Jembatan Meraoke Rajai Kompetisi Model Jembatan Rangka Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang


Image

Wajah tegang menghiasi peserta saat menyaksikan juri mengukur kekuatan jembatan karyanya

Rabu, 30 Oktober 2013 Jurusan Teknik Sipil Polinema mengadakan acara “Kompetisi Model Jembatan Rangka Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang”. Acara yang rutin diadakan dua tahun sekali ini merupakan yang ke-4. Selain Lomba membangun jembatan rangka, acara yang memperebutkan hadiah jutaan rupiah ini juga dimeriahkan dengan “Lomba Inovasi Tahun 2013” yang diikuti oleh mahasiswa jurusan teknik sipil dengan berbagai karya kreatifnya. Lomba kreativitas ini mengedepankan pemanfaatan bahan bekas untuk ide-ide kreatif yang akan mereka ajukan.

Tepat pukul 8 pagi bertempat di Graha Theater Polinema , acara ini dibuka langsung oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil, Drs. Susapto, MT. Acara bertemakan “Jembatan Rangka Lintas Nusantara” seharusnya diperuntukkan untuk siswa SMA/SMK/MAN sederajat se-Jawa Timur namun karena mengalami kendala di publikasinya, sehingga pada tanggal 7 September,  lomba ini dialihkan kepada Mahasiswa Baru Jurusan Teknik Sipil Polinema. Meski begitu, pemindahan peserta lomba ini tidak mengurangi keseruan lomba, namun semakin meningkatkan level kompetisinya. Acara ini diharapkan menumbuhkan kreatifitas mahasiswa baru, ditambah lagi tanpa adanya dosen pembimbing mahasiswa akan belajar kemandirian di kompetisi ini.

“Segala bahan yang diajukan oleh peserta lomba telah disediakan oleh panitia. Panitia acara ini sendiri adalah Dosen dari Jurusan Teknik Sipil dan bantuan dari Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMS). Kendala acara ini adalah saat publikasi bersamaan dengan kegiatan orientasi mahasiswa baru”, jelas Pak Joko Setiono selaku Ketua Pelaksana Lomba Jembatan Rangka ini.

Dengan kriteria yang disyaratkan oleh dewan juri yang merupakan Dosen Struktur dan Dosen Arsitek mereka sendiri, Akhirnya terpilihlah jawara lomba Jembatan Rangka Lintas Nusantara ini, yaitu tempat pertama ditempati jembatan bernama “Meraoke” yang dibuat oleh mahasiswa dari kelas Manajemen Rekayasa Konstruksi 3. Sedangkan juara 2 ditempati “Gatot Kaca” dari Teknik Sipil 1C dan diikuti ditempat ketiga oleh “Tebu Ireng” dari Teknik Sipil 1A. Di cabang lomba yang lain yaitu Lomba Inovasi Tahun 2013, juara 1 jatuh pada kelompok 8 yang membuat “Alternatif Model Bauwpass Set” yang merupakan  alat Pengukur kedataran bangunan pengganti dari kayu yang biasa digunakan. Alat ini terbuat dari kombinasi alumunium dan stainless. Posisi 2 diisi kelompok 3 yang membuat karya berjudul “Pemanfaatan Kardus Bekas sebagai Bahan Utama Pembuatan Cardboard Furniture”, kontestan dari mahasiswa tingkat II ini memiliki ide kreatif mengolah limbah kardus menjadi suatu furniture yang kokoh dan bernilai seni. Juara 3 diraih Kelompok 10 yang membuat karya “Pemanfaatan Kertas Bekas sebagai Bahan Bekisting”. Kelompok ini memiliki konsep dasar yang hampir sama dengan Kelompok 3 yakni mendayagunakan limbah yang tidak terpakai dan melimpah. Tim ini mencoba merubah kebiasaan penggunaan kayu sebagai bahan bekisting(alat pencetak beton).

DSC_0224

Kursi dari limbah kardus karya mahaiswa tidak kalah kuat dengan kursi kayu

Semoga acara berikutnya yang insyaallah akan diserahkan kepada Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil dua tahun kedepan memotivasi Rakyat Sipil agar lebih kreatif, berdaya guna dan variatif. “Saya berharap karya anak-anak ini tidak hanya sampai di sini, namun nantinya dapat dijadikan referensi Tugas Akhir mahasiswa dan dikembangkan agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat masa kini”, ungkap Pak Joko Setiono.(kompen-zky,bud)

Berikut adalah peserta Lomba Jembatan Rangka:

  1. Kelas 1A dengan judul “Tebu Ireng”
  2. Kelas 1B dengan judul “JKT 48”
  3. Kelas 1C dengan judul “Gatot Kaca”
  4. Kelas 1D dengan  judul “Ampera”
  5. Kelas 1E dengan judul “Sirathal Mustaqim”
  6. Kelas MRK 1 dengan judul “Pelangi Nusantara”
  7. Kelas MRK 2 dengan judul “FM”
  8. Kelas MRK 2 dengan judul “FAO”
  9. Kelas MRK 3 dengan judul “Merauke”
  10. Kelas MRK 4 dengan judul “FKMR”

Sedangkan peserta Lomba Inovasi, sebagai berikut:

  1. Kelompok 1 (Firdaus Dwin Hudan dan Sabdo Hari Mukti) dengan karya “Model Atap Geser”
  2. Kelompok 2 (Muhammad Fatikh dan Suhana) dengan karya “Pemanfaatan Lumpur Lapindo dan Styrofoam sebagai Alternatif Bahan Campuran”
  3. Kelompok 3 (Richo Refanda dan Yulvan Chairil Atovani) dengan karya “Pemanfaatan Kardus Bekas sebagai Bahan Utama Pembuatan Cardboard Furniture”
  4. Kelompok 4 (Novita Ike dan Riyana) dengan karya “Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Plafon atau Partisi Dinding”
  5. Kelompok 5 (Sofyan Ali Pradana dan Hananta) dengan karya “Beton Sejuk”
  6. Kelompok 6 (Tri Suseno dan Dedy Kurniawan) dengan karya “Inovasi Beton menggunakan Sekam Padi dan Pecahan Genting”
  7. Kelompok 7 (Dea Nova Putra dan Akbar Imam) dengan karya “Pemanfaatan Limbah Styrofoam sebagai Bahan Tambah Pembuatan Plafon Gypsum”
  8. Kelompok 8 (Devan Chancera dan Angga Eka) dengan karya “Alternatif Model Bauwpass Set”
  9. Kelompok 9 (Setyo Lesmono dan Ahmad Bastomi) dengan karya “Paving Berlapis Limbah Marmer”
  10. Kelompok 10 (Muhammad Suyanto dan Ahmad Bastomi) dengan karya “Pemanfaatan Kertas Bekas sebagai Bahan Bekisting”.

Advertisements

2 responses to “Jembatan Meraoke Rajai Kompetisi Model Jembatan Rangka Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

  1. Seneng gitu baca artikel ini..
    Good Job HMS & Arek2 Sipil Polinema.
    Lanjutin terus! Moga Event2 berikutnya makin bagus, makin kreatif, makin luar biasa! Sukses!
    😀

    HM-Sipil’09

  2. Terimakasih 🙂
    Iya, semoga arek sipil, arek-arek Polinema semakin berjaya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s