Beat Attack, Detak Kreativitas Seni Tari

gambar1

Baby Boys, salah satu peserta kategori modern dance yang berasal dari Malang dalam lomba Beat Attack Vol. 6 di Graha Theater Polinema

Seni dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan. Tak jarang seni menjadi tempat untuk menyalurkan talenta masing – masing individu, misalnya saja seni tari. Tari, merupakan salah satu seni yang cukup digandrungi oleh anak muda zaman sekarang. Hal ini membuat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Theatrisic, Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengadakan sebuah pentas seni tari. Dalam wujud sebuah acara tahunan yaitu Beat Attack Vol. 6 pada hari Minggu 29 Mei 2016. Acara ini merupakan ajang perlombaan tari yang terdiri dari beberapa kategori yaitu modern dance, traditional dance, B-Boy dan all-style. Dimana pemenang dari setiap kategori tarian akan mendapat piala DPRD kota Malang, uang tunai, dan sertifikat. Meskipun bertepatan dengan hari Minggu, tidak menghalangi peserta dari berbagai grup dan komunitas seni di seluruh Jawa Timur dan penonton untuk memenuhi Graha Theater Polinema sejak pukul 09.00 WIB. Acara yang berakhir pada pukul 20.00 WIB ini bertujuan untuk memperkenalkan UKM Seni Theatrisic khususnya Divisi Tari, selain itu juga mewadahi berbagai jenis tarian yang ada di kota Malang.

gambar2

Direktur Polinema, Dr. Ir. Tundung Subali Patma, MT. sedang menikmati penampilan peserta Beat Attack Vol. 6, Minggu (29/05).

Proses publikasi sudah di mulai sejak bulan April melalui jejaring sosial media seperti twitter dan instagram, selain itu juga mengadakan kunjungan langsung ke beberapa komunitas seni tari. Batasan umur yang diberlakukan untuk Beat Attack pada tahun ini, yaitu 13 – 15 tahun untuk traditional dance dan 13 – 25 tahun untuk modern dance. Namun untuk B-Boy serta All-style tidak mengenal batasan umur. Ismi, mahasiswa D3 Akuntansi selaku Ketua Pelaksana mengatakan “Untuk target peserta Modern dance dan Traditional dance masing – masing 40 grup , sedangkan untuk B-Boy dan All-Style total target peserta sebanyak 84 grup”. Ia menambahkan bahwa dewan juri dari kompetisi ini yaitu Patricia Puput dan Riki Ardiles sebagai dancer Profesional, Ika Prastiwi dari All Star Management, Pak Winarto selaku Dewan Kesenian Malang . Kriteria penilaian peserta meliputi koreografi, ekspresi, kostum, dan power. Kriteria tambahan lain yaitu detail gerakan untuk penilaian modern dance, sedangkan wirasa (penghayatan), wiraka (gerakan), wirama (irama) pada traditional dance.

Salah satu peserta dari kategori modern dance menggunakan konsep androgini pada tariannya, dimana penari  laki – laki dengan koreografi layaknya wanita. Ivon, sebagai salah satu pembawa konsep tersebut menuturkan bahwa mereka senang mengikuti Beat Attack Vol. 6 ini. “Persiapan kami untuk mempersiapkan kompetisi ini kurang dari satu minggu,” ungkap Wisnu, peserta kategori modern dance dengan grupnya yang bernama Baby Boys dari Malang. Tips darinya hanya tetap harus percaya diri dalam mengikuti acara tahunan ini. Tanggapan positif datang dari Clarita salah satu penonton yang berasal Universitas Brawijaya Fakultas Ilmu Administrasi, ia berharap agar acara ini dari tahun ke tahun semakin bagus dan sukses. (Galuh, Ma’rifatul, Nisa Chusdanar)

Advertisements

SENYUM RENTA PEJUANG SAMPAH

IMG-20160729-WA0004

Pak Mudin sedang memilah jenis sampah di dalam gerobak tuanya dengan berbekal sabit, beliau sering dipanggil “Bapak Sampah”.

 “Hidup bagi orang miskin harus dijalani apa adanya”

(Sepatu Dahlan, 2012)

Prinsip sederhana yang dipegang teguh oleh Dahlan Iskan, seorang public figure dengan sejuta pesona inilah yang menginspirasi Pak Mudin untuk menjalani kehidupannya. Berbekal sebuah kaos ganti lusuh, gerobak tua, peralatan seadanya, botol air minum ukuran 1,5 L dan nasi bungkus minim lauk, ia mulai menjalankan profesinya sebagai “tukang bersih sampah”. Perjalanan yang dilalui pria asli Nganjuk, Jawa Timur ini mencapai kurang lebih 20 kilometer setiap harinya mulai dari daerah Kepanjen (Jombang) hingga Tunggorono. Tanpa alas kaki yang melindungi kedua kaki rentanya, pria yang umurnya menginjak kepala tujuh ini menembus kasarnya aspal jalanan diiringi panas terik matahari yang tidak enggan bersinar setiap saat. Entah sudah berapa ratus ribu kilometer yang telah dilaluinya sejak tahun 1991 dalam menjalani profesi membanggakan tersebut.

“Panggilan akrab saya adalah ‘Bapak Sampah’. Namun pekerjaan utama saya adalah membersihkan sampah. Lucu, bukan?,” ungkap pria tiga anak ini sambil tersenyum lebar. Walaupun pria berperawakan tinggi dan kurus ini hanya seorang lulusan kelas 6 tingkat Sekolah Dasar (SD), bukan berarti beliau membiarkan buah hatinya bernasib sama seperti dirinya. “Dunia boleh menganggap saya bodoh, tetapi tidak dengan anak saya. Mereka tidak boleh bodoh dan harus menjadi orang yang lebih berguna daripada saya,” katanya sambil menerawang masa lalunya. Hal tersebut beliau buktikan dengan prestasi anak pertama Pak Mudin yang berhasil menjadi seorang apoteker dan kedua anaknya yang lain masih mengenyam bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan peringkat tiga besar di kelas.

Kehidupan keluarga kecil nan sederhana Pak Mudin memang masih bertempat di sebuah rumah berstatus kontrakan dengan ukuran 2×3 m2. Penghasilan yang diterimanya selama ini memang masih belum cukup untuk membeli rumah sendiri. Namun hal ini tidak lantas menyurutkan semangat pria berkumis putih ini untuk berjuang melawan kerasnya kehidupan. Keringat yang membuat uban pria sederhana ini tampak mengkilat menjadi saksi betapa keras dan melelahkan perjuangan yang beliau jalani setiap harinya. “Cukup saya saja yang lelah. Jangan sampai istri saya juga ikut merasakan beban ini dan melalaikan tugasnya untuk merawat anak – anak,” terangnya dengan wajah sayu.

Sejak waktu menunjukkan pukul 06.00 WIB, Pak Mudin sudah memulai pekerjaannya untuk membersihkan tumpukan sampah di setiap rumah. Tidak sekadar membersihkan, sisa sampah yang berserakan di selokan depan rumah juga tidak luput dari pandangannya. Bahkan, rumput liar yang tumbuh di sekitar keranjang sampah tidak dibiarkan untuk tumbuh lebih tinggi dan lebat. Sekitar pukul 17.30 WIB, beliau tiba kembali di “istananya” untuk berkumpul bersama keluarga dan menghabiskan waktu layaknya keluarga lain pada umumnya. “Bapak selalu pulang dengan tersenyum dan sama sekali tidak pernah mengeluhkan tentang betapa penatnya hari yang dilaluinya. Bapak juga tidak pernah melewatkan satu kali pun sholat lima waktunya bahkan ketika bekerja, ungkap Bu Iin, sang istri.

“Kerja itu harus ikhlas karena tidak hanya dilihat manusia tapi juga dipandang sama Gusti Allah. Jangan terlalu banyak mengeluh kepada Pencipta, sudah banyak umat yang mengeluh, jangan ikut-ikutan,” jelas Pak Mudin dengan nada tegas dan mendalam. Rp 15.000 adalah imbalan yang diterimanya per hari dari sampah-sampah yang beliau kumpulkan di setiap rumah. Tentu nominal tersebut tidak dapat dikatakan sebanding dengan derap kaki yang beliau pacu setiap harinya untuk mengantarkan sampah tersebut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA), bukan? Namun sekali lagi beliau menjawab, “Kerja itu tidak hanya membutuhkan mata yang dapat melihat. Tetapi juga hati yang pasrah mawon (pasrah saja)”.

Tidak jarang penghuni rumah meminta bantuan jasa pertukangan dari Pak Mudin yang memang pernah bekerja sebagai tukang bangunan sebelum menjalani profesi ini. Memperbaiki taman yang rusak, beton yang retak, mengecat pagar bahkan memperbaiki atap yang bocor pun sanggup beliau kerjakan untuk mengumpulkan lembaran rupiah demi mencukupi kebutuhan rumah tangga yang selalu bertambah. Sutejo, salah satu warga Kepanjen mengatakan, “Saya sering sekali meminta tolong pada Pak Mudin untuk mengganti lampu atau menyalakan lampu teras ketika saya pergi. Saya suka cara kerjanya yang cekatan dan hasilnya juga lumayan bagus.”

Matur sembah nuwun (terima kasih yang amat sangat) adalah tiga kata yang beliau selalu ucapkan atas apa saja yang diterima dari orang lain atas pekerjaan yang dilakukan. “Bilang matur nuwun itu kewajiban untuk saya dan keluarga jika mendapat sesuatu dari orang lain. Entah baju bekas atau baru, uang sedikit atau banyak, ataupun pemberian lainnya, saya mengajarkan untuk tidak lupa berterima kasih,” jelas beliau. Nasihat itulah yang melekat di benak Putri Rizki, anak sulung Pak Mudin, “Bapak selalu marah kalau kami menerima barang dengan tangan kiri, lupa mengucapkan terima kasih dan enggan meminta maaf jika bersalah.”

            Memang kehidupan ini seringkali menyuguhkan berbagai ironi yang mencengangkan. Seorang yang bekerja keras seakan dia hidup selamanya tidak jarang dikalahkan oleh mereka yang bersantai-santai dengan mengandalkan nasib baiknya. Namun sebenarnya apa yang diminta oleh Sang Pencipta atas kehidupan ini adalah bagaimana bisa menjadi pemeran yang baik dan bernilai di hadapan-Nya. Kelelahan yang dialami saat ini suatu hari akan menjadi berkah yang berharga. Tidak perlu sosok sempurna untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik, karena figur sederhana dengan kerendahan hati dan keikhlasan untuk selalu bersyukur pun dapat menjadi cermin atas kehidupan yang lebih baik layaknya Pak Mudin. (Syanne)

“Hidup adalah sebuah pemberian dan hidup memberikan keistimewaan, kesempatan dan tanggung jawab untuk menjadi seseorang yang lebih baik”

(Tony Robbins)

8 Trik Rahasia Jadi Pemenang Pokemon GO Sejati

Pika…Pika…Pikachu adalah bunyi khas dari Pikachu, salah satu jenis Pokemon yang memiliki kemampuan untuk mengeluarkan kekuatan listrik dari kedua pipi merahnya. Animasi ini memiliki kepanjangan Jepang Pocket Monsters dan pertama kali muncul sekitar tahun 1998 dan digandrungi oleh seluruh kalangan di dunia sampai tahun 2006. Setelah nama Pokemon sempat surut selama beberapa tahun, akhirnya game Pokemon GO dirilis pada Juli 2016. Permainan yang dikembangkan oleh Niantic, sebuah perusahaan milik Google, memungkinkan pemainnya untuk menangkap, melatih, menukar, dan mempertarungkan setiap karakter Pokemon dalam gadget di setiap tempat yang ada dunia nyata.

Permainan yang menimbulkan sifat ketagihan ini mendorong setiap pemainnya untuk berlomba-lomba melakukan petualangan di segala tempat demi memenuhi koleksi Pokemonnya. Namun tahukah Anda bahwa Niantic merahasiakan beberapa trik untuk menangkap seluruh jenis Pokemon? Berikut adalah jawabannya:

  1. A Bit Movement to Get A Lot of Pokemons

 1

Permainan ini memang dirancang untuk mendorong pemainnya berkelana hingga jarak yang tak terkira. Layaknya Nick Johnson, pria berkebangsaan Amerika Serikat yang berkelana sejauh 153 km dan berhasil mengumpulkan seluruh jenis Pokemon sebanyak 4.269 item. Tetapi, jika Anda tergolong ke dalam orang yang tidak memiliki waktu untuk berkelana sejauh itu, hal ini dapat disiasati dengan berkeliling di sekitar rumah dengan jarak maksimal 100 meter. Tahukah Anda bahwa Pokemon yang muncul di sekililing kita akan berubah-ubah dalam rentang waktu beberapa menit? Jadi hal yang cukup Anda lakukan adalah menunggu beberapa saat selama beberapa jam dan Pokemon yang baru akan bermunculan tanpa harus melangkahkan kaki sejauh puluhan atau ratusan kilometer.

  1. Battery Saver Mode’s Function

 2

Anda merasa bahwa permainan ini sangat cepat dalam menyerap daya baterai? Ya.. memang game ini sangatlah boros baterai. Walaupun Niantic menyediakan fasilitas baterry saver mode untuk menurunkan tingkat konsumsi baterai, namun demikian belum ada dampak yang signifikan dari penggunaan fasilitas tersebut. Alhasil, Niantic berencana untuk menjadikan battery saver ini mampu secara otomatis mematikan layar smartphone (bukan mematikan aplikasi) ketika Anda menghadapkan layar ke bawah ataupun memasukkannya ke saku. Anda hanya perlu memasang headphone dan jika ada Pokemon baru yang muncul, Pokemon GO masih akan tetap memberikan notifikasi vibrance (getar).

  1. Nothing Happens When Application is Closed

3

Moment  ketika telur menetas dan mendapatkan koleksi Pokemon yang baru tentu menjadi saat yang menyenangkan bagi pecinta permainan ini. Namun pernahkan Anda merasa sudah menempuh perjalanan selama beberapa kilometer namun telur yang dinanti-nantikan masih belum menetas? Benar.. Salah satu penyebabnya adalah karena Anda menutup aplikasinya. Pokemon GO tidak akan melakukan aktivitas apapun ketika smartphone Anda dalam keadaan sleep. Posisi sleep ini membuat tidak adanya jarak yang tercatat dan tidak bisa tracking posisi sehingga telur tidak dapat menetas. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan memastikan aplikasi Pokemon GO tetap dalam keadaan menyala. Walaupun menghabiskan baterai namun terimbangi dengan telur Pokemon GO yang lebih cepat menetas.

  1. Recover the Lost Data

4

Server Niantic yang terkadang overload bukanlah hal yang aneh mengingat pada awalnya permainan ini memang hanya dirilis di beberapa negara saja, sehingga kemampuan server belum siap menerima lonjakan pemain dari negara lain yang belum secara legal mendapat permainan ini, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, jika tiba-tiba saja seluruh progress dan koleksi Pokemon yang Anda peroleh tiba-tiba menghilang, janganlah panik! Tutup aplikasi Pokemon GO secara total dan nyalakan kembali sehingga Anda me-refresh koneksi ke server dan data-data Anda akan aman kembali.

  1. Effective Usage of PokeStop

5

Sesuai dengan tutorial yang ada, saat Anda berada di dekat PokeStop, bentuknya akan berubah dan Anda hanya perlu swipe layar untuk mendapatkan PokeBall dan Item. Ternyata, Anda dapat melakukan hal ini setiap minimal lima menit di PokeStop yang sama sehingga Anda tidak perlu berpindah-pindah ke PokeStop yang lebih jauh. Selain itu, untuk memanfaatkan PokeStop secara efektif, maka ketika Anda melihat gambar di layar berputar, langsung tekan tombol keluar (X) dan semua item akan secara otomatis masuk ke dalam inventori. Lebih hemat waktu, bukan?

  1. Exactly Caught of Pokemon

6

Modal keberuntungan dan ketepatan melempar PokeBall ternyata belum cukup untuk menangkap Pokemon yang Anda inginkan. Anda harus mengetahui trik khusus untuk membuat PokeBall Anda tepat sasaran. Saat menangkap Pokemon, Anda tentu melihat ada lingkaran-lingkaran dengan warna berbeda yang mengelilingi incaran Anda. Jika Anda melihat lingkaran warna hijau, tunggu hingga lingkaran mengecil dan dapat dipastikan Pokemon tersebut akan berhasil ditangkap. Anda juga dapat memperkecil lingkaran dengan menahan jari di Pokemon. Jangan terburu-buru dan berikan Berry untuk membuat Pokemon incaran dan diri Anda merasa lebih tenang!

  1. Pokemon’s Trace Meaning

7

Jejak-jejak kaki yang berada di bawah Pokemon terdekat dari lokasi Anda (nearby) tentu sering Anda jumpai. Apakah Anda berpikir bahwa jejak kaki ini menandakan popularitas Pokemon tersebut? Tentu tidak!! Jejak kaki ini menandakan radius jarak Pokemon dari tempat Anda berdiri saat ini. Setelah GPS terkunci, maka satu jejak kaki menunjukkan bahwa Pokemon tersebut berada dalam radius jarak 100 meter. Begitu pula jika terdapat dua jejak kaki yang berarti Pokemon itu berada sekitar 200 meter dari posisi Anda.

  1. Change Twin Pokemon into Candy

8

Pokemon kembar? Tentu Anda merasa bahwa mengoleksi Pokemon kembar tidak ada gunanya, bukan? Namun faktanya adalah Pokemon kembar ini dapat ditukarkan menjadi item  yang lebih berguna yaitu Candy. Caranya sangat sederhana yaitu dengan membuka Pokemon Viewer (tombol berbentuk PokeBall, lalu klik ikon kiri) kemudian pilih satu Pokemon yang kembar dan scroll ke bawah. Setelah itu pilih menu Transfer dan Professor akan mengambil Pokemon kembar tersebut dan memberikan Candy sebagai gantinya. Candy ini mampu untuk mengevolusikan Pokemon hingga meningkatkan Combat Power agar Pokemon Anda lebih kuat dalam pertarungan.

Menarik bukan mengetahui trik-trik rahasia untuk menjadi pemenang sejati dalam Pokemon GO ini? Tidak perlu memusingkan diri untuk menaklukkan ratusan jenis Pokemon yang Anda inginkan. Ikuti triknya dan bersiaplah menjadi seorang Ash a.k.a Ali yang sebenarnya!!(Syanne)

(sumber :  warkopanime.fajar.co.id dengan perubahan)

Setetes Darah Untuk Sesama

1

Petugas PMI Kota Malang sedang melakukan pengecekan kesehatan terhadap salah satu dosen Polinema yang mengikuti kegiatan Donor Darah 2.

Kesehatan adalah suatu hal yang vital pada diri setiap manusia. Berapa pun usia seseorang pasti mendambakan kesehatan jasmani maupun rohani. Akan tetapi kesehatan tersebut akan mempunyai nilai guna yang tinggi apabila setiap individu bisa berbagi kepada sesamanya. Kegiatan berbagi dengan sesama tidak selalu dalam wujud uang maupun materi, akan tetapi bisa diaplikasikan dalam bentuk donor darah. Kegiatan donor darah memang sering dilakukan oleh berbagai institusi, organisasi ataupun lembaga. Salah satunya yaitu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bhakti Karya Mahasiswa (BKM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang mengadakan Kegiatan Donor Darah 2 di Aula Pertamina Polinema.

Alasan kegiatan ini dinamakan Donor Darah 2 karena sebelumnya telah diadakan donor darah yang pertama pada akhir bulan Maret. Donor darah ini diselenggarakan selama dua hari yaitu 2 – 3 Juni 2016 pada pukul 09.00 – 14.00 WIB. Selain untuk membantu kepada sesama tanpa harus mengeluarkan materi ataupun uang, kegiatan yang bertema “Donor Darah Langkah Awal Selamatkan Sesama” ini juga bertujuan untuk memperkenalkan UKM BKM ke luar Polinema khususnya ke warga Rukun Warga (RW) III Kelurahan Jatimulyo yang terletak di belakang kampus Polinema.

Terdapat syarat dan kriteria yang harus dipenuhi oleh calon pendonor untuk mengikuti kegiatan tersebut, yaitu kondisi kesehatan yang baik, usia minimal 17 tahun dan maksimal 65 tahun, berat badan minimal 50 kilogram. Sedangkan untuk wanita, tidak boleh dalam keadaan hamil, menyusui dan sedang haid, sudah sarapan minimal tiga jam sebelum donor, tidak sedang mengkonsumsi obat atau jamu tiga hari terakhir kecuali vitamin, dan tidur minimal lima jam sebelum donor. “Saya mengikuti donor darah karena mendengar dari cerita orang di sekitar saya, yang mengatakan dengan donor darah tubuh akan lebih sehat. Selain itu, saya juga ingin beramal untuk orang yang membutuhkan darah.” jelas Ratna, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil.

2

Transfusi darah yang dilakukan oleh Petugas PMI dalam kegiatan Donor Darah 2 di Aula Pertamina Polinema, Jum’at (03/06).

Kegiatan donor darah ini bekerja sama dengan PMI pusat kota Malang dimana tugas PMI tersebut meliputi pengecekan kesehatan dari pendonor, pelaksanaan transfusi darah, dan pemberian konsumsi (satu paket  konsumsi pada hari pertama berupa roti, air mineral gelas, susu, dan obat penambah darah, sedangkan untuk hari kedua konsumsi berupa roti, gabin atau biskuit, air mineral gelas, susu dan obat penambah darah). Ibu Eiga, salah satu petugas PMI Kota Malang menjelaskan tes kesehatan terdiri dari pengukuran berat badan, golongan darah, tensi, dan kadar hemoglobin. “Sistem kerja sama ini juga membawa keuntungan bagi pihak UKM BKM, diantara yaitu PMI bisa datang kapan saja sesuai dengan jadwal yang telah dibuat, peralatan yang dimiliki oleh PMI memadai, jadi pihak panitia tidak repot menyediakan sendiri dan cara publikasi kepada pihak PMI sangat mudah hanya dengan via telepon saja.” Ujar Naysa selaku Ketua Pelaksana kegiatan Donor Darah 2.

Jumlah calon pendonor yang datang untuk hari pertama sebanyak 78 kantong dengan 69 donor tunda dan pada hari kedua mendapatkan 79 kantong dengan 55 donor tunda. Akan tetapi tidak semua calon pendonor bisa melakukan transfusi darah yang sering disebut donor tunda. Penyebab adalah jumlah hemoglobin yang terlalu tinggi, tensi darah yang terlalu rendah, jarak untuk mendonor yang terlalu dekat. Karena biasanya, waktu untuk mendonor harus berselang kurang lebih dua setengah sampai tiga bulan setelah donor yang pertama.

Ratna Nastiti, salah satu pendonor darah mengatakan bahwa kegiatan ini terlalu dekat dengan Donor Darah 1 yang sudah terlaksana pada, sebaiknya ditepatkan saja jaraknya tiga bulan sehingga warga Polinema banyak yang mendonor dan juga memenuhi target yang telah ditetapkan panitia. “Pihak PMI orangnya ramah-ramah dan juga pelayanannya cepat dan tempatnya juga nyaman.” Imbuh Ratna. Naysa selaku ketua pelaksana dalam kegiatan ini berharap semoga antusias dari warga Polinema dan utamanya dari warga RW 3 kelurahan Jatimulyo lebih banyak lagi, selain itu untuk para pendonornya lebih memperhatikan syarat dan ketentuan yang sudah ada. (Ma’rifatul, Nisa C, Sabrina)

Jalan Sehat Jalan Berhadiah

1

Hiburan band dari dosen Teknik Elektro turut meramaikan Jalan Sehat Polinema di Depan Graha Polinema.

Hidup sehat adalah impian semua orang, untuk mendapatkan tubuh yang sehat tidak membutuhkan biaya yang mahal pula. Salah satunya dengan kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Malang (Polinema) dengan Jurusan Teknologi Informasi sebagai Panitia, pada hari Minggu (22/05). Kegiatan ini dimulai pukul 06.30 WIB dan merupakan puncak Dies Natalis Polinema ke–34. “Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah mempererat hubungan silaturahmi civitas Polinema dengan warga disekitarnya,” kata Budi Harijanto.ST., MMKOM, Dosen Program Studi Manajemen Informatika selaku ketua pelaksana.

Kurang lebih 4400 peserta hadir dalam kegiatan ini, yang terdiri dari Civitas Akademik Polinema, warga sekitar kampus, sponsor, pensiunan, dan mantan pimpinan Polinema. Rangkaian kegiatan ini meliputi sesi jalan sehat, hiburan berupa band, dance, hingga pembagian hadiah doorprize. Adapun rute kegiatan Jalan Sehat yang ditempuh sekitar empat kilometer, dimulai dari pintu depan Polinema melewati depan Radio Republik Indonesia (RRI) lalu belok kiri, melewati Jalan Bunga Vinolia sampai Jalan Remujung, dan finish di pintu belakang Polinema tepatnya di halaman Gedung AS (Kesekretariatan Bersama). Yashinta Agnes, peserta Jalan Sehat dari Program Studi Teknik Telekomunikasi mengatakan bahwa, “Kegiatan ini benar-benar menyehatkan karena meski jauh tetapi asyik. Lalu untuk pembacaan hadiahnya sebaiknya dipercepat karena jika terlalu lama dengan cuaca panas maka peserta pasti malas menunggu. Terbukti dengan banyaknya peserta yang pulang sebelum kegiatan selesai.”

2

Peserta jalan sehat menyaksikan pengundian doorprize Jalan Sehat pada Dies Natalis Polinema ke – 34.

Pada sesi hiburan diselingi dengan pembagian doorprize sekitar 120 buah yang berasal dari pihak sponsor, panitia kegiatan, dan tiap jurusan di Polinema. Hadiah utama Jalan Sehat ini adalah empat buah sepeda motor yang berasal dari Yamaha. “Jarang olahraga sih, maka dari hal itu menjadi  alasan saya ikut Jalan Sehat,” ujar Abinas, mahasiswa dari Program Studi Teknik Mesin. “Harapan tahun depan untuk kegiatan ini tentunya agar  lebih meriah lagi, lebih banyak hadiah, banyak yang hadir, peserta bisa mengikuti kegiatan sampai dengan sesi pembagian hadiah,” imbuh Ridwan Rismanto, SST., M.KOM, salah satu dosen yang menjadi panitia Jalan Sehat. (Utomo, Sigit, Misbahul)

Pembagian Almamater, Pelayanan Awal Mahasiswa Baru Polinema

gambar1

Salah satu mahasiswa baru Jurusan Akuntansi sedang mengisi absensi pengambilan jas almamater di gedung Graha Polinema.

Rabu (20/07), merupakan hari kedua berlangsungnya kegiatan pendistribusian jas almamater untuk mahasiswa baru (maba) dari seluruh jurusan di Politeknik Negeri Malang (Polinema) dan pengukuran seragam khusus Jurusan Tata Niaga (Akuntansi dan Administrasi Niaga). Pendistribusian dilakukan untuk mahasiswa baru yang masuk melalui jalur Bidikmisi dan Penelusuran Minat dan Kemampuan-Politeknik Negeri (PMDK-PN) se–Indonesia. Pembagian perlengkapan maba kali ini dibagi menjadi dua tahap yaitu jas almamater untuk tahap I dan seragam serta jas laboratorium untuk semua Jurusan Teknik yang meliputi Informatika, Elektro, Kimia, dan Sipil untuk tahap II. Terdapat tiga gelombang pada setiap tahap dalam kegiatan ini yang didasarkan pada jalur masuk maba antara lain Jalur Bidikmisi dan PMDK–PN (Gelombang I), Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN) (Gelombang II), dan Kemitraan serta Mandiri (Gelombang III). Setiap gelombang diberi waktu selama empat hari dan gelombang untuk jalur PMDK–PN dimulai sejak tanggal 19 – 22 Juli 2016. Kegiatan distribusi ini dimulai sejak pukul 08.00 – 15.30 WIB yang bertempat di Graha Polinema.

Heri Suwantoro, selaku Kepala Urusan (Kaur) Persediaan bagian Perlengkapan yang juga menjadi Ketua Pelaksana dalam kegiatan ini mengatakan, “Pembagian almamater dan pengukuran seragam dilakukan setelah mahasiswa melakukan daftar ulang dan sifatnya boleh diwakilkan selama terdapat bukti dan blangko pembayaran”. Heri juga menjelaskan bahwa salah satu alasan mengapa setiap gelombang hanya diberi waktu empat hari adalah untuk memacu mahasiswa agar lebih tepat waktu dan disiplin dalam mengikuti jadwal yang diberikan. Hal ini terbukti dari ungkapan salah satu maba Polinema, Hanna F., dari Jurusan Jaringan Telekomunikasi dan Digital (JTD) yang mengatakan, “Jadwal pembagian almamater diinformasikan melalui website Polinema sehingga saya dan teman – teman langsung berangkat ke Malang”.

gambar2

Mahasiswa baru Jurusan Akuntansi dan Administrasi Niaga sedang melakukan pengukuran seragam kuliah yang dilakukan oleh panitia

Memang tidak terdapat hambatan dan masalah yang berarti dalam kegiatan distribusi almamater dan pengukuran seragam ini, seperti yang dikatakan oleh Pak Heri, “Namun pihak kampus tetap melakukan tindakan antisipasi dengan cara pembagian tiga gelombang. Agar mahasiswa tidak menumpuk dikarenakan adanya data maba yang masih belum lengkap”. Bahkan, sebenarnya Kaur Persediaan juga sudah berencana untuk bekerja sama dengan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk menyediakan kelengkapan seperti almamater dan jas laboratorium. Sehingga mampu membantu mahasiswa jika seandainya terjadi kerusakan atau kehilangan. Namun sayangnya rencana ini belum dapat direalisasikan karena masih terhambat keterbatasan waktu dan tidak adanya respon dari UKM yang bersangkutan.

Terdapat beberapa perbaikan dan inovasi yang dilakukan tahun ini oleh Kaur Persediaan, salah satunya mengenai ukuran dan kualitas jas almamater. Hal itu pemilihan kain serta cara penjahitannya mengingat pemakaian almamater untuk jangka waktu yang cukup lama. Pada tahun sebelumnya, banyak mahasiswa mendapatkan jas yang kurang sesuai dengan ukuran tubuhnya. Maka, tahun ini pihak perlengkapan berusaha untuk lebih menyesuaikan ukuran jas dengan kebutuhan mahasiswa.

Terlepas dari itu semua, salah satu hal yang tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan adalah kualitas pelayanan terhadap maba. Seperti yang diungkapkan oleh Hanna, maba dari Jurusan JTD bahwa semua petugas bergerak cepat dan tepat serta ramah. Sejak saya melakukan daftar ulang dan mengurusi keperluan kampus lainnya. “Semoga nantinya kualitas pelayanan panitia ini tidak menurun dan jas almamater ini dapat saya gunakan dengan baik,” imbuh Hanna. (Syanne, Anam, Mursyid)

Image

KORAN_KOMPOST 2_2016

Kompost 2