UPT Bahasa Polinema Gelar Lomba Batik


Image

Hari Kamis lalu, 26/04/2012, pemandangan tidak biasa terlihat di Graha Teater Kampus 2 Polinema. Banyak orang asing berkeliaran dan panggung pun terlihat ramai. Selidik punya selidik, ternyata hari itu diadakan lomba membatik bagi mahasiswa asing dari berbagai perguruan tinggi di indonesia.

Program ini merupakan program tahunan dari BIPA (Bahasa Indonesia Penutur Asing) dan koordinator untuk acara ini adalah UPT Bahasa. Adapun koordinator pelaksananya adalah Bapak Sigit.

Peserta lomba membatik hari itu berasal dari 15 negara. Beberapa negara tersebut berasal dari Prancis, Madagaskar, Nepal, Thailand, Uganda, Vietnam, Azerbaijan, Jepang dan Hungaria. Adapun peserta berasal dari peguruan tinggi se-Jawa Timur. Pelatihan sekaligus lomba membatik ini hanya diadakan selama satu hari namun nampak ekspresi keantusiasan dari peserta.

Selain mengenalkan budaya indonesia pada mahasiswa asing, BIPA sendiri juga memberi pelatihan pada para mahasiswa asing ini untuk dapat berbicara bahasa indonesia dengan lancar dalam kurun waktu 12 bulan. Terlihat sekali mereka mulai fasih melafalkan bahasa Indonesia dalam suatu wawancara dengan kami.

Ketika salah satu peserta bernama Lubar yang berasal dari Azerbaijan (Eropa Timur) ditanya mengenai pendapatnya tentang batik, sambil tersenyum dia menjawab,”It can helps You to move out from depression (Batik bisa membuatmu keluar dari masalah depresi).” Lain lagi dengan Haja, mahasiswa asal Madagaskar ketika ditanya pendapatnya tentang batik, dia berkata,”It’s very amazing, because this is the first time for me (Ini benar-benar menakjubkan, karena ini pertama kalinya bagiku).”

Keantusiasan peserta bisa terlihat dari betapa seriusnya mereka untuk membatik kain mereka dengan indah. Ketika ditanya mengenai ketakutan batik diklaim oleh negara lain, Bapak Sigit selaku ketua pelaksana acara ini mengaku tidak ada ketakutan sama sekali karena acara ini hanya berlangsung satu hari dan tidak ada pelatihan lebih lanjut mengenai seni membatik ini.

Semoga dengan salah satu sarana ini, Batik Indonesia akan makin dikenal oleh masyarakat dunia. Sehingga tidak ada lagi kasus-kasus pencurian paten dalam bidang seni. (lupita/rachmat)

Image

photos by : rachmat wijaya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s