Berfitrah Setelah Ramadhan, Kenapa Tidak..?


gambar 1

Salah satu kebiasaan yang dilakukan setelah ramadhan usai adalah saling meminta maaf guna melebur dosa yang pernah dilakukan untuk kembali fitrah.

Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana umat Islam diberi kesempatan oleh Allah SWT guna mendekatkan diri kepada-Nya, dengan mensucikan diri dari kebatilan. Didalamnya, kita diperintahkan untuk melakukan ibadah puasa, dengan menghidupkan setiap malam dengan shalat tarawih, memperbanyak bacaan Al-Qur’an dan zikir, meraih malam Lailatul Qodr, hingga mengeluarkan zakat fitrah. Namun, kini bulan yang penuh berkah serta kesucian itu telah usai yang ditutup dengan hari kemenangan yaitu Idul Fitri.

Salah satu manfaat dari bulan suci Ramadhan sendiri adalah membersihkan diri untuk kembali fitrah (suci) seperti bayi yang baru terlahir ke dunia. Tentunya hal itu dilakukan dengan melakukan amalan selama Ramadhan berlangsung selama satu bulan penuh. Namun setelah bulan suci tersebut telah berakhir, apakah fitrah itu masih melekat di dalam diri kita, umat Islam? Atau malah hilang entah kemana.

Dalam realitanya, banyak orang – orang yang hanya menggunakan bulan Ramadhan untuk meningkatkan nilai ibadahnya. Akan tetapi selepas bulan suci tersebut berakhir, ibadahnya kembali seperti semula. Seakan – akan bahwa apa yang didapatkan pada bulan Ramadhan itu cukup, padahal kenyataannya tidak demikian. Salah satu tujuan bulan suci ini adalah membentuk pribadi yang lebih sabar dan dapat menahan hawa nafsu. Namun realitanya, apakah kini sudah mampu untuk lebih mengontrol emosi ketika amarah datang?

gambar 2

Menghormati yang lebih tua merupakan salah satu sikap untuk menjaga fitrah setelah ramadhan usai

Menyikapi hal tersebut, ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar tetap fitrah meski bulan Ramadhan telah berlalu. Yakni, jadilah manusia yang memiliki rasa terbuka terhadap diri sendiri, mau memaafkan kesalahan baik yang dilakukan kepada diri sendiri, maupun orang lain. Apabila memiliki kesalah terhadap orang lain, bersegeralah untuk meminta maaf. Tetapi jika merasa brsalah terhadap diri sendiri, mulailah menerima kenyataan di masa lalu dan gunakan hal tersebut sebagai pembelajaran untuk masa depan yang lebih baik.

Selain itu, juga dapat dilakukan dengan menjaga ketakwaan kepada Allah SWT, seperti mejalankan sholat lima waktu maupun membaca kitab suci umat Islam secara rutin dan menjauhi larangan–Nya. Tidak hanya itu, bersabar atas segala cobaan dan ujian yang diberikan Tuhan YME dengan lebih banyak membaca istighfar. Bersikap sopan dan menghormati sesama, orang yang lebih tua serta menyayangi yang lebih muda sehingga menimbulkan sikap peduli dengan lingkungan sekitar.

Dengan demikian, jika telah melakukan hal diatas, insyaAllah meski bulan Ramadhan berlalu dapat tetap menjadi pribadi yang selalu berfitrah. Sehingga, fitrah dari bulan suci tetapt terjaga hingga sebelas bulan berikutnya dan bertemu kembali dengan Ramadhan. Meski tidak akan mudah berfitrah selama sebelas bulan, namun manfaatnya akan dirasakan dikemudian hari. Dengan bersabar dan tawakal, Allah SWT akan selalu menunjukkan jalan kepada umat–Nya. Wallahualam bisshawab.

(Rifky Prayanta)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s