KCIC 2014 Jembatani Polinema untuk Bersaing di Kancah Internasional


Image

Direktur Tundung Subali Patma dan Prof. Yasushi Kiyoki bersama-sama memukul bedug sebagai tanda dimulainya acara KCIC 2014.

Bertempat di Aula Pertamina Politeknik Negeri Malang (Polinema) tanggal 25 Maret 2014 pukul 08.30 WIB The Third Indonesian-Japanese Conferences on Knowledge Creation and Intelligent Computing (KCIC) kembali digelar.

Kali ini Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menggandeng Polinema untuk mengadakan konferensi internasional Indonesia-Jepang yang ketiga. Dibuka dengan dentuman bedug oleh Ir.Tundung Subali Patma selaku Direktur Polinema dan Prof. Yasushi Kiyoki dari KEIO University, Jepang, tampak begitu meriah. Setelah upacara pembukaan, acara yang dihadiri oleh perwakilan dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, KEIO University Japan, dan Politeknik Negeri Malang ini diadakan selama dua hari berturut-turut (25-26 Maret 2014).
Kerjasama yang pertama kali dirasakan oleh Polinema ini merupakan suatu kebanggaan. “Halo, apa kabar?” sapa Dr. Siori Sasaki dari KEIO University Japan dengan aksen Jepang yang masih kental saat memberikan sambutan pada acara pembukaan KCIC 2014 kemarin. Sembilan perwakilan dari KEIO University Japan terdiri dari peserta biasa, poster dan narasumber yang seluruhnya merupakan dosen.
Tujuan dari diadakannya acara tersebut salah satunya adalah untuk menyiapkan wadah bagi Polinema dan PENS untuk berpartisipasi dalam forum ilmiah internasional. Menurut Ratih Indri Hapsari selaku ketua pelaksana acara tersebut memiliki sedikit perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya, perbedaannya terletak pada exhibition poster yang diikuti oleh dosen serta mahasiswa dari Polinema, PENS dan bahkan dari Perancis, total keseluruhan peserta poster sebanyak 26 peserta, untuk penyaji makalah sebanyak 22 peserta dan peserta biasa sebanyak 30 peserta.
“Cultural Knowledge Co-Creation” menjadi kunci perbincangan pertama oleh Profesor Virach Sornlertlamvanich. Beliau merupakan Profesor Tamu di KEIO University Japan dan merupakan Advisor di Asosiasi Promosi Teknologi Thailand-Jepang di Thailand. Perbincangan tersebut berakhir pukul 10.30 WIB dan dilanjutkan dengan presentasi paralel di tiga tempat, yaitu Aula Pertamina, Gedung AC dan Gedung AH. “Ya pastinya nervous, apalagi saya juga belum tahu KCIC tahun-tahun sebelumnya,” tutur Irene Erlyn Wina Rachmawan, salah satu speaker yang merupakan mahasiswa PENS.
Tidak jauh berbeda dari hari pertama, acara dihari kedua diawali dengan Keynote Speech Program oleh Dr. Agus Zainal Arifin dan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan gagasan-gagasan dari para peserta. Acara pun berakhir pada pukul 12.00 WIB. Setelah itu, para dosen dan mahasiswa dari KEIO University Japan dan PENS diajak ke Kota Batu untuk melepas penat sekaligus sebagai penutup dari acara yang diadakan selama dua hari di Malang ini. (fir, zky)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s