Lomba Mekanik SMK, Ciptakan Generasi yang Kompeten dan Percaya Diri


Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) menyelenggarakan Lomba Mekanik SMK (LMS) se-Jawa Timur. “Mewujudkan Individu yang Kompeten dan Percaya Diri dalam Menghadapi Persaingan di Dunia Industri maupun Perguruan Tinggi” merupakan tema yang diambil dalam acara ini. Sebanyak 299 peserta dari enam rayon di Jawa Timur, meliputi Surabaya, Malang, Kediri, Jember, Banyuwangi, dan Madiun mengikuti acara yang diselenggarakan di Aula Pertamina pada Minggu (26/04).

Terdapat enam juri dalam lomba ini, yang terdiri dari lima dosen jurusan Teknik Mesin Polinema dan satu dari Auto 2000 Toyota. Adapun hal yang diujikan dalam lomba ini diantaranya praktek sistem EFI ( Electronic Fuel Injection), menggambar sistem kelistrikan dan interview tentang otomotif. Hanric Muharka, ST., MT salah seorang dosen Teknik Mesin yang juri mengungkapkan bahwa ada empat kriteria penilaian diantaranya pemindah daya, bodysasi kelistrikan. “Kriteria penilaian yang dikembangkan masing-masing juri berbeda, salah satunya adalah menguji pengetahuan siswa mengenai kopling mekanik atau hidrolis, dan jenis pendingin seperti radiator maupun pendingin udara”, imbuhnya.

Sambutan Ir. Tundung Subali Patma MT., selaku direktur utama Politeknik Negeri Malang

Sambutan Ir. Tundung Subali Patma MT., selaku direktur utama Politeknik Negeri Malang

Hadiah yang diberikan untuk juara pertama yaitu dua juta rupiah, kedua 1,5 juta, dan juara ketiga 1 juta rupiah. Selain itu, pemenang juga mendapatkan trophy, sertifikat serta mendapatkan peluang untuk masuk Politekik Negeri Malang tanpa tes. Juara pertama diraih oleh SMKN 1 Turen, juara kedua dari SMKN Badegan Ponorogo, dan juara ketiga diraih oleh SMKN Sukorejo. “Saya harap dengan mengikuti lomba ini saya ingin mendapat pengalaman dan menjadi juara”, ujar Gesa Aldi Tama salah satu peserta lomba dari SMKN 1 Blitar.

Salah satu peserta sedang mengoperasikan alat saat perlombaan berlangsung.

Salah satu peserta sedang mengoperasikan alat saat perlombaan berlangsung.

Beny Abdul Aziz selaku ketua pelaksana acara berharap agar LMS menjadi acara bergengsi, serta lebih memperkenalkan lagi mengenai jurusan Teknik Mesin di lingkungan Polinema. Tidak hanya dikenal sebagai perguruan tinggi yang biasa saja tapi harus mempunyai ideal yang bergengsi. Selaras dengan hal itu Bapak Hanric Muharka pun menuturkan harapannya bahwa ada inovasi baru dari jurusan Teknik Mesin baik itu produk baru ataupun pengembangan dari yang telah ada, serta adanya penunjang sarana prasana untuk alat yang ada di jurusan Teknik Mesin. (Fatimah Dwi A.L dan Novie Dian Ardiyani)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s