Demo Tolak Kenaikan BBM Hanya Ditonton Masyarakat


Image

Iring-iringan  massa menuju Lapangan Merdeka Merdeka Medan saat melintasi Jalan Raden Saleh, Senin (26/03). Ribuan massa dari berbagai elemen menolak kenaikan harga BBM, tumpah ruah di lapangan Merdeka Medan. Mereka menggelar aksi memprotes kebijakan pemerintah yang telah menaikkan harga BBM.(Berita Sore/irma)

MEDAN (Berita): Aksi demo menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)  oleh sekira 26 elemen masyarakat dan mahasiswa, Senin [26/3] berlangsung damai. Tak ada  bentrok maupun kerusuhan yang dikhawatirkan masyarakat sebelumya, apalagi penangkapan  pendemo oleh polisi seperti terjadi Kamis [22/3] lalu.

Lapangan Merdeka sebagai titik kumpul massa pendemo diperkirakan semula bakal  tumpah ruah, ternyata lengang. Itu karena mereka dalam melakukan aksi berorasi di beberapa  lokasi. Diantaranya, Bundaran Majestik dan Gedung DPRD Sumut. Bahkan objek vital yang  diperkirakan menjadi sasaran tempat unjuk rasa seperti Bandara Polonia, SPBU Petronas,  Jalan Tol Bandar Selamat, hingga pukul 12.50 wib siang tadi masih terlihat lengang.

Pantauan wartawan, sekira tujuh elemen masyarakat dan mahasiswa melancarkan  orasinya di Bundaran Majestik. Beberapa diantara mereka dari Gerakan rakyat dan Mahasiswa  Indonesia (GRMI), berdiri di atas tembok bangunan kolam pancur meneriakkan penolakan  kenaikan BBM.

Tak berapa lama datang serombongan mahasiswa dari BEM Universitas Dharma Agung  dengan membawa ban bekas kemudian membakarnya persis di persimpangan Jalan Guru Patimpus  menuju Jalan Gatot Subroto.

Kendati demikian arus lalu lintas berjalan lancar. Sejumlah  petugas kepolisian tampak siaga berjaga-jaga di sekitar lokasi. Sekira satu jam berorasi di  Bundaran Majestik, pendemo membubarkan diri dengan tertib.

Hanya Menonton

Aksi demo besar-besaran menolak rencana kenaikan harga BBM hanya ditonton  masyarakat yang kebetulan melintas di lokasi unjuk rasa. Padahal, para elemen mahasiswa  berunjukrasa untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
“Ah, manalah mungkin gara-gara demo ini BBM bisa gak jadi naik. Pemerintah pasti  gak peduli, buat apa ikut demo. Bikin capek, panas-panas gini,” kata Romi, pegawai swasta  di Jalan Gatot Subroto Medan.

Ketika aksi demo berlangsung, sejumlah masyarakat memang tampak berdiri di pinggir  jalan atau menghentikan kendaraannya sejenak menyaksikan aksi dan orasi para pendemo.

Mengantisipasi kerusuhan yang timbul dalam aksi demo massal, beberapa toko tutup di  seputaran rute dilalui pendemo, salah satunya Jalan Guru Patimpus dan Jalan Gatot Subroto.

Tak hanya pertokoan, ada juga sekolah yang memulangkan siswanya lebih cepat.  Perguruan Kristen Kalam Kudus Medan Jalan Mayang Medan memulangkan siswa-siswanya lebih  cepat terkait mengantisipasi aksi demo yang mungkin terjadi kerusuhan. “Pihak sekolah memang tidak ada meliburkan siswa. Tapi pagi tadi siswa-siswa yang  sudah datang ke sekolah dipulangkan lebih cepat. Mungkin karena ada demo,” kata Chandra,  satpam sekolah itu kepada wartawan.(aje)

sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s