“METAMORFOSIS”, PESONA PENTAS TEATER TUMBUH


Gambar 1

Penampilan Sutradara Athenk Nasihin Noor (kiri) yang juga berperan sebagai Aktor dalam Pementasan berjudul “Metamorfosis : Balada Tuhan dalam Diam”. (NH)

Pentas perdana Teater Tumbuh, salah satu grup teater Malang berlangsung di Graha Teater Politeknik Negeri Malang (Polinema), Selasa (12/04). Acara ini merupakan pentas keliling pertama di tahun 2016 yang bekerja sama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Theatrisic Polinema. “Metamorfosis : Balada Tuhan dalam Diam” merupakan judul yang dipilih dalam pentas ini dan disutradarai oleh Atenk Nasihin Noor anggota dari Teater Tumbuh. Acara dimulai sejak pukul 19.00 WIB yang dihadiri oleh mahasiswa umum dan beberapa tokoh kesenian di Malang, seperti M.Berlian (disapa Bang Ber), Bapak Sutak yang merupakan guru dari Atenk, budayawan tradisional Hasyim Amir.

Pembacaan puisi “Aku dan Kenangan” dan “Kemerdekaan tanpa Cinta” yang diiringi nyanyian lagu oleh mahasiswa UKM Seni Theatrisic menjadi pembuka acara ini. “Saya akui pentas ini sangat menarik dilihat sejak pembukaan,” ungkap Pak Sutak. Acara dilanjutkan dengan pementasan oleh anggota Teater Tumbuh yang menceritakan tentang pentingnya menjalani sebuah proses dalam kehidupan. “Tujuan dari pentas ini tidak hanya ingin menyampaikan nilai kehidupan, melainkan juga memperkenalkan tokoh budayawan Malang yaitu Hasyim Amir yang tidak banyak dikenal orang meski karya beliau cukup melegenda,” terang Hanif, anggota  Teater Tumbuh. Salah satu hal yang berbeda antara acara ini dengan teater biasanya adalah keikutsertaan Atenk selaku sutradara sebagai pemain dalam pentas ini.

Gambar 2

Penampilan Musikalisasi Puisi dari Teater Kutu UKM Seni Theatrisic di Graha Theater Polinema, Selasa (12/04). (SA)

Persiapan pentas keliling sudah dilakukan sejak dua bulan sebelumnya, mulai penulisan naskah, pemilihan pemain, setting panggung, dan sebagainya. Hanif menjelaskan, “Kendala utama kami yaitu perombakan pemain beberapa kali sehingga Atenk selaku sutradara harus ikut terjun secara langsung sebagai pemain”. “Namun, hal ini tidak mengurangi kualitas teater yang disampaikan,” imbuhnya. Setelah pementasan selesai, dilanjutkan dengan sarasehan yang membahas seputar dunia teater dengan pembicara Atenk Nasihin Noor dan berlangsung selama satu jam. January Christy salah satu penonton mengungkapkan, meski inti cerita dari pentas disampaikan melalui cara yang unik tetapi dapat diterima oleh penonton dengan baik. Eka Faralina salah satu penonton mengharapkan, “Semoga pentas ini terus berlanjut, tetap eksis, dan berkualitas”. (Nur Hikmah, Syanne G.P., Saiful Anam)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s