Indonesia Bersiap untuk MEA


Minggu (26/04) stasiun televisi JTV mengadakan acara talkshow yang membahas persiapan Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Narasumber pada talkshow tersebut yakni Bapak Wahid Supriyadi selaku Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Ekonomi, Sosial dan Kebudayaan dan Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Ir Tundung Subali Patma MT. Talkshow bertempat di hotel Swiss-Belinn Malang pada pukul 16.00-17.00 WIB. Sebanyak 20 perwakilan mahasiswa Polinema menjadi peserta dalam acara tersebut.

Berikut ada hasil bincang-bincang talkshow tersebut :

1. Apa pengertian MEA tersebut ?

Bapak Wahid Supriyadi: “MEA adalah salah satu bentuk dari pilar dalam komunitas ASEAN, yaitu pilar Ekonomi dimana fungsinya untuk menciptakan kesejahteraan bersama. Berbeda dengan AFTA yang dalam arti sempitnya adalah perdagangan bebas, MEA berarti masyarakat yang termasuk ke dalam Negara-Negara ASEAN yang mengikuti AFTA tersebut”.

2. Bagaimana kesiapan masyarakat Indonesia dalam menghadapi MEA?

Bapak Ir. Tundung Subali Patma: “Dengan adanya MEA semangat dan motivasi bersaing masyarakat akan meningkat. Sehingga bisa mempersiapkan serta mengembangkan tenaga kerja di Indonesia yang berkualitas, karena sebenarnya Sumber Daya Manuasia kita banyak”.

3. Bagaimana peluang dari masyarakat Indonesia bersaing dengan negara lain?

Bapak Wahid Supriyadi: “Mengenai kesiapan masyarakat menghadapi MEA, sebenarnya Negara Indonesia sudah mampu. Sebagai contoh, Hasil Agrobisnis kota Malang, yaitu apel yang didukung iklimnya merupakan salah satu sumber daya yang mendukung terbukanya peluang menghadapi MEA. Contoh lainnya, yaitu alat pengupas kedelai otomatis yang diimpor langsung dari Malang Jawa Timur, di negara Jerman telah dimanfaatkan untuk industri pembuatan tempe.

4. Seperti apa peran Polinema yang telah dilakukan dalam menghadapi MEA?

Bapak Ir. Tundung Subali Patma: “Tugas dari Polinema memang untuk mencetak tenaga kerja ahli dan terampil yang berijasah, bukti dari kesiapan Polinema sendiri dalam mengahadapi MEA dapat dilihat dari jumlah mahasiswa yang sudah diterima kerja sebelum diwisuda. Tahun 2012 ada 75,60%, tahun 2013 ada 75,58% mahasiswa, dan pada tahun 2014 ada 81,28%, untuk sisanya mahasiswa yang belum bekerja ada yang berwirausaha sendiri maupun melanjutkan pendidikan.

5. Apa saja upaya yang dilakukan oleh Polinema dalam meningkatkat kualitas mahasiswanya?

Bapak Ir. Tundung Subali Patma: di Polinema tidak hanya mengajarkan kompetensi teknik khusus, tetapi pada setiap jurusan terdapat juga mata kuliah kewirausahaan yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan berwirausaha. Tak hanya itu, jurusan Akuntansi dan Administrasi telah membuka kelas bilingual, yaitu kelas yang memiliki porsi lebih dalam menggunakan bahasa inggris saat kegiatan perkuliahan. Langkah selanjutnya dari pihak Polinema adalah melakukan pengayakan kompetensi dan penyesuaian kurikulum sesuai dengan jurusan masing-masing. Serta mendorong lulusan Polinema untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya”.

Talkshow berlangsung selama kurang lebih satu jam. Acara talkshow diakhiri dengan sesi tanya jawab. Himbauan yang disampaikan oleh Bapak Wahid Supriyadi “agar masyarakat Indonesia lebih kompetitif dalam menyikapi MEA, bulatkan tekad serta jadikan MEA sebagai tantangan untuk berkompetisi dan berinovasi. “How to develop and how to inovate” kita harus percaya bahwa selalu ada celah untuk selangkah diatas”, tuturnya menutup bincang-bincang talkshow beberapa hari yang lalu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s