dengan sesi meet the leader yang menghadirkan presiden suku bajau bapak Abdul Manan untuk bertukar ide dan gagasan bagaimana menjaga kearifan lokal budaya masing-masing daerah dan wilayah sebagai modal genrasi muda untuk menghadapi dunia global.

Hari terakhir menghadirkan serangkaian kegiatan positif yang menandai kebangkitan karakter Pemuda Nusantara. Sejak pukul 08.00
pagi para peserta telah mengunjungi Kampung Bajo di Wangi-wangi dan melakukan kegiatan pembersihan lingkungan sembari berinteraksi dengan Masyarakat Bajo setempat.

Pasca berinteraksi langsung dengan Masyarakat, rangkaian dilanjutkan dengan Peletakkan Batu Pertama untuk pembangunan “Tugu Pemuda Biosfer Indonesia” yang dilaksanakan langsung oleh President Director ISYF, Dr. A. Fajar Kurniawan, M.Si, M.M. dan Ir. Hugua selaku Bupati Wakatobi. Selain itu tanda tangan para Pemuda yang menjadi bagian dari IYF 2014 akan membubuhi Tugu ini kedepannya, setelah itu secara langsung mereka menanam pohon di Desa Matohara yang dihibahkan oleh Raja Mandati, keturunan Kerajaan Buton. (redaksi IYF)

 

Menang, Arema Naik Dua Tingkat

Bertanding dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) hari ini, Selasa, 12/06/2012 di Stadion Kanjuruhan, Malang, tuan rumah, Arema Indonesia sukses meraup poin penuh setelah mengalahkan Deltras Sidoarjo dengan skor 3-1.
Dihadapan lebih dari 31 ribu pendukungnya, Arema Indonesia bisa menguasai jalannya pertandingan.

Setelah beberapa peluang berhasil diciptakan, menit 28, Herman Dzumafo Epandi membuat spurter tuan rumah bersorak. Herman Dzumafo yang menerima umpan silang dari M Riduan sukses menyarangkan bola ke gawang Deltras. 1-0 buat Arema Indonesia.

Babak kedua, Arema masih terus menekan pertahanan lawan. Hasilnya di menit 60, M Riduan berhasil menggandakan keunggulan tuan rumah.

Ketinggalan dua gol, tim tamu berusaha bangkit. Kendali serangan mulai berbaik. Puncaknya saat seorang pemain Deltras terlepas sendirian dan tinggal berhadapan dengan kiper. Pelanggaran keras dilakukan oleh kiper Arema, Ahmad Kurniawan.

Wasit pun mengganjar si kiper dengan kartu dan penalti dihadiahkan buat Deltras. Budi Sudarsono yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya sekaligus merubah kor menjadi 2-1.

Pertandingan menjadi semakin sengit, tim tamu berusaha engejar ketinggalan untuk menyamakan kedudukan. Namun usaha Deltras pupus di menit 89. Gol dari Kusnul Yuli membuat skor kembali menunjukkan keunggulan 2 gol untuk Arema.

Dan pertandingan pun selesai dengan skor 3-1 untuk kemenangan Arema Indonesia.

kemenangan ini membuat Arema Indonesia naik dua tingkat ke posisi 11 dengan 34 poin hasil dari 30 kali bertanding. Sementara Deltras masih tetap tertahan di zona degradasi. Dengan koleksi 25 poin, Deltras menempati urutan 17

link

Kotak Hitam Pengungkap Misteri Sukhoi

CVR telah ditemukan. Tanpa pasangannya FDR, pelacakan informasi butuh waktu lama.

VIVAnews – Ketika kecelakaan pesawat terjadi, kotak hitam selalu menjadi buruan. Begitu pula dengan tragedi Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor. Dan black box Sukhoi telah ditemukan pada Selasa lalu, 15 Mei 2012 pukul 21.00 WIB, 100 meter dari ekor pesawat.

“Sudah ketemu dan dikonfirmasi oleh Basarnas (Badan SAR Nasional) dan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi),” kata Kepala Tim Evakuasi Marinir Letkol Oni Junianto.

Kotak hitam itu ditemukan di sekitar lereng oleh tim evakuasi dan pencari korban Sukhoi SSJ 100. Mengambilnya ke permukaan bukan perkara mudah. Piranti mahapenting yang bisa mengungkap petaka itu terkubur di dalam tanah di antara pepohonan, terempas di kedalaman sekitar 200 meter dari dasar jurang dengan kemiringan 85 derajat.

Danrem 061 Surya Kencana Kolonel AM Putranto mengisahkan tim yang terdiri dari empat anggota Kopassus harus diturunkan helikopter menggunakan tali.

Ketua regu evakuasi tim Kopassus, Lettu Taufik, mengatakan pada mulanya mereka tidak mengenali kotak itu karena bentuknya sudah berbeda. Warnanya hitam, tanpa penutup. Diduga, kotak itu terlempar karena ledakan dan terbakar. “Langsung kami bawa dengan ransel,” katanya.

Serah terima kotak hitam kepada Basarnas telah berlangsung Rabu pagi kemarin di landasan helikopter Pasir Pogor, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat. Komandan Korem 0621 Surya Kencana Kolonel Inf. AM Putranto menyatakan keyakinannya bahwa benda itu memang kotak hitam yang dicari-cari.

Oleh Basarnas, kotak hitam diserahkan ke KNKT. Lembaga inilah yang berwenang membedahnya. Tapi, KNKT tidak bertindak sendiri. Pihak Rusia memberikan bantuan untuk menganalisa isinya. Menurut Kepala Basarnas Marsekal Madya Daryatmo tim Rusia berperan sebagai pendamping saja.

Ketua KNKT Tatang Kurniadi menyatakan lembaganya akan mengungkap penyebab kecelakaan SSJ 100. Mereka butuh waktu 1-2 minggu untuk membaca rekaman CVR.

“Luarnya terbakar. Semoga bagian dalam masih bagus,” kata Daryatmo.

Setelah diidentifikasi, staf Laboratorium Flight Recorder KNKT, Andreas Ricardo Hananto, menjelaskan tim SAR telah menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR). Akan tetapi, Flight Data Recorder (FDR) belum ditemukan. Kotak hitam terdiri dari dua bagian, yakni CVR dan FDR.

Kotak hitam

Sejatinya, black box yang merekam data penerbangan tidak berwarna hitam, tapi oranye. Jejak warna oranye masih terlihat pada kotak hitam Sukhoi SSJ 100. Warna mencolok ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian saat misalnya tenggelam di laut.

Menurut howstuffworks.com, istilah “kotak hitam” boleh jadi berasal dari dua hal: warnanya memang hitam pada produksi pertama atau karena kotak itu selalu cenderung hangus terbakar akibat kecelakaan.

Menurut dokumen L-3 Communications, penemu pesawat Wright bersaudara telah memelopori penggunaan perangkat ini untuk merekam rotasi baling-baling. Perang Dunia II lalu meluaskan penggunaannya untuk merekam penerbangan.

Pada 1953, ada peristiwa yang menginspirasi pembuatan kotak hitam pertama. Itu adalah ketika ilmuwan Australia, David Warren, menyelidiki jatuhnya Komet De Havilland di India pada 1953. Berdasarkan laporan Time, Warren tidak dapat memastikan penyebab kecelakaan yang menewaskan 43 orang itu.

Sejak itu, selama beberapa tahun, dia lalu mengembangkan prototipe perekam penerbangan yang melacak informasi dasar seperti ketinggian dan arah pesawat. Terbungkus asbes dan logam, perekam data dan suara ini dijuluki “kotak hitam” karena tidak ada yang tahu cara kerjanya.

Kotak hitam berisi pita magnetik atau kaset mulai populer pada akhir 1950-an. Perangkat ini wajib digunakan penerbangan komersial pada 1960 atas instruksi Badan Penerbangan Federal AS. Setelah kotak hitam kerap ditemukan hancur dalam kecelakaan, pada 1965 posisinya dipindahkan ke bagian belakang pesawat, supaya lebih dapat bertahan.

Kini, kotak hitam tak lagi menggunakan kaset yang mudah meleleh. Perangkat itu kini menggunakan chip memori tanpa bagian bergerak, sehingga risiko kerusakan menjadi lebih kecil.

Kotak hitam seharusnya terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). CVR berisi data audio percakapan yang terjadi di kokpit dengan durasi sekitar dua jam. FDR merekam data penerbangan selama 25 jam.

Dua perekam ini mampu menahan suhu hingga 2.000 F (sekitar 1.093 C) dan hantaman hingga 100 G; 1 G sama dengan kekuatan gravitasi bumi. Duet perangkat ini melacak percakapan pilot, suara mesin, perintah kontrol lalu-lintas udara, level bahan bakar, peralatan pendaratan, dan data-data lainnya yang merekam saat-saat terakhir pesawat.

Di luar kotak hitam

Persoalannya, usai kecelakaan pesawat, selalu saja sangat sulit mencari kotak hitam. Apakah tidak ada teknologi yang lebih memudahkan?

Hal itulah yang memicu produsen pesawat Kanada, Bombardier, merilis CSeries tipis pada bodi jet yang bakal dirilis 2013 mendatang. Dengan perangkat itu, pesawat ini akan menjadi pesawat komersial pertama dengan kemampuan mengirimkan data telemetri, bukan hanya merekamnya saja. Ide di baliknya adalah untuk streaming data secara real time baik secara langsung dari stasiun darat ataupun dengan satelit.

Kendati menjadi alternatif untuk menggantikan kotak hitam, tujuan utama inovasi Bombardier bukanlah untuk membantu penyelidikan pesawat jatuh. Perusahaan ini hendak membuat pusat data penerbangan yang menampung informasi operasi dan performa mekanis pesawat. Akan tetapi, dengan teknologi ini, data dapat disimpan dengan aman meski pesawat mengalami kecelakaan. Hanya dalam kesempatan yang langka, kecelakaan dapat merusak panel sirkuit sehingga tidak lagi bisa dibaca.

Soal kerahasiaan, pada prinsipnya jalur streaming suara bisa dienkripsi saat proses transmisi. Akan tetapi, inovasi ini masih ditentang untuk diimplementasikan. “Streamingdata suara tidak akan terjadi. Kita tidak butuh program reality show pesawat,” ujar Voss, seorang pakar keselamatan penerbangan, menyindir.

Biaya adalah persoalan lain dari teknologi baru ini. Penyimpanan datanya sendiri tergolong murah. Tapi, harga kapasitas bandwidth pada satelit untuk dapat menampung data lalu-lintas laut dan udara sangatlah mahal, sekitar US$1 per kilobyte.

Persoalan ekonomi ini jauh lebih menantang ketimbang persoalan teknis. Untuk menyediakan kapasitas bandwidth yang diperlukan untuk teknologi ini, diperlukan setidaknya 88 parameter untuk melayani 8.000 lebih penerbangan komersial pada saat ini.

Penemu telemetri, Seymour Levine, memperkirakan kebutuhan bandwidth maksimum untuk setiap penerbangan adalah sekitar 25 Mbps. Total penyimpanan data dalam sehari adalah sebesar 100Gb atau seperempat kuota memori internal iPod Classic.

Levine bersama istrinya telah mematenkan sistem yang mereka namai “Safelander” ini. Teknologi ini juga memungkinkan pilot berada di darat untuk mengendalikan pesawat yang sedang terbang dari jarak jauh. Dia menyatakan sistem ini bisa menggagalkan peristiwa pembajakan pesawat 9/11 yang sedang beroperasi di udara. Sistem ini juga berpotensi manjawab kebutuhan militer untuk merancang pesawat tanpa awak. (kd)

sumber

Perilaku Merokok di Kalangan Anak Memprihatinkan

Perilaku merokok di kalangan anak-anak Indonesia semakin hari, kian memprihatinkan. Bagaimana tidak, hal itu kini menjadi sorotan publik, tak hanya di dalam negeri, namun media massa internasional.

Setelah beberapa waktu lalu, ada nama Sandi, balita asal Malang, Jawa Timur dan Aldi, bocah berusia dua tahun asal Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang begitu maniak merokok. Anak-anak itu, sanggup menghabiskan empat bungkus rokok kretek setiap hari.

Belakangan, muncul pemberitaan mengenai Ilham, bocah delapan tahun asal Sukabumi, Jawa Barat. Ia merokok sejak usia empat tahun. Bahkan, kerap mengamuk kalau permintaan untuk merokok tidak dipenuhi.

Kasus para perokok belia, bisa disebut fenomena puncak gunung es. Ada ribuan, bahkan puluhan ribu perokok belia di luar sana yang masih luput dari perhatian publik.

Tahukan Anda, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010? Secara nasional, prevalensi penduduk usia 15 tahun ke atas yang merokok sebesar 34,7 persen, dimana 28,2 persen adalah perokok setiap hari, dan 6,5 persen perokok kadang-kadang.

Yang memprihatinkan, hampir sebagian besar perokok aktif di Indonesia mulai merokok sejak usia belia. Sekitar 43,3 persen perokok, mulai merokok di usia 15-19 tahun, sekitar 17,5 persen mulai merokok di rentang usia 10-14 tahun dan 14,6 persen di usia 20-24. Bahkan di antara para perokok sebanyak 1,7 persen mulai merokok sejak usia lima sampai sembilan tahun.

Dari hasil analisis, dicatat perokok dengan umur mulai merokok di usia balita terbanyak dijumpai di Jawa Timur (22 persen). Disusul berikutnya adalah Jawa Tengah serta Jawa Barat di urutan kedua dan ketiga.

Perokok belia kini tak sungkan merokok di tempat umum, bahkan di rumah sendiri. Lingkungan tumbuh kembang anak saat ini memang cenderung mengondisikan bahwa perilaku merokok itu sebagai hal yang lumrah.
Pengaruh inisiasi merokok di kalangan anak dan remaja itu muncul dari lingkungan sekitar, mulai dari teman sepermainan, tetangga, kakak atau saudara, bahkan ironisnya, dari orang tua sendiri.

Riskesdas 2010 memperlihatkan, bahwa secara nasional prevalensi perokok umur 15 tahun ke atas yang merokok di dalam rumah mencapai 76,6 persen. Bahkan sekitar 68,5 persen perokok usia 15-24 merokok bersama anggota rumah yang lain.

Iklan dan promosi rokok pun mengepung dari segala penjuru, di dalam dan di luar rumah. Bahkan, seringkali iklan dan promosi rokok ini mengiringi berbagai acara dan kegiatan yang diikuti kalangan anak dan remaja.

Dengan kekuatan visualnya, iklan-iklan ini menyampaikan pesan perokok sebagai sosok yang keren, berani, percaya diri, kreatif dan setia kawan. Sangat mudah menggiring anak dan remaja, yang tengah mencari jati diri, untuk menjadi perokok pemula.

Pemerintah tentunya memiliki kewajiban melindungi generasi muda dari bahaya rokok ini. Salah satu alat legitimasi pemerintah dalam memenuhi kewajiban ini adalah melalui produk Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengamanan Produk Tembakau sebagai zat adiktif bagi Kesehatan, atau dikenal dengan RPP Tembakau. (adv)

sumber

Ongkos Politik Mahal, Korupsi Jadi Sahabat

JAKARTA – Untuk menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) harus merogoh kocek yang tak kecil nilainya, mulai dari ratusan juta hingga puluhan miliar. Namun setelah terpilih diduga para anggota dewan yang sudah duduk menjadi anggota DPR tersebut akan mencari kembali uang yang sudah dikeluarkanya.

Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mengatakan hal tersebut marak terjadi karena cara pandang terhadap korupsi yang keliru.

“Faktor dominanya karena cara pandang terhadap korupsi, korupsi dipandang bukan tindakan jahat. Bukan kriminal. Tapi sahabat yang dengan cepat mengantarkan mereka ke pencapaian-pencapaian politis dan sosial yang lebih tinggi,” ucapnya saat berbincang dengan okezone melalui sambungan telepon, Jumat (11/5/2012).

Kata Ray, bila isi kepala calon anggota dewan telah kompromi dengan korupsi, maka tindak pidana korupsi tidak terkait lagi dengan kaya atau miskin. “Faktor korupsi sudah sangat dalam, yakni menyangkut isi kepala orang terhadap makna korupsi,” tambahnya.

Ray menambahkan cara meminimalisir persoalan tersebut dimulai dari internal partai sendiri yang ketat dalam melakukan pengawasan. “Dimulai dari pengawasan partai, kalau partai bersikap lembut malah terkesan membiarkan, maka praktek itu akan merajalela,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Pramono Anung mengatakan, setidaknya ada empat kategori latar belakang seseorang jika akan maju sebagai anggota legislatif. Yakni publik figur, aktivis partai maupun aktivis sosial masyarakat, Pensiunan TNI/Polri dan pengusaha.

Pram juga mengatakan secara rinci kisaran anggaran yang akan dikeluarkan untuk ke empat kategori tersebut. Pengeluaran publik figur antara Rp100 juta sampai Rp500 juta. Aktivis partai antara Rp300 juta sampai Rp1 miliar. Untuk pensiunan birokrasi di atas Rp1 miliar sampai Rp1,8 miliar. Sedangkan pengusaha di atas Rp1,8 miliar sampai dengan Rp22 miliar untuk maju sebagai caleg.