Pesta Demokrasi Mahasiswa Polinema


Pemilihan Raya atau yang biasa disebut dengan Pemira merupakan salah satu program kerja Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) yang dilaksanakan setiap tahun. Pemira diadakan untuk memilih ketua umum DPM serta presiden dan wakil presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Pemilihan ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu dimulai dari interview, orasi, kampanye serta diakhiri dengan pemungutan suara atau pemilu.

Interview BEM dan DPM dilaksanakan secara bersamaan dan dihadiri oleh para ketua umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan lembaga tinggi Organisasi Kemahasiswaan Intra (OKI) Polinema di Kampus 1 Polinema. Tujuan interview ini adalah untuk memilih calon-calon ketua umum DPM, presiden dan wakil presiden BEM yang berkualitas dan mempunyai visi dan misi yang menunjang.

Setelah interview tertutup tersebut, terpilihlah dua calon ketua umum DPM yaitu Lailatul Amalia (Jurusan Akuntansi) dan Ridar Lukmantiya (Jurusan Teknik Mesin). Dari interview ini juga terpilih dua pasangan kandidat calon presiden dan wakil presiden BEM. Pasangan pertama adalah Faiz Nur Mashudi (Jurusan Teknik Mesin) dan Muhammad Rizal Andriansyah (Jurusan Teknik Elektro) sementara pasangan kedua yaitu Guntur Yanuar Astono (Jurusan Teknik Elektro) dan Kevin Permana (Jurusan Akuntansi).

DSC_9485

Pasangan Faiz dan Rizal

DSC_9528

Pasangan Guntur dan Kevin

Kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden tersebut maju ke tahap berikutnya yaitu orasi yang bertempat di Kampus 1 Polinema pada tanggal 30 November-1 Desember 2012. Orasi ini bersifat terbuka sehingga dihadiri oleh mahasiswa, ketua umum dan fungsionaris UKM, HMJ dan lembaga tinggi, serta alumni Polinema. Di tahap orasi ini setiap orang diberi kebebasan untuk bertanya pada para kandidat mengenai berbagai hal yang dapat menguji kualitas dan kredibilitasnya sebagai pemimpin tertinggi di BEM. “Orasi ini saya rasa kurang kondusif karena beberapa audience memberikan pertanyaan yang kurang berbobot sehingga hasilnya kurang maksimal,” ujar M. Refrian Ramadhan selaku ketua pelaksana Pemira.

Setelah tahap orasi, rangkaian acara Pemira untuk BEM dilanjutkan dengan kampanye selama satu minggu. Para kandidat diberi kebebasan untuk mengumpulkan dukungan dan memperkenalkan diri pada mahasiswa umum. “Promosinya kurang maksimal karena kurangnya penegasan dari panitia mengenai batas waktu pemasangan pamflet calon presiden dan wakil presiden BEM,” ujar salah seorang kandidat. Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana banyak pamflet yang tertempel di setiap mading mengenai kandidat presiden dan wakil presiden BEM sehingga mahasiswa Polinema akan mengerti siapa saja kandidat yang akan memimpin satu periode ke depan.

Berbeda dengan orasi kandidat BEM, kandidat DPM melakukan orasi yang disebut aklamasi. Orasi ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena pelaksanaannya bersifat tertutup yaitu hanya dalam lingkup DPM saja atau anggota intern DPM. Perubahan sistem ini dikarenakan perbedaan sistem recruitment DPM. Di tahun sebelumnya sistem recruitment DPM sama dengan UKM, HMJ, dan BEM yaitu membuka open recruitment dari mahasiswa umum. Sementara tahun ini anggota DPM merupakan delegasi dari masing-masing HMJ. Sistem recruitment ini dianggap sudah mewakili mahasiswa secara umum karena berasal dari delegasi masing-masing jurusan.

Aklamasi yang sekaligus dilanjutkan pemungutan suara ini berlangsung pada tanggal 7-8 Desember 2012 di sebuah villa di Batu. Dari hasil pemilu yang juga dilakukan anggota intern DPM terpilihlah Lailatul Amalia sebagai ketua umum DPM periode 2013/2014.

Berdasarkan hasil pemungutan suara oleh seluruh mahasiswa Polinema yang merupakan tahap akhir dari pemilihan raya untuk BEM, terpilihlah Guntur Yanuar Astono sebagai presiden BEM dan Kevin Permana sebagai wakil presiden BEM periode 2013/2014. Pemilu ini berlangsung pada tanggal 13 Desember 2012 di setiap jurusan dan 14 Desember 2012 di Sekber (Sekretariatan Bersama). Guntur selaku presiden BEM terpilih mengatakan proker pertama yang akan dilaksanakan yaitu sharing antara pimpinan dengan warga sekber serta mengumpulkan warga sekber agar terciptanya kerukunan dan keakraban bersama.

DSC_0169

Suasana penghitungan suara Pemira

DSC_0228

Ketua Umum DPM dan Pasangan Capres Cawapres BEM Terpilih

Pemilu merupakan salah satu wujud pelaksanaan demokrasi di Polinema. Namun kali ini berbagai pihak merasa pelaksanaannya kurang menjangkau seluruh lapisan mahasiswa karena kurangnya sosialisasi dan tidak adanya pamflet yang tertempel mengenai kandidat presiden dan wakil presiden BEM. Hal ini dapat dilihat dari sedikitnya jumlah surat suara yang disediakan dan diisi oleh mahasiswa. Tentu diharapkan pada periode selanjutnya pelaksanaan Pemira dapat menjangkau seluruh lapisan mahasiswa baik yang aktif  dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan maupun tidak. (mir, avi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s