KEMUNCULAN UKM BAHASA, APAKAH MUNGKIN ?


Setelah pada bulan Maret tim debate polinema berhasil untuk yang ke 7 kalinya menggondol juara 1 pada turnamen debat bahasa inggris antar politeknik se Indonesia, kali ini tim polinema pun kembali berjaya di kancah turnamen debate antar universitas regional jatim yang selalu diadakan tiap tahun oleh pihak DIKTI.  Tidak tanggung-tanggung, tim polinema berhasil menjadi juara 1 setelah mengalahkan universitas yang biasanya menjadi langganan juara seperti Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malang, atau Universitas Airlangga. Dan sekarang tentunya polinema akan bersiap untuk maju ke tingkat nasional dalam kegiatan yang  sama yaitu NUEDC (National University English Debating Competition) yang kira-kira akan diadakan pada pertengahan Bulan Juli.

Menurut cerita dari salah satu anggota tim yaitu Asdin Herzegovina atau biasa dipanggil Vina, lomba kali ini memiliki banyak suka dan duka. Suka nya yaitu ketika bertemu banyak teman-teman baru, menambah ilmu yang tidak hanya bahasa inggris tetapi termasuk ilmu sosial ataupun berita-berita internasional yang jarang diketahui oleh umum. Duka nya ketika mengikuti kompetisi kali ini, pada hari pertama lombanya berakhir pada jam 12 malam karena keterlambatan panitia lomba.

Acara yang diadakan pada tanggal 18-19 Mei 2011 dan yang memang gratis karena didanai oleh DIKTI ini memang menjadi salah satu tempat pembuktian bagi universitas-universitas untuk unjuk kemampuan dalam hal debat bahasa inggris. Tidak mudah tentunya bagi tim polinema ketika mengikuti kompetisi ini. Mereka harus menghadapi universitas seperti UNESA (Universitas Negeri Surabaya), UM (Universitas Negeri malang), UWIKA (Universitas Widya Karya), STIKOM (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi), dan UNMUH Gresik (Universitas Muhammadiyah Gresik). Tapi tim yang di anggotai M. Haris Muhtadi (Tingkat 3 Prodi Akuntansi Manajemen) dan Asdin Herzegovina (Tingkat 1 Prodi Teknik Kimia) berhasil juga menjadi yang terbaik.

Baru-baru ini juga beredar kabar yang santer terdengar tentang akan didirikannya UKM Bahasa. Ketika ditanya tentang hal ini, Vina pun menjawab,

”sebenarnya kami ingin UKM Bahasa bisa berdiri agar latihan-latihan yang diadakan dan tentunya memang tidak gratis karena mengundang tentor dari luar tetap bisa dilaksanakan dengan rutin. Karena kami sempat juga urunan untuk membayar coach agar tetap bisa latihan, tapi kami juga sadar karena memang ada mekanisme yang cukup rumit dalam hal pendirian suatu UKM.”

Kenyataan memang menunjukkan bahwa Tim debate polinema telah 7 kali berturut-turut memenangkan juara 1 pada kompetisi setara nasional. Bahkan Polinema telah dikenal oleh seluruh politeknik se Indonesia karena keberhasilannya. Point penting inilah yang menjadi tolak ukur kita untuk memberikan apresiasi dukungan kepada tim debat polinema, sehingga pada kedepannya prestasi akan semakin banyak bisa diberikan untuk kampus kita tercinta.

Dukungan yang seharusnya diberikan oleh pihak Lembaga Tinggi seperti BEM atau DPM pun tentunya sangat diperlukan. Mungkin dengan membicarakan usulan pendirian UKM Bahasa kepada Pudir 3 dan juga warga sekber sehingga UKM Bahasa bisa ikut melengkapi keberagaman UKM di Polinema.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s