Musik Edukasi Memeriahkan Kenduri Kebudayaan Polinema


Sabtu (6/12) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan UKM Kerohanian Islam (RISPOL) Politeknik Negeri Malang menggelar salah satu kegiatan dari pekan keagamaan yaitu Kenduri Kebudayaan. Kegiatan yang wajib dihadiri oleh mahasiswa baru ini berlangsung di Graha Polinema. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Kenduri Kebudayaan ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi yang pertama yaitu musik edukasi yang dimulai pada pukul 08.00 WIB kemudian dilanjutkan dengan Kenduri Kebudayaan pada pukul 19.00 WIB.

Ramainya mahasiswa Polinema yang menghadiri acara Musik Edukasi bersama Letto (6/12).

Ramainya mahasiswa Polinema yang menghadiri acara Musik Edukasi bersama Letto (6/12).

Teknologi Peradaban menjadi tema dari Kenduri Kebudaayan tahun ini. Tujuan dari tema tersebut untuk membuka pikiran mahasiswa baru tentang teknologi peradaban. “Alasan mengapa Letto dipilih sebagai pengisi acara karena kekompakannya yang patut diapresiasi dan bisa membagi ilmu untuk menumbuhkan semangat belajar mahasiswa Polinema,” ujar Muhammad Rifky Fahreza selaku ketua pelaksana acara ini. “Harapan saya untuk persiapan kenduri kebudayaan tahun depan publikasi lebih dimatangkan dan antusias peserta lebih ditingkatkan,” tambahnya.

Terlihat senyum Pak Tundung selaku Direktur Polinema saat mengisi sambutan dalam acara Musik Edukasi (6/12).

Terlihat senyum Pak Tundung selaku Direktur Polinema saat mengisi sambutan dalam acara Musik Edukasi (6/12).

Pemateri Musik Edukasi yaitu Noe Letto beserta manajemen Letto. Noe menyampaikan bagaimana kiat-kiat cara mengembangkan kreativitas pada diri mahasiswa. Selain memberi materi, Noe juga menyanyikan beberapa lagu Letto seperti Ruang Rindu, Sebelum Cahaya, dan Permintaan Hati. “Cinta itu berawal dari rindu, cinta tidak bisa datang jika tidak ada rindu,” tutur Noe sebelum menyanyikan lagu ruang rindu.

Penampilan Letto saat mengisi acara Musik Edukasi di Graha Polinema (6/12).

Penampilan Letto saat mengisi acara Musik Edukasi di Graha Polinema (6/12).

Pada sesi kedua yaitu Kenduri Kebudayaan, Noe Letto kembali memberikan materi bersama Agus Sunyoto. Beliau merupakan seorang budayawan dan Dosen Universitas Brawijaya (UB). Penampilan grup banjari menjadi hiburan disela-sela materi. “Kenduri kebudayaan membentuk karakter mahasiswa terutama mahasiswa baru Polinema, agar bisa menghasilkan pikiran yang nantinya akan menghasilkan sebuah karya,” pesan dari Presiden BEM Polinema, Achmad Fahmi Amrullah. (Fatimah Dwi Ayu Lestari dan Wibby Bernaldi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s