Mahasiswa Tersengat Listrik dalam Praktek Bengkel


 Image

                MALANG – Seorang mahasiswa berinisial DF, mahasiswa Politeknik Negeri Malang Program Studi Sistem Kelistrikan tadi pagi, (02/7), dibawa ke poliklinik Polinema karena tersengat listrik saat mengikuti praktek instalasi di Bengkel Listrik Polinema Gedung AK.

                Kejadian ini bermula saat DF akan memulai untuk praktek instalasi listrik dan berencana mencabut kabel dari papan praktek yang telah dipakai mahasiswa sebelumnya, akan tetapi listrik yang bertegangan 380 Volt menyengatnya. Kejadian ini dikarenakan MCB pada drawer masih pada posisi ON walau pun Power Supply pada papan praktek sudah dimatikan sehingga DF pun tersengat dan mengalami lemas setelah tersetrum. Beruntung DF hanya mengalami syok dan cedera pada jari.

                “Mataku langsung gelap dan rasanya itu bergetar hebat di badan. Habis itu badan rasanya lemas dan nyeri kayak mau mati. Ini tangan juga luka,” ungkap DF sambil menunjukkan jarinya yang sedikit gosong.

                Setelah kejadian tersebut DF langsung dipulangkan ke rumah. Menanggapi hal tersebut, Dosen Instalasi Drs. Abdul Manaf, MMT mengatakan bahwa,”Sebaiknya mahasiswa lebih berhati-hati dan lebih disiplin.”  Jangan sekali-kali mencoba rangkaian dan komponen sebelum diinstruksikan oleh pembimbing mata kuliah. Tidak hanya untuk mata kuliah Instalasi Listrik, namun juga untuk kuliah yang lain.

                Beliau menambahkan, sebaiknya pada drawer diberi tombol emergency agar jika terjadi kecelakaan misalkan tersetrum maka tombol tersebut bisa langsung ditekan untuk menghindari cedera lebih lanjut.

                Dihimbau bagi seluruh mahasiswa agar lebih mengutamakan keselamatannya dalam menjalankan praktek, khususnya yang berhubungan langsung dengan listrik bertegangan. Karena tegangan 220 volt saja bisa menyebabkan meninggal dunia, apalagi 380 volt. Jadi jika bekerja dalam keadaan bertegangan tenaga kerja harus benar-benar paham akan bahaya listrik dan tidak boleh ceroboh. Listrik memang bahaya dan beresiko tinggi, tapi bukan untuk ditakuti jika kita memang bisa memperlakukannya dengan tepat dan bijak. (rtn)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s