Perjalanan surat dispensasi DDM Elektro 2011


Budaya terlambat. Mungkin budaya tersebut sudah mendarah daging pada setiap orang Indonesia. Banyak cerita tentang budaya terlambat, baik terlambat ke kampus atau terlambat soal sepele, seperti keterlambatan dalam penyebaran sepucuk surat dispensasi dalam acara DDM yang di adakan oleh himpunan.

Surat dispensasi bukanlah hal yang begitu penting bagi mahasiswa universitas, tapi bagi mahasiswa politeknik itu adalah hal yang penting , bahkan wajib karena kalau tidak ada keterangan saat kita meninggalkan kuliah, maka tahu sendirikan apa akibatnya? Kompensasi dari pihak kampus.

Rabu, 18 Mei 2011 ada acara DDM 2011 yang diadakan selama 2 hari dan di laksanakan sepenuhnya oleh himpunan. Tapi hari itu terasa sangat mepet sekali bagi panitia dalam penyebaran surat dispensasi, sehingga di pastikan terlambat dalam penyebarannya. Dalam menanggapi permasalahan tersebut banyak opini public yang tersebar di kalangan mahasiswa jurusan elektro, khususnya para peserta.

Menurut salah seorang mahasiswa program study managemen informatika kosentrasi multimedia yang berinisial M, menurut dia DDM tidak begitu penting karena banyak hasil dari acara ini yang tidak terealisasikan, tapi dia menyayangkan keterlamabatan sepucuk surat dispensasi yang terlambat disebar ke kelas – kelas peserta DDM. “masak surat dispen saja terlambat, sudah acaranya hanya janji – janji gombal saja, surat saja terlambat” menurut mahasiswa yang berinisial M tersebut.

Lain lagi kata mahasiswa lainnya yang kali ini juga tidak ingin disebutkan identitasnya, “sangat menyebalkan. Daripada terlambat, lebih baik tidak usah sekalian” kata mahasiswa tersebut menanggapi tentang keterlambatan surat dispensasi.

Menurut salah satu panitia ketika ditanya soal mengapa surat dispensasinya mengalami keterlambatan. Pihak panitia mengaku kalau emang ada keterlambatan penyebaran surat dispensasi karena waktu mengelist nama peserta yang ikut DDM itu terlalu mepet. Kenapa penyebarannya suratnya sekitar jam setengah 8? Kenapa tidak jam 7 kurang?. “rabu paginya baru kami fotocopy jam setengah 7, karena banyak fotocopy yang tutup” tuturnya. Di tambahkan lagi kalau hari dimana DDM akan di adakan, bertepatan setelah hari libur yang panjang. Ini menyebabkan semua terasa mepet dengan anggota 25 orang panitia pelaksana.

Belajar dari evaluasi hari pertama, maka pada hari kedua semua lancar dan tak mengalami keterlambatan lagi.

Mungkin ini adalah pembelajaran bagi kita semua untuk tidak meremehkan hal sepele seperti perjalanan sebuah surat dispensasi yang di atas. Belajarlah dari pengalaman, karena pengalaman adalah guru yang baik. Hari ini gagal, besok pasti berhasil.(arif)

Betapa pentingnya waktu?

Arti waktu 10 tahun, tanyalah petani yang menanam pohon jati.
Arti waktu 1 tahun, tanyalah pelajar yang tidak naik kelas.
Arti waktu 1 bulan, tanyalah seorang ibu yang melahirkan bayi prematur.
Arti waktu 1 minggu, tanyalah redaksi dan editor dari majalah mingguan.
Arti waktu 1 hari, tanyalah mereka yang akan menikah.
Arti waktu 1 jam, tanyalah seorang Romeo yang menunggu kedatangan Juliet.
Arti waktu 1 menit, tanyalah mereka yang ketinggalan kereta api/pesawat.
Arti waktu 1 detik, tanyalah orang yang selamat dari kecelakaan maut.
Arti waktu 0,1 detik, tanyalah atlet yang kalah dalam lomba lari 100 meter.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s