Musik Kampus Malang MKM: “Ayas, Umak Ng’indie”


gambar1

Band Junior 90’s sedang menyanyikan lagu berjudul Bosan Jadi Pegawai yang merupakan ciptaan sendiri Sabtu (24/4) pada acara Kampus Ngalam Ng’Indie vol:7

“Jangan sebut diri anda musisi kalau belum bisa menghargai musik indie!”

Bertolak pada pernyataan Band Junior 90’s tersebut, sepatutnya kita berkenalan lebih dalam dengan musik Indie, salah satunya melalui Acara Kampus Ngalam Ng’indie yang diadakan oleh Musik Kampus Malang (MKM). MKM merupakan gabungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) musik se-Malang raya, termasuk UKM Seni Theatrisic Politeknik Negeri Malang (Polinema). Kampus Ngalam Ng’indie vol. 7 yang bertema “Show Up for Togetherness” berlangsung di Graha Theater Polinema dalam nuansa klasik retro. Sebanyak 23 Band Indie dan bintang tamu Band Savor berparade sejak pukul 12.00 hingga 21.00 WIB, Sabtu (24/4). Tidak hanya musik, ada juga tari pertunjukan melukis berjudul “Moral” persembahan dari UKM Seni Theatrisic.

gambar2

Imanda Rahmat Dito, anggota UKM OPUS sekaligus sie dekorasi Kampus Ngalam Ng’Indie menunjukkan karyanya yang bertuliskan Kampus Ngalam Ng’Indie sembari berpose di Photobooth acara.

Nafi Kurniawan, Ketua Divisi Band UKM Seni Theatrisic berpendapat, Indie adalah musik yang idealis dan ekspresif karena indie berpegang pada musiknya. Tidak seperti musik label major yang lebih mengikuti selera pasar, indie cenderung memproduksi dan menjual karyanya sendiri tidak mengikuti selera pasar. Pendapat yang sama disampaikan Imanda Rahmat Dito, salah satu panitia acara sekaligus anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Organisasi Pecinta Musik (OPUS) Universitas Negeri Malang (UM) yang lebih condong ke Musik Indie. “Musisi indie tidak perlu memandang genre atau selera pasar, cukup menjadi out of the box. Meski ketika musik label major dan indie dalam satu tingkat yang sama, jika kita berani berbeda kita akan dapat bersaing dan memiliki pendengar tersendiri,” tutur Dito.

Apresiasi terhadap musik indie berbeda di tiap daerah, di Probolinggo apresiasi untuk musik indie cukup tinggi, kecuali genre metal. Dito menambahkan, di Malang sendiri apresiasi masyarakat mulai meningkat. “Kami bukan hanya berekspresi, tapi juga menghibur karenanya kami perlu dihibur dengan apresiasi masyarakat. Meski demikian, bagaimana pun apresiasi yang ada kami akan tetap berkarya,” terang Syarif, vokalis Junior 90’s. (diatama, galuh, mifta)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s