CERET Vol.5 Selaraskan Rasa Kemanusiaan Antar Sesama


Penampilan band Tanda Tanya asal Malang dengan lagu berjudul Di Ujung Jalan dalam acara Concert Empathy Theatrisic (CERET) Vol.5 di depan Graha Polinema, Kamis (24/03).

Penampilan band Tanda Tanya asal Malang dengan lagu berjudul Di Ujung Jalan dalam kegiatan Concert Empathy Theatrisic (CERET) Vol.5 di depan Graha Polinema, Kamis (24/03).

Unit Kegiatan Mahasiswa Theatrisic (UKM Theatrisic) Politeknik Negeri Malang (Polinema) menyelenggarakan kegiatan Concert Empathy Theatrisic (CERET) Volume 5 yang bertemakan “Harmony for Humanity” di depan Graha Polinema, Kamis (24/03). Kegiatan berlangsung pada pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB yang dihadiri oleh mahasiswa Polinema dan masyarakat umum. Berbagai komunitas pemusik jalanan, komunitas Tabrak Warna yang bergerak di bidang seni rupa, Depapepe Malang, dan 5 Divisi Theatrisic merupakan pengisi acara kegiatan CERET tahun ini.

Tujuan kegiatan ini, selain untuk memperkenalkan 5 Divisi Theatrisic yaitu Divisi Tari, Divisi Band, Divisi Seni Rupa, Divisi Paduan Suara Mahasiswa (PSM) dan Divisi Teater, juga sebagai wadah berkreasi bagi seniman jalanan. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mengadakan penggalangan dana bantuan untuk Panti Asuhan An–Naba di daerah Kedungdalem, Malang. Dalam penggalangan dana bantuan, anggota UKM Theatrisic mengamen di sepanjang Jalan Soekarno – Hatta dan membuka stand makanan ketika kegiatan CERET berlangsung. Selain itu juga disediakan kotak amal di beberapa tempat duduk pengunjung apabila pengunjung hendak memberikan bantuannya. CERET vol.5 ini juga bekerja sama dengan beberapa media sosial seperti Pojok Polinema, Info UB, acaraapa.com, Event Malang, dan Pers Polinema. “Hal tersebut bertujuan agar publikasi penggalangan dana lebih luas dan banyak menarik perhatian minat pemberi bantuan yang dapat berupa uang dan pakaian”, jelas Dwi Kurniawan dari D3 Teknik Mesin selaku Ketua Pelaksana.

Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini CERET fokus pada komunitas yang bergerak di bidang sosial. “Harmoni berarti keselarasan. Setiap pengisi kegiatan memiliki latar yang berbeda, namun dapat bersatu dalam tujuan mulia”, jelas Dwi Kurniawan dari D3 Teknik Mesin selaku Ketua Pelaksana. “Kami seniman jalanan merasa dihargai dengan adanya kegiatan seperti CERET. Tidak hanya dapat mengekspresikan diri tetapi juga dapat berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan,” tukas Yossi, vokalis dari band Topeng Nusantara yang merupakan pemusik jalanan. Hal yang sama diungkapkan Cintya, pemilik stand makanan Ling Kue, “Kegiatannya keren dan kreatif, semoga CERET dapat bermanfaat bagi masyarakat dan tahun depan pengunjungnya lebih ramai lagi.”(Anissa, Diatama, Ma’rifatul)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s