Setetes Darah Untuk Sesama

1

Petugas PMI Kota Malang sedang melakukan pengecekan kesehatan terhadap salah satu dosen Polinema yang mengikuti kegiatan Donor Darah 2.

Kesehatan adalah suatu hal yang vital pada diri setiap manusia. Berapa pun usia seseorang pasti mendambakan kesehatan jasmani maupun rohani. Akan tetapi kesehatan tersebut akan mempunyai nilai guna yang tinggi apabila setiap individu bisa berbagi kepada sesamanya. Kegiatan berbagi dengan sesama tidak selalu dalam wujud uang maupun materi, akan tetapi bisa diaplikasikan dalam bentuk donor darah. Kegiatan donor darah memang sering dilakukan oleh berbagai institusi, organisasi ataupun lembaga. Salah satunya yaitu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bhakti Karya Mahasiswa (BKM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang mengadakan Kegiatan Donor Darah 2 di Aula Pertamina Polinema.

Alasan kegiatan ini dinamakan Donor Darah 2 karena sebelumnya telah diadakan donor darah yang pertama pada akhir bulan Maret. Donor darah ini diselenggarakan selama dua hari yaitu 2 – 3 Juni 2016 pada pukul 09.00 – 14.00 WIB. Selain untuk membantu kepada sesama tanpa harus mengeluarkan materi ataupun uang, kegiatan yang bertema “Donor Darah Langkah Awal Selamatkan Sesama” ini juga bertujuan untuk memperkenalkan UKM BKM ke luar Polinema khususnya ke warga Rukun Warga (RW) III Kelurahan Jatimulyo yang terletak di belakang kampus Polinema.

Terdapat syarat dan kriteria yang harus dipenuhi oleh calon pendonor untuk mengikuti kegiatan tersebut, yaitu kondisi kesehatan yang baik, usia minimal 17 tahun dan maksimal 65 tahun, berat badan minimal 50 kilogram. Sedangkan untuk wanita, tidak boleh dalam keadaan hamil, menyusui dan sedang haid, sudah sarapan minimal tiga jam sebelum donor, tidak sedang mengkonsumsi obat atau jamu tiga hari terakhir kecuali vitamin, dan tidur minimal lima jam sebelum donor. “Saya mengikuti donor darah karena mendengar dari cerita orang di sekitar saya, yang mengatakan dengan donor darah tubuh akan lebih sehat. Selain itu, saya juga ingin beramal untuk orang yang membutuhkan darah.” jelas Ratna, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil.

2

Transfusi darah yang dilakukan oleh Petugas PMI dalam kegiatan Donor Darah 2 di Aula Pertamina Polinema, Jum’at (03/06).

Kegiatan donor darah ini bekerja sama dengan PMI pusat kota Malang dimana tugas PMI tersebut meliputi pengecekan kesehatan dari pendonor, pelaksanaan transfusi darah, dan pemberian konsumsi (satu paket  konsumsi pada hari pertama berupa roti, air mineral gelas, susu, dan obat penambah darah, sedangkan untuk hari kedua konsumsi berupa roti, gabin atau biskuit, air mineral gelas, susu dan obat penambah darah). Ibu Eiga, salah satu petugas PMI Kota Malang menjelaskan tes kesehatan terdiri dari pengukuran berat badan, golongan darah, tensi, dan kadar hemoglobin. “Sistem kerja sama ini juga membawa keuntungan bagi pihak UKM BKM, diantara yaitu PMI bisa datang kapan saja sesuai dengan jadwal yang telah dibuat, peralatan yang dimiliki oleh PMI memadai, jadi pihak panitia tidak repot menyediakan sendiri dan cara publikasi kepada pihak PMI sangat mudah hanya dengan via telepon saja.” Ujar Naysa selaku Ketua Pelaksana kegiatan Donor Darah 2.

Jumlah calon pendonor yang datang untuk hari pertama sebanyak 78 kantong dengan 69 donor tunda dan pada hari kedua mendapatkan 79 kantong dengan 55 donor tunda. Akan tetapi tidak semua calon pendonor bisa melakukan transfusi darah yang sering disebut donor tunda. Penyebab adalah jumlah hemoglobin yang terlalu tinggi, tensi darah yang terlalu rendah, jarak untuk mendonor yang terlalu dekat. Karena biasanya, waktu untuk mendonor harus berselang kurang lebih dua setengah sampai tiga bulan setelah donor yang pertama.

Ratna Nastiti, salah satu pendonor darah mengatakan bahwa kegiatan ini terlalu dekat dengan Donor Darah 1 yang sudah terlaksana pada, sebaiknya ditepatkan saja jaraknya tiga bulan sehingga warga Polinema banyak yang mendonor dan juga memenuhi target yang telah ditetapkan panitia. “Pihak PMI orangnya ramah-ramah dan juga pelayanannya cepat dan tempatnya juga nyaman.” Imbuh Ratna. Naysa selaku ketua pelaksana dalam kegiatan ini berharap semoga antusias dari warga Polinema dan utamanya dari warga RW 3 kelurahan Jatimulyo lebih banyak lagi, selain itu untuk para pendonornya lebih memperhatikan syarat dan ketentuan yang sudah ada. (Ma’rifatul, Nisa C, Sabrina)

Jalan Sehat Jalan Berhadiah

1

Hiburan band dari dosen Teknik Elektro turut meramaikan Jalan Sehat Polinema di Depan Graha Polinema.

Hidup sehat adalah impian semua orang, untuk mendapatkan tubuh yang sehat tidak membutuhkan biaya yang mahal pula. Salah satunya dengan kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Malang (Polinema) dengan Jurusan Teknologi Informasi sebagai Panitia, pada hari Minggu (22/05). Kegiatan ini dimulai pukul 06.30 WIB dan merupakan puncak Dies Natalis Polinema ke–34. “Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah mempererat hubungan silaturahmi civitas Polinema dengan warga disekitarnya,” kata Budi Harijanto.ST., MMKOM, Dosen Program Studi Manajemen Informatika selaku ketua pelaksana.

Kurang lebih 4400 peserta hadir dalam kegiatan ini, yang terdiri dari Civitas Akademik Polinema, warga sekitar kampus, sponsor, pensiunan, dan mantan pimpinan Polinema. Rangkaian kegiatan ini meliputi sesi jalan sehat, hiburan berupa band, dance, hingga pembagian hadiah doorprize. Adapun rute kegiatan Jalan Sehat yang ditempuh sekitar empat kilometer, dimulai dari pintu depan Polinema melewati depan Radio Republik Indonesia (RRI) lalu belok kiri, melewati Jalan Bunga Vinolia sampai Jalan Remujung, dan finish di pintu belakang Polinema tepatnya di halaman Gedung AS (Kesekretariatan Bersama). Yashinta Agnes, peserta Jalan Sehat dari Program Studi Teknik Telekomunikasi mengatakan bahwa, “Kegiatan ini benar-benar menyehatkan karena meski jauh tetapi asyik. Lalu untuk pembacaan hadiahnya sebaiknya dipercepat karena jika terlalu lama dengan cuaca panas maka peserta pasti malas menunggu. Terbukti dengan banyaknya peserta yang pulang sebelum kegiatan selesai.”

2

Peserta jalan sehat menyaksikan pengundian doorprize Jalan Sehat pada Dies Natalis Polinema ke – 34.

Pada sesi hiburan diselingi dengan pembagian doorprize sekitar 120 buah yang berasal dari pihak sponsor, panitia kegiatan, dan tiap jurusan di Polinema. Hadiah utama Jalan Sehat ini adalah empat buah sepeda motor yang berasal dari Yamaha. “Jarang olahraga sih, maka dari hal itu menjadi  alasan saya ikut Jalan Sehat,” ujar Abinas, mahasiswa dari Program Studi Teknik Mesin. “Harapan tahun depan untuk kegiatan ini tentunya agar  lebih meriah lagi, lebih banyak hadiah, banyak yang hadir, peserta bisa mengikuti kegiatan sampai dengan sesi pembagian hadiah,” imbuh Ridwan Rismanto, SST., M.KOM, salah satu dosen yang menjadi panitia Jalan Sehat. (Utomo, Sigit, Misbahul)

Pembagian Almamater, Pelayanan Awal Mahasiswa Baru Polinema

gambar1

Salah satu mahasiswa baru Jurusan Akuntansi sedang mengisi absensi pengambilan jas almamater di gedung Graha Polinema.

Rabu (20/07), merupakan hari kedua berlangsungnya kegiatan pendistribusian jas almamater untuk mahasiswa baru (maba) dari seluruh jurusan di Politeknik Negeri Malang (Polinema) dan pengukuran seragam khusus Jurusan Tata Niaga (Akuntansi dan Administrasi Niaga). Pendistribusian dilakukan untuk mahasiswa baru yang masuk melalui jalur Bidikmisi dan Penelusuran Minat dan Kemampuan-Politeknik Negeri (PMDK-PN) se–Indonesia. Pembagian perlengkapan maba kali ini dibagi menjadi dua tahap yaitu jas almamater untuk tahap I dan seragam serta jas laboratorium untuk semua Jurusan Teknik yang meliputi Informatika, Elektro, Kimia, dan Sipil untuk tahap II. Terdapat tiga gelombang pada setiap tahap dalam kegiatan ini yang didasarkan pada jalur masuk maba antara lain Jalur Bidikmisi dan PMDK–PN (Gelombang I), Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN) (Gelombang II), dan Kemitraan serta Mandiri (Gelombang III). Setiap gelombang diberi waktu selama empat hari dan gelombang untuk jalur PMDK–PN dimulai sejak tanggal 19 – 22 Juli 2016. Kegiatan distribusi ini dimulai sejak pukul 08.00 – 15.30 WIB yang bertempat di Graha Polinema.

Heri Suwantoro, selaku Kepala Urusan (Kaur) Persediaan bagian Perlengkapan yang juga menjadi Ketua Pelaksana dalam kegiatan ini mengatakan, “Pembagian almamater dan pengukuran seragam dilakukan setelah mahasiswa melakukan daftar ulang dan sifatnya boleh diwakilkan selama terdapat bukti dan blangko pembayaran”. Heri juga menjelaskan bahwa salah satu alasan mengapa setiap gelombang hanya diberi waktu empat hari adalah untuk memacu mahasiswa agar lebih tepat waktu dan disiplin dalam mengikuti jadwal yang diberikan. Hal ini terbukti dari ungkapan salah satu maba Polinema, Hanna F., dari Jurusan Jaringan Telekomunikasi dan Digital (JTD) yang mengatakan, “Jadwal pembagian almamater diinformasikan melalui website Polinema sehingga saya dan teman – teman langsung berangkat ke Malang”.

gambar2

Mahasiswa baru Jurusan Akuntansi dan Administrasi Niaga sedang melakukan pengukuran seragam kuliah yang dilakukan oleh panitia

Memang tidak terdapat hambatan dan masalah yang berarti dalam kegiatan distribusi almamater dan pengukuran seragam ini, seperti yang dikatakan oleh Pak Heri, “Namun pihak kampus tetap melakukan tindakan antisipasi dengan cara pembagian tiga gelombang. Agar mahasiswa tidak menumpuk dikarenakan adanya data maba yang masih belum lengkap”. Bahkan, sebenarnya Kaur Persediaan juga sudah berencana untuk bekerja sama dengan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk menyediakan kelengkapan seperti almamater dan jas laboratorium. Sehingga mampu membantu mahasiswa jika seandainya terjadi kerusakan atau kehilangan. Namun sayangnya rencana ini belum dapat direalisasikan karena masih terhambat keterbatasan waktu dan tidak adanya respon dari UKM yang bersangkutan.

Terdapat beberapa perbaikan dan inovasi yang dilakukan tahun ini oleh Kaur Persediaan, salah satunya mengenai ukuran dan kualitas jas almamater. Hal itu pemilihan kain serta cara penjahitannya mengingat pemakaian almamater untuk jangka waktu yang cukup lama. Pada tahun sebelumnya, banyak mahasiswa mendapatkan jas yang kurang sesuai dengan ukuran tubuhnya. Maka, tahun ini pihak perlengkapan berusaha untuk lebih menyesuaikan ukuran jas dengan kebutuhan mahasiswa.

Terlepas dari itu semua, salah satu hal yang tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan adalah kualitas pelayanan terhadap maba. Seperti yang diungkapkan oleh Hanna, maba dari Jurusan JTD bahwa semua petugas bergerak cepat dan tepat serta ramah. Sejak saya melakukan daftar ulang dan mengurusi keperluan kampus lainnya. “Semoga nantinya kualitas pelayanan panitia ini tidak menurun dan jas almamater ini dapat saya gunakan dengan baik,” imbuh Hanna. (Syanne, Anam, Mursyid)

Image

KORAN_KOMPOST 2_2016

Kompost 2

Berbagi Ilmu dalam Sosial Ramadhan

1

Penampilan Shalawatan dari TPQ Jabbal Nur yang ikut memeriahkan acara Sosial Ramadhan, Minggu (19/06).

Minggu (19/06), Unit Kegiatan Mahasiswa Bakti Karya Mahasiswa (UKM BKM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) menyelenggarakan kegiatan Sosial Ramadhan yang bertempat di SDN 02 Kucur Kecamatan Dau, Malang. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 15.30 – 19.00 WIB ini mengangkat tema “Semangat Meraih Ragam Kebaikan Di Bulan Ramadan”. Acara ini dihadiri oleh 128 orang dari SDN 02 Kucur Dau, Kepala Desa Kucur, Ketua Yayasan Shohwatul Ummah, Alumni UKM BKM serta perwakilan dari setiap Organisasi Kemahasiswaan Intra (OKI) Polinema.

Acara ini berlangsung selama dua hari, dimana rangkaian acara pada hari pertama yaitu kegiatan pembelajaran tentang akhlak yang baik terhadap orang tua, sikap-sikap yang dilakukan saat bulan puasa, membaca doa sehari – hari, serta kegiatan membagi takjil. Sedangkan acara hari kedua yaitu sambutan, pembacaan Tilawatil Quran, penampilan Shalawat dari TPQ Jabal Nur, penyerahan bingkisan dan vandel, penyampaian Tausiah oleh Ustad Dion, buka bersama serta penutupan. Materi yang diangkat dalam Tausiah ini yaitu “Indahnya Ramadan Indahnya Berbagi” yang membahas tentang bagaimana cara mensyukuri nikmat Allah SWT, belajar berbagi melalui sebuah ke-ikhlasan, serta pentingnya sebuah ilmu. “Acara berjalan lancar walaupun terdapat kendala seperti lokasi yang jauh membuat panitia harus sering bolak – balik untuk mempersiapkan acara, selain itu pada waktu malam kurangnya lampu penerangan jalan menuju lokasi membuat panitia harus lebih extra hati –hati,” Ujar Devia selaku Ketua Pelaksana.

2

Penyampaian Tausiah oleh Ustad Dion dari Sukun dalam acara Sosial Ramadhan di SDN 02 Kucur Kecamatan Dau, Malang.

“Acaranya sangat bermanfaat terutama untuk anak anak yang ada di sini, kita bisa berbagi ilmu yang bermanfaat,” komentar Lisa, salah satu perwakilan UKM Pendidikan dan Penalaran (PP) dari Jurusan Akuntansi. Muhammad Saji selaku Ketua Yayasan Shohwatul Ummah berharap bahwa semoga ada tindak lanjut dari teman-teman UKM untuk ikut berpartisipasi di program yayasan terutama dalam pembinaan anak anak TPQ dan memberikan bimbingan belajar di bidang pengetahuan. Ustad Dion selaku pemberi Tausiah juga mengatakan bahwa acara ini sangat menarik karena sebaik-baiknya manusia adalah yang manusia yang bermanfaat. “Semoga kemesraan ini bukan hanya saat momentum Ramadhan, saya sangat mendukung karena hal tersebut merupakan bentuk mengamalkan hadist,” imbuh beliau.(Livia, Ma’rifatul, Nisa Chusdanar)

Buka Bersama, Satukan Warga Sekber

Gambar 1

Sesi ramah tamah dari peserta perempuan dalam Acara Buka Bersama Sekretariatan Bersama 2016, Jum’at (17/06).

Organisasi Kemahasiswaan Intra Politeknik Negeri Malang (OKI Polinema) mengadakan Acara Buka Bersama OKI Polinema di Masjid An-Nur, Jum’at (17/06). Acara yang bertemakan “Menjalin Silaturahmi dengan Berbagi di Bulan Suci Ramadhan yang Penuh Berkah” ini mengundang semua warga Sekretariat Bersama (Sekber) dan 15 anak dari Panti Asuhan Siti Hajar. Penampilan dari Al-banjari Syifa’ul Qolby dan Ustad Drs. Muhamad Muwidha, M.Si selaku pemateri turut mengisi acara ini. Tujuan dari acara ini adalah untuk menjalin silaturahmi antar warga Sekber, juga menumbuhkan sifat berbagi terhadap anak yang kurang beruntung.

Acara ini dimulai dengan pembukaan oleh Al-Banjari Syifa’ul Qolby dan dilanjutkan dengan pembacaan Tilawah Quran oleh M. Ikhwan Mustaufi dari Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam Polinema (Rispol). Pemberian materi oleh Ustad Drs. M.Muwidha M,Si yang menyampaikan materi tentang hikmah dalam bulan puasa menjadi pengisi acara dalam menunggu waktu buka puasa. Hingga waktu magrib tiba, peserta buka bersama menikmati takjil yang disediakan oleh panitia yang setelahnya dilanjutkan dengan sholat magrib secara berjamaah. Selain itu, panitia  juga sempat membagikan takjil gratis untuk warga sekitar Polinema hingga di perempatan Pizza Hut. Sesi ramah tamah dari peserta dilakukan di serambi masjid, sambil menikmati makanan yang telah tersedia. Pada puncak acara, berlangsung pemberian bingkisan kepada anak yatim oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa.

Gambar 2

Pembagian bingkisan kepada Anak Panti Asuhan Siti Hajar oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Polinema.

Nena Zulfarida, selaku ketua pelaksana dari acara ini menunjukkan kepuasannya meski masih terdapat hal yang masih kurang seperti kuota peserta yang hadir sedikit. “Saya harap, ke depannya bisa mencapai sasaran yang lebih banyak dari warga Sekber Polinema,” ujarnya. Fitri, salah satu anggota UKM Organisasi Pecinta Alam Ganendra Giri menyatakan kepuasannya terhadap acara ini dan mengaku alasannya menghadiri acara ini karena ingin lebih dekat dengan warga OKI lainnya. “Bukber kali ini lebih baik dari tahun sebelumnya, selain itu mengundang  dan berbagi dengan Anak Panti Asuhan dapat menambah pahala pula,” ucap Fitri, anggota SC dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) OPA GG tersebut. Harapan Fitri kedepannya, semoga setiap tahun tetap diadakan buka bersama seperti ini. (Rifky Prayanta, Galuh, Mifta)

Image

KORAN KOMPOST 1_2016

koran22222226

BULETIN PERSPEKTIF 1_2016

1234

Accounting Fair, Wujud Apresiasi Kebudayaan Mahasiswa Akuntansi

1

Deretan stand pada Bazar yang bertemakan 33 Provinsi di Indonesia pada Accounting Fair 2016, Rabu (04/05).

Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April merupakan salah satu hari penting di Indonesia karena perjuangannya dalam hal emansipasi wanita. Berbagai acara dilakukan masyarakat Indonesia untuk memperingati Hari Kartini. Salah satunya Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang mengadakan Acara Kartini Fair namun pada tahun ini diganti dengan nama Accounting Fair yang berlangsung di Aula Pertamina. Acara ini mengangkat tema “Beautiful Journey with Mozaic Culture” dan diikuti oleh seluruh mahasiswa Jurusan Akuntansi yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Selain memperingati Hari Kartini, Accounting Fair juga bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan mengapresiasi kebudayaan Indonesia serta tak lupa untuk mengembangkan jiwa wirausaha mahasiswa.

Serangkaian acara pada Accounting Fair ini yaitu Fashion Show, Bazar, dan Pentas Seni. Terdapat 33 stand yang mengisi bazar pada acara ini, dengan tema yang mewakili 33 propinsi di Indonesia baik dalam hal dekorasi maupun makanan yang dijual. “Setiap stand diberi tema sebuah provinsi dan akan dinilai berdasarkan kecocokan antara makanan yang dijual dengan dekorasi provinsi tersebut,” ujar Vilia Rizka Pimasari, salah satu panitia Accounting Fair.

2

Salah satu peserta Fashion Show dari kelas 2G D3 Akuntansi di Aula Pertamina Polinema.

Sedangkan lomba fashion show yang ada diikuti oleh mahasiswa Jurusan Akuntansi baik tingkat satu sampai tingkat akhir. Penilaian fashion show didasarkan pada jenis busana yang dipakai, keselarasan busana dengan tema, dan body language peserta pada saat di berjalan di atas panggung. Pemenang fashion show Accounting Fair sendiri berhak mendapatkan piala, uang, bingkisan, dan dinobatkan sebagai Kakang Mbak Yu 2016 dengan pemakaian selempang secara simbolis.

Selain mahasiswa, dosen pun tidak kalah untuk ikut berpartisipasi dalam acara ini. Diantaranya adalah lomba membuat sandwich dan juga band performance dari dosen Jurusan Akuntansi. Grup Band yang beranggotakan Bapak Bambang, Bapak Koko, Bapak Futuh, Bapak Muwidha, dan Ibu Hilda Cahyani menghibur penonton dengan menyanyikan lagu Kopi Dangdut dan Mawar Merah.

Galuh Kartiko, SH., MHUM, dosen Aspek Hukum dalam Bisnis Jurusan Akuntansi mengatakan bahwa, “Acaranya bagus dan temanya tiap tahun berubah. Mahasiswa dilatih untuk berwirausaha (dengan bazar). Acara ini paling seru, karena semua mahasiswa dari berbagai tingkat berkumpul dan banyak lomba”. Ibu Hilda Cahyani juga memberi komentar, “Secara keseluruhan acara ini sudah memenuhi ekspektasi dari Bapak dan Ibu Dosen”. Beliau juga menyarankan untuk Accounting Fair selanjutnya, lebih diperhatikan lagi tata letak stand serta koordinasi dari panitia, mahasiswa, dan dosen lebih ditingkatkan. (Mursyid, Mifta, Galuh)

Accounting Cup, Ditengah Padatnya Jadwal Kuliah

1

Salam Pembukaan dari D3 Akuntansi kelas Tingkat Akhir 1 dan D4 Akuntansi Manajemen kelas 2E dalam Pertandingan Final Futsal Accounting Cup 2016 (18/04)

Menjelang pelaksanaan Ujian Tengah Semester yang biasanya dipenuhi dengan deadline tugas, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) menyelenggarakan Accounting Cup 2016. Diadakan sejak 11-30 April 2016, kegiatan ini mendapat banyak antusias dari seluruh mahasiswa Jurusan Akuntansi baik dari tingkat I maupun tingkat akhir. Selain sebagai ajang refreshing ditengah kepenatan kegiatan perkuliahan, tujuan dari Accounting Cup bertujuan untuk meningkatkan solidaritas sesama mahasiswa khususnya jurusan Akuntansi.

Ketua pelaksana Accounting Cup 2016, Abdullah Huda, menuturkan ada lima cabang olahraga yang dilombakan, yaitu bulu tangkis, futsal putra dan putri, tarik tambang, serta basket 3 on 3. Peserta Accounting Cup sendiri diambil dari perwakilan tiap kelas, dengan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 225.000,00/kelas. Sedikit berbeda dari tahun lalu, Accounting Cup 2016 yang mengusung tema “Meningkatkan Potensi Diri, Solidaritas ,dan Sportifitas Mahasiswa Jurusan Akuntansi di Bidang Olahraga” ini, menghadirkan cabang olahraga futsal untuk putri. Walaupun tidak se-expert permainan futsal putra, futsal putri memiliki daya tarik tersendiri. “Seru sih ikut futsal, lari ngejar bola sambil teriak-teriak”, ungkap Chevy Yunita peserta tim futsal putri dari kelas 2F D4 Akuntansi Manajemen sembari tertawa.

Sebagian arena perlombaan tidak bertempat di Politeknik Negeri Malang, mengingat kurangnya jumlah lapangan. Waktu pelaksanaan lomba yang dimulai pukul 16.00 WIB tiap hari dari tanggal 11-30 April ini memiliki aturan yang bisa dibilang cukup ketat. Untuk setiap pelanggaran masing-masing cabang olahraga saja terdapat sanksi tersendiri dari panitia. Misalnya, setiap kartu kuning yang didapat pemain pada cabang olahraga futsal , kelas yang bersangkutan wajib membayar denda Rp.15.000,00 sedangkan untuk kartu merah wajib membayar Rp.30.000,00. Tak hanya itu, berbuat rusuh saat pertandingan berlangsung maupun berkata kotor juga dikenai sanksi dari pihak panitia.

Kendala utama yang dialami saat pelaksanaan Accounting Cup yaitu masalah molornya waktu sehingga jadwal pertandingan menjadi mundur. Penyebabnya tak lain adalah peserta yang datang terlambat. Namun sebenarnya dari pihak HMA telah mengantisipasi hal tersebut dengan mengirim ulang jarkom 30 menit sebelum jadwal tanding. “Nizar sebagai sub ketua pelaksana (sub kapel)  cabang olahraga futsal kali ini mengatasi kendala tersebut dengan berkoordinasi dengan koordinator lapangan dan koordinator lainnya serta saya sebagai kapel-nya.” jelas Abdullah Huda.

Sementara Abdullah Huda, dalam wawancara mengharapkan kegiatan ini bisa membawa manfaat dalam meningkatkan potensi diri mahasiswa jurusan Akuntansi terutama di bidang olahraga serta dapat meningkatkan solidaritas sesama mahasiswa.

Berikut adalah daftar pemenang Accounting Cup :

Juara cabang olahraga Bulu Tangkis : D3 Akuntansi Kelas 2G

Juara cabang olahraga Futsal Putra : D3 Akuntansi kelas Tingkat Akhir

Juara cabang olahraga Tarik Tambang : D4 Akuntansi Manajemen kelas 3D.

Juara cabang olahraga Basket : D4 Akuntansi Manajemen kelas Tingkat Akhir

Juara cabang olahraga Futsal Putri : D4 Akuntansi Manajemen kelas 1 A

 

(Misbahul Munir , Nisa Chusdanar)