“Tahukah kamu, bahwa AYAH…….?”


TheFatherAndSon

Ayah adalah sosok yang mampu menjadi tuntunan dalam hidup seorang anak. Keberadaan sebuah keluarga terasa tak lengkap tanpa kehadiran seorang ayah. Mungkin bagi wanita ( anak perempuan) yang kini telah tumbuh menjadi gadis dewasa, peran ayah tidak terlalu mengena. Karena anak wanita cenderung lebih merindukan seorang ibu.

Jelas, karena ibu rela tak memakai selimut saat cuaca dingin menyerang demi kamu.

Jelas, karena ibu sering menelepon kala kamu berada jauh darinya

Jelas, karena ibu tag pernah lelah memberikan kasih sayang nya pada kamu.

Lalu, bagaimana dengan ayah ?

Apakah perlakuan ayah tak sama dengan perlakuan ibu terhadap anaknya ?

Tentu saja sama. Namun ayah cenderung mengungkapkan rasa sayang itu dengan hal-hal yang justru membuat kamu merasa tertekan.

Mungkin ketika kamu kecil, ibulah yang sering mengajak kamu bermain. Tapi tahukah kamu, bahwa setelah pulang dari tugasnya mencari nafkah dan dengan wajah lelah, ayah tak pernah lupa menanyakan tentang kabarmu dan apa yang kamu lakukan seharian pada ibu ?

Pada saat dirimu masih seorang anak ingusan, ayah biasa mengajarimu berjalan. Dan setelah ayah menganggapmu bisa, ayah akan melepasakan tangannya dari pergelangan tangan kecilmu. Kemudian ibu berteriak dan berkata :”Jangan dulu yah!!! Jangan dibiarkan jalan sendiri dulu”, ibu takut putri kecilnya jatuh dan terluka. Tapi saat itu, sadarkah kamu ? bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menjagamu berjalan sendiri sedikit demi sedikit karena ayah tau kalau putri kecilnya MAMPU melakukan itu.

Ketika kamu menangis meminta barbie yang cantik, ibu menatapmu iba. Tapi ayah akan berkata :”Boleh, tapi tidak hari ini”. Saat itu, tahukah kamu jika ayah melakukan itu karena ayah tidak mau putri kecilnya kelak tumbuh jadi anak manja yang setiap keinginannya harus dipenuhi secara langsung ?

Saat kamu sakit, dan terus-terusan merengek minta ini-itu…ayah akan berkata dengan sedikit membentak :Sudah jangan nangis terus! Makannya jangan hujan-hujanan.” Berbeda dengan perlakuan ibu yang perhatian dan menasehati dengan lemah lembut. Ketahuilah bahwa saat itu ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu mulai tumbuh remaja, kamu mulai memberikan tuntutan pada ayah untuk keluar malam dengan teman-temanmu. Dan pada saat itu ayah akan berkata tegas :”Tidak boleh !!”. Sadarkah kamu bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu ? karena bagi ayah, kamu adalah mutiara berharga. Setelah itu kamu marah, dan masuk kamar dengan bantingan pintu yang begitu keras. Dan yang datang menghampirimu dan membujukmu agar tak marah adalah ibu. Tanpa kamu tahu bahwa saat itu ayah memejamkan mata dan menahan gejolak batinnya bahwa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi ayah HARUS menjagamu!!!

Saad seorang lelaki sering datang kerumah untuk menemuimu, ayah akan memasang wajah paling ‘dingin’ sedunia. Sesekali ayah akan menguping atau mengintip saat kamu berbincang di teras depan. Sadarkah kamu bahwa hati ayah merasa cemburu saat itu ?

Setelah lulus dari SMA, ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang dokter atau guru. Ketahuilah bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah semata-mata hanya untuk pemikiran masa depanmu nanti. Tapi akhirnya ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah.

Dan yang paling membuat ayah sedih adalah ketika kamu telah menjadi gadis dewasa. Kamu harus pergi jauh meninggalkan ayah untuk memenuhi cita-citamu. Ayah harus melepasmu di stasiun. Tahukah kamu bahwa saat itu tubuh ayah terasa begitu kaku untuk memelukmu ?  namun ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat panjang lebar, memintamu untuk berhati-hati dalam tiap tindakanmu. Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memelukmu erat-erat. Namun yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit airmata yang menetes disudut matanya, dan menepuk pundakmu sambil berkata : “Jaga dirimu baik-baik ya nak”. Ayah lakukan itu agar kamu KUAT, kuat untuk pergi mandiri dan tumbuh menjadi dewasa.

Saat kamu butuh uang untuk biaya semester dan biaya hidupmu selama jauh dari orangtua, ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar kamu bisa merasa sama dengan teman-teman yang lain.

Ketika permintaaanmu bukan lagi sekedar barbie dan ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan, maka ayah akan berkata :”tidak !!!!”

Padahal dalam batin ayah, ia sangat ingin mengatakan :”ia nak, ayah akan belikan untukmu”.

“Tahukah kamu bahwa pada saat itu ayah merasa gagal membuatmu tersenyum ?”

Saat kamu wisuda dengan gelar diploma, ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu, walau pada saat itu kamu belum sempat menjadi yang terbaik. Namun ayah akan tetap tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecil kesayangannya tumbuh dewasa dan berhasil menjadi seorang yang sukses”. Hingga tiba saatnya seorang teman lelakimu datang kerumah dan meminta ijin untuk mengambilmu dari tangan ayah, ayah akan sangat berhati-hati memberikan ijin itu. Karena ayah paham bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Hingga pada akhirnya, ketika ayah melihatmu duduk di pelaminan bersama seorang lelaki yang dianggapnya pantas menggantikan posisinya, ayah pun tersenyum bahagia. Apa kamu tahu, di hari yang bahagia itu ayah pergi kebelakang gedung sebentar dan menangis ? ayah menangis bahagia dan berdoa :”Tuhan..tugasku telah selesai dengan baik, putri kecilku yang manis dan sangat kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah dia bersama suaminya.”

Setelah itu, ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang mulai memutih, dan badan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya, ayah telah meampungkan tugasya.

Ayah kita adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat, bahkan ketika dia tidak kuat untuk TIDAK menangis. Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan ayah adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa KAMU BISA dalam segala hal….itulah ‘AYAH’.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s