Rindam v adakan lomba PBB, Arhanud pulangkan puluhan Maba


DSC_6522

Barisan yang rapi jadi kriterian utama penilaian (foto:Raditya H)

Jumat,6/9/2013Sama seperti tahun-tahun sebelumnya rindam v yang tahun ini menjadi lokasi Latihan Dasar Kedisiplinan(LDK) bagi mahasiswa baru jenjang DIII mengadakan lomba peraturan baris berbaris atau biasa disingkat PBB tingkat peleton. Lomba ini diikuti 17 pleton yang berasal dari 5 kompi yang semuanya merupakan maba jenjang DIII. 1 peletonnya diisi 31 maba.

Mereka yang mengikuti lomba ini merupakan peserta LDK yang telah disaring dari ribuan peserta LDK lainnya. “Kami yang mengikuti lomba latihan sampai jam 10 malam, tapi kami diberi keringanan untuk tidak bertugas jaga serambi di tengah malam”, ujar salah satu peserta dari peleton 4 kompi E.

Acara ini berlangsung cukup lama, dimulai pukul 7.30 hingga pukul 15.00. Dibawah terik matahari peserta mencoba bertahan dan berjuang untuk fokus. Beberapa peleton melakukan formasi dan gerakan dengan sempurna, tapi tak sedikit juga yang melakukan salah gerakan dari aba aba komandan peleton mereka. Gerakan dasar seperti jalan di tempat, hormat, periksa kerapian, dan lain-lain ditunjukkan oleh setiap peleton. Tiap-tiap peleton diberi waktu maksimal 18 menit untuk memamerkan kebolehan mereka.

Kekompakan,  keseragaman, kesempurnaan gerakan menjadi poin penting penilaian. Peran komandan peleton(danton) sangat penting disini. Ketepatan aba-aba juga merupakan kriteria penilaian yang cukup besar. Pengumuman pemenang sendiri baru akan diumumkan keesokan harinya saat upacara penutupan.

Dihari yang sama maba-maba dari DIV sedang berlatih di Arhanud untuk lomba yang sama keesokan harinya. Arhanud baru tahun ini digunakan sebagai tempat LDK , sebelumnya LDK ditempatkan di Bedali, Lawang.

DSC_6772

Peserta menyanyiakan yel-yel untuk mengusir kepenatan (Foto:Raditya H)

Arhanud sendiri telah memulangkan puluhan maba karena alasan yang bermacam-macam. “Ada sekitar 40 maba yang pulang, mereka pulang rata-rata karena sakit, ada yang dapat panggilan STAN, ada yang kerja dan lain-lain. Selain itu ada puluhan maba juga yang sakit tapi masih bertahan disini”, terang salah satu pelatih yang bertugas. Banyak diantara yang sakit itu memang sakit sebelum LDK dimulai, mereka beralasan lelah setelah adanya pra study di jurusan masing-masing. “Seharusnya setelah pra study itu ada jeda sekitar 3 hari, baru kita siap menghadapi LDK”, jelas salah satu peserta yang sakit namun bertahan di Arhanud. (rdt)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s