LKTI 2013 Bangkitkan Semangat Kualitas Sumber Daya Bangsa


Image

Penyerahan: Para pemenang menerima hadiah di ajang LKTI 2013

(3/07) ,Lomba Karya Tulis (LKTI) kembali didakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa di 2013 ini. Acara yang berlangsung di  aula Pertamina Politeknik Negeri Malang mulai pukul 08.30-16.00 ini mengangkat tema “Mengukir Karya Untuk JATIM Berteknologi Tepat Guna Dengan Memanfaatkan Sumber Daya Sekitar” dan telah sukses menarik minat ratusan peserta dari berbagai SMA/SMK se-JawaTimur. Tujuan acara dari LKTI ini sendiri adalah untuk meningkatkan potensi-potensi terpendam dan meng-explornya dengan mengandalkan teknologi tepat guna yang kedepannya bias bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Acara yang di diikuti siswa dari sekolah-sekolah se-Jawa Timur ini menggunakan sistem kelompok dan tiap kelompoknya terdiri dari 2-3 orang. Dengan melalui berbagai tahapan yaitu diawali dari pengumpulan formulir pendaftaran disertai pengumpulan makalah yang berakhir pada tanggal 20 Juni lalu. Kemudian masuk kedalam tahap kedua pada tanggal 28 Juni yaitu pengumuman sepuluh besar. Lalu tahap ketiga yang tepatnya berlangsung pada tanggal 2 Juni diadakan technical meeting di ruang teleconference  gedung AF dan tahap terakhir yaitu presentasi sehingga pada akhirnya terpilih 10 finalis dari sekolah-sekolah terbaik se-JawaTimur.

Ketua pelaksana M. Miftakh J mengungkapkan,”Acara yang sudah berlangsung keduakalinya di Politeknik Negeri Malang ini mendapat respons dan dukungan penuh dari atasan yaitu Pembantu Direktur III bapak Halid Hasan M.Strat.Hrm dan dari jumlah peserta yang mendaftar yaitu 21 peserta saya merasa yakin dan optimis bahwa acara tersebut akan sukses dan berjalan dengan lancer sampai akhir nanti.”

Briket limbah nanas dan kulit buah yang diambil sebagai tema oleh kelompok yang berasal dari SMAN 2 Kediri telah mengukir prestasi diajang LKTI Polinema 2013 ini dengan meraih peringkat 1. Untuk itu mereka berhak atas uang pembinaan, piala, serifikat, dan rekomendasi masuk polinema tanpa tes.

“Kami mengambil tema ini karena di kota Kediri sendiri banyak perkebunan nanas yang  hanya 53% dari bahan tersebut terpakai dan sisanya 47% dibuang sia-sia dari penelitihan Dirktorat Gizi Departmen Kesehatan Indonesia tahun 2008. ”Ungkap Amalia Nur Zahra sebagai ketua saat ditanya soal dari mana asal tema tersebut.“Dan kita sebagai generasi muda harus bisa memutar ulang dari bahan yang tidak bermanfaat menjadi bahan yang berkualitas  bagi kita dan masyarakat.”tambahnya.

Meskipun dengan optimisme seperti itu masih banyak juga kendala yang dihadapi oleh peserta , salah satunya adalah waktu . Harapan dari sang jawara ini adalah ide-ide LKTI tahun yang akan dating harus bias lebih selektif dan di tekankan pada suatu karya harus benar-benar original . (iza/dion)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s