Membuka Pikiran Mahasiswa Teknik Sipil dengan Kuliah Tamu dari Jepang


Jumat (05/06), Kuliah Tamu mata kuliah “Topik Khusus” Jurusan Teknik Sipil diisi pembicara Prof. Satoru Oishi dari Kobe University, Japan. Kegiatan ini diselenggarakan di ruang multimedia lantai empat Gedung Sipil. Peserta dalam kegiatan ini yakni dosen, mahasiswa tingkat dua dan perwakilan tingkat tiga Teknik Sipil. “Bagaimana Meramal Cuaca dengan Teknik yang Lebih Maju” merupkan materi yang dibahas dalam kegiatan ini.

Prof. Satoru memberikan penjelasan tentang pemanfaatan perubahan cuaca yang sering terjadi di Indonesia, salah satunya adalah perkiraan cuaca. Prediksi cuaca terkait dengan kehidupan sehari-hari di Indonesia. Dimana masih banyak ruang yang bisa dikembangkan supaya akurasi atau tingkat kepekatan menjadi lebih baik. Sehingga diharapkan dengan mengambil topik ini banyak mahasiswa yang mempelajarinya baik sebagai motivasi maupun topik untuk skripsi.

Prof. Satoru Oishi tengah memberikan materi dalam Kuliah Tamu Teknik Sipil di Ruang Multimedia

Prof. Satoru Oishi tengah memberikan materi dalam Kuliah Tamu Teknik Sipil di Ruang Multimedia.

Kedatangan Prof. Satoru Oishi  ke Indonesia dalam rangka penelitian dan survey juga pemenuhan undangan dari Universitas Brawijaya Malang, Jakarta, Yogyakarta dan salah satu agendanya ke Polinema (Politeknik Negeri Malang) untuk menjadi pembicara di Kuliah Tamu Jurusan Teknik. Beliau ditemani oleh Magfira Syarifuddin salah satu mahasiswa Kobe University datang ke Polinema. Ratih Indi Hapsari, Ph.D selaku dosen di Jurusan Teknik Sipil mengaku kendala yang dihadapinya yaitu memotivasi dosen dan mahasiswa untuk datang karena diadakan dalam bahasa Inggris. “Materinya menarik tetapi kurang mengerti bahasanya.” Ujar Deny salah satu mahasiswa Teknik Sipil.

“Dalam kurun waktu 10 tahun ini, untuk pertama kalinya kuliah tamu diisi oleh orang luar negeri” ungkap Ratih selaku dosen dan peserta Kuliah Tamu. Tujuan diambilnya pemateri dari luar negeri yakni untuk membuka pikiran mahasiswa dan dosen. Mengenalkan pada mahasiswa situasi komunikasi dengan orang asing, membiasakan mahasiswa untuk mulai mendengan bahasa Inggris. Manfaatnya mahasiswa dapat mengetahui teknik yang jauh lebih canggih daripada yang ada di Indonesia selain itu dapat pula membuka peluang untuk kerjasama dengan Prof. Satoru Oishi. (Dyah Permatasari dan Rahma Yuandera)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s