BERZIARAH KE MAKAM PROKLAMATOR


“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai perjuangan pahlawannya.”

Menghargai dan mengenang jasa pahlawan sangat perlu dilakukan oleh generasi penerus bangsa, hal ini dilakukan karena hanya itulah yang dapat kita lakukan sekarang, jika dahulu kala pahlawan berperang melawan penjajah, sekarang kitalah yang berperang, namun bukan melawan penjajah, tetapi melawan budaya asing yang mencoba membuat identitas kita menjadi blur.  Napak tilas kemerdekaan Republik Indonesia juga bisa dilakukan. Misalnya dengan mengenang sosok pahlawan proklamator Indonesia, Ir. Soekarno atau yang sering disebut Bung Karno. Untuk melihat kiprah dan perjuangannya, kita bisa datang ke Museum Persada Soekarno di Blitar, Jawa Timur.

Image

Halaman depan museum Bung Karno

Halaman yang luas dan bersih membuat para pengunjung tak ingin segera meninggalkan tempat ini, di bagian tembok pembatasnya pun terdapat relief yang bergambar tentang kehidupan Bung Karno. Ketika memasuk kompleks museum, para pengunjung bakal disambut patung Bung Karno yang sedang duduk sambil memegang buku, sedangkan di bagian belakang patung disiapkan pemandangan berupa taman air yang dilengkapi relief perjalanan sejarah Indonesia di dindingnya.

Image

Patung raksasa Sang Proklamator

Ada tiga objek yang dapat dikunjungi di kompleks itu, antara lain museum dokumentasi Bung Karno, perpustakaan dan makam Bung Karno. Di dalam museum, dipajang berbagai macam benda milik Bung Karno atau yang berkaitannya dengan dirinya, seperti koper bersejarah yang selalu dibawa-bawa Bung Karno kemana pun dia pergi, foto dan lukisan diri, buku-buku dan perangko yang diterbitkan untuk mengenang jasa Bung Karno.

Saat memasuki museum dokumentasi Bung Karno, pertama kali pengunjung akan melihat lukisan Bung Karno karya IB Said yang kontroversi, dikabarkan bahwa lukisan tersebut dapat bergetar (berdenyut) tetap di bagian dada kiri Bung Karno.

Image

Lukisan Bung Karno yang dapat berdetak

Banyak cerita yang bisa didapat ketika kita mengamati galeri foto-foto Bung Karno, mulai dari beliau semasa kecil sampai berhasil memerdekakan Indonesia. Tak luput, foto kehidupan pribadinya juga sebagian bisa kita saksikan di sana. Museum yang diresmikan tanggal 3 Juli 2004 ini buka hingga pukul 16.00 WIB dan berada di sebelah kiri di bagian depan kompleks, sedangkan bagian kanan merupakan perpustakaan.

Sedangkan makam Bung Karno berada di bagian belakang kompleks setelah taman air. Ketika menuju makam, para pengunjung akan melewati pintung gerbang dengan desain seperti pura, sedangkan makam Bung Karno berada di tengah-tengah bangunan yang menyerupai Rumah Joglo.

Pada hari libur, banyak pengunjung yang sengaja berziarah dan berdoa di makam bung Karno. Bagi yang ingin nyekar atau tabur bunga, di sekitar makam banyak ditemui penjaja bunga dengan harga berkisar antara Rp10.000-15.000. Sementara itu, para pengunjung tidak dipungut biaya untuk mengunjungi kompleks museum presiden pertama Indonesia itu. (ylv)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s