Pertarungan SMA/SMK se-Jawa Timur dan Bali di Ajang ASEC


Image

Panitia sedang membacakan peraturan lomba dalam ajang ASEC, Sabtu kemarin (30/11).

Malang, 30/11. Tidak seperti biasanya, kampus biru yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta No. 9 nampak ramai meski pada hari Sabtu. Ternyata pada hari itu berlangsung kegiatan yang diadakan oleh HMA (Himpunan Mahasiswa Akuntansi). Acara ini bertajuk ASEC (Accounting Skill and English Competition) dan bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa SMA/SMK sederajat di bidang akuntansi dan juga kemampuan berbahasa Inggris. Dengan peserta pendaftar yang berjumlah 312 SMA/SMK sederajat, hal ini bisa dibilang mengesankan mengingat undangan yang disebar sejumlah 360 undangan. Menurut ketua pelaksana, Hafidatun Nisa, acara yang diadakan di Aula Pertamina ini cukup sukses dengan 160 peserta. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB melombakan dua ajang, yakni Olimpiade Accounting (olimpiade akuntansi) dan Speech Contest (kontes pidato berbahasa Inggris).

Peserta yang datang berasal dari berbagai daerah, khususnya Jawa Timur dan Bali memiliki motivasi yang berbeda-beda dalam mengikuti olimpiade akuntansi. “Kami ikut ASEC demi memudahkan masa depan karena nantinya pemenang akan mendapat kemudahan untuk diterima di kampus Politeknik Negeri Malang,”  tutur Hasnah, siswi SMAN 1 Blitar. Perjuangan Hasnah yang datang dari Blitar dengan menaiki kereta api selama empat jam bersama 22 temannya ini perlu diapresiasi apalagi mereka datang tanpa didampingi guru pembimbing demi mengikuti olimpiade ini. Hasnah juga berharap agar ke depannya panitia memberi fasilitas seperti penginapan. Walaupun biaya pendaftaran ditambah, peserta tidak akan keberatan karena sulit mencari penginapan yang murah dan mendadak. Namun di lain sisi, panitia sebenarnya juga telah merekomendasikan beberapa hotel yang dekat dengan kampus Polinema.

Acara yang dipersiapkan kurang lebih selama tiga bulan ini relatif berjalan dengan baik meski ada beberapa keluhan dari peserta olimpiade, yakni mengenai lamanya pengumuman hasil babak pertama. “Sebenarnya acara sudah sangat baik, akan tetapi jadwal yang molor membuat para pendamping dan peserta merasa jenuh,”  tutur Bu Sulami, salah satu pendamping asal SMKN 2 Blitar. Hal ini dimaklumi panitia karena target panitia hanya 160 peserta yang pada kenyataannya adalah dua kali lipat dari target awal. Bu Sulami juga menyesalkan karena dari SMK-nya hanya mengirim satu peserta saja karena mengira setiap sekolah hanya boleh mengirimkan satu delegasi saja. Beliau berharap di tahun depan dapat mengirim anak didiknya lebih banyak lagi untuk mengikuti kegiatan seperti ini dan juga dari pihak panitia memberi intruksi yang lebih jelas untuk  surat undangan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Harapan dari ketua pelaksana adalah kegiatan ini tidak hanya tingkat Jawa Timur dan Bali akan tetapi  ke depan, harus bisa ditingkatkan menjadi tingkat nasional. (iky,zan,zha)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s