Jejepangan dan Komik Lokal ala Comicamp


gambar1

Talkshow bersama animator Wahyu Aditya, membicarakan tentang komik dalam Acara ComicCamp di Taman Krida Budaya, Malang (21/05)

Seni yang membudaya adalah manusia, dari seni pula sebagian orang tidak hanya dapat menyalurkan hobi, namun juga memperoleh profit. Seiring berjalannya waktu, menipisnya batas antar bangsa memadukan keindahan – keindahan seni tersebut. Maka tak salah apabila budaya Indonesia berada dalam satu event dengan budaya Jepang digandrungi banyak kalangan. Budaya yang dimaksud terselip dalam karya anak bangsa, komik.

Komunitas Japan Culture Daisuki mengadakan Comicamp selama dua hari 21 – 22 Mei 2016 di Taman Krida Budaya kota Malang yang menjadi perwujudan tender dari HD’R Comic Cafe. Comicamp adalah event yang bertujuan mengangkat industri kreatif Indonesia khususnya komik dan ilustrasi dan menunjukkannya ke masyarakat luas. Sejumlah tokoh seperti komikus Is Yuniarto, komikus Sweta Kartika, ilustrator Papang Jakfar, dan animator Wahyu Aditya hadir dalam acara tersebut. Selain ragam industri kreatif, Comicamp juga menghadirkan cosplayer tamu yaitu Donna Visca (Indonesia), Kirie (Singapura), Shiraga Yanko (Taiwan), dan Misa Chiang (Taiwan).

gambar2

Cosplayer tamu Comicamp (dari kiri) Kirie, Misa Chiang, dan Shiraga Yanko yang memperagakan tokoh anime dalam Acara ComicCamp

“Komik lokal sebenarnya cukup diminati, contohnya Garudayana karya Is Yuniarto. Sayangnya sebagian masyarakat masih menyepelekan usaha komik ini, padahal profit yang didapat terbilang besar,” ujar Kartika, selaku panitia bazar Comicamp.

“Saya sering mengikuti event, tapi Comicamp ini lebih berkesan karena ada komik lokalnya. Apalagi saya beruntung berfoto bersama Kirie,” komentar Stanley, pengunjung dari Surabaya.

“Jempol..! Padahal event pertama, tapi guest star–nya keren – keren. Kita dari Japan Acoustic Vingerstyle (JAV) Guitar juga bisa sekalian promosi,” kata Kris, salah satu kru yang mengisi stand JAV Guitar pada event ini.

Telah tersedia beberapa stand pula yang dikhususkan untuk komik sendiri. Dengan membeli official merchandise (berupa komik, poster cosplayer, dan photobook), setiap orang berhak mendapatkan dua photoshoot dan satu tanda tangan dari bintang tamu yang ada. Sesi foto bersama dilakukan pukul 16.00 WIB di photobooth yang telah ditentukan. Sebelum sesi foto bersama dimulai, ada talkshow dengan komikus dan cosplayer secara bergantian yang berlangsung di Dome Taman Krida Budaya.

Dari talkshow dijelaskan bahwa tenar tak semudah mengedipkan mata karena selalu ada perjuangan dan rasa cinta pada pekerjaan di balik nama – nama besar. Sebut saja Sweta Kartika yang iseng mengunggah komik Grey dan Jingga setiap Senin dan Kamis ke facebook sejak tahun 2012 hingga 2014. Respon positif membuat Grey dan Jingga hadir dalam wujud buku yang cukup laris. Atau nama Wahyu Aditya yang dilambungkan oleh animasi singkat Dapupu Project, yang kemudian memancing lebih banyak karya dan penghargaan baik di dalam maupun luar negeri.

“Setiap orang pasti pernah mengalami masa sulit, tetapi dengan berbagai cara harus bangkit untuk melanjutkan hidup dan terus berkarya lebih baik lagi,” jelas Sweta Kartika. Papang Jakvar juga mengatakan bahwa Journey of a thousand miles begins with a single steps. “Dahulu, gaya menggambar komik saya tidak seperti ini, tapi hal tersebut akan terus berkembang jika kita gigih berusaha. Tetaplah semangat!” imbuhnya. (Diatama, Galuh Dayinta)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s