Puisi, Wujud Ekspresi Diri


IMG-20160416-WA0004

Penampilan Deni Hardika dari Program Studi D3 Teknik Sipil dalam acara Pekan Olahraga dan Seni 2016 Cabang Puisi, Sabtu (16/04).

Lomba puisi dalam acara Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) 2016 yang dilaksanakan di Gedung AG lantai 1 Politeknik Negeri Malang (Polinema), Sabtu (16/04). Acara yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Theatrisic ini berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Sebanyak 21 peserta dari tiap jurusan di Polinema mengikuti lomba ini namun hanya 15 orang yang hadir dikarenakan tidak datang ketika acara berlangsung dan Technical Meeting. Terdapat 2 puisi yang harus dibawakan oleh peserta yaitu puisi wajib dan pilihan. Pada puisi wajib terdapat 5 pilihan yakni, Asmaradana, Selamat Pagi Indonesia, Jembatan, Doa Orang Lapar, dan Ibu yang dapat dilihat pada website resmi UKM Seni Theatrisic yaitu senitheatrisic.blogspot.com.

Nadine Angelique Diandra selaku penanggung jawab lomba puisi mengatakan, “Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk menggali potensi dan bakat Mahasiswa sekaligus serangkaian acara Dies Natalis Polinema”. Penilaian lomba puisi terdiri dari penghayatan, mimik, penampilan, pelafalan, dan intonasi, dimana setiap kriteria dengan skor maksimal 5 poin. Sedangkan tim juri dari acara ini adalah 2 orang dari Komunitas Ruang Karakter. Juara pertama diraih oleh Akhmad Shohibul Fadilah perwakilan Jurusan Teknik Elektro yang mendapat sertifikat dan uang sebesar Rp. 175.000,00. Aisyah Nur Rizki Dwi P. perwakilan dari Jurusan Teknik Kimia meraih juara kedua yang memperoleh sertifikat dan uang sebesar Rp. 150.000,00. Sedangkan juara ketiga diraih oleh Irvan Dwi Junianto dari Jurusan Teknik Kimia dengan hadiah berupa sertifikat dan uang sebesar Rp. 125.000,00.

Menurut Zainatul Ummah peserta dari Jurusan Teknik, persiapan untuk menghadapi lomba adalah mencari judul yang sesuai dengan pribadi pembaca puisi, membaca dan menghayati setiap bait berulang kali. “Semoga acara ini bisa diadakan rutin setiap tahun, semakin menarik banyak peserta meski puisi dipandang tidak populer daripada cabang lomba yang lain seperti pop singer dan fotografi,” tutur Nadine. Akhmad Shohibul Fadillah salah satu peserta menambahkan, “Saya sangat mendukung adanya acara ini karena bisa menyalurkan bakat non akademik Mahasiswa Polinema, semoga juara dari acara ini tidak berhenti di Polinema saja tetapi juga dapat mewakili ke tingkat yang lebih tinggi.” (Sigit Cavalera)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s