Trisakti Tragedy


“…Sumpah…diri ini takkan diam, tubuh ini tak akan lelah, dan semangat-semangat perjuangan ini tak akan padam,,,sebelum kasus tuntas dan keadilan berdiri tegak…”

Kali ini menginjak tahun yang ke 13, dan 13 tahun sudah negara ini tidak bisa menjawab akan pembuktian kemerdekaannya. Dengan sangat nyata hal ini terjadi karena sampai saat ini negara ini tidak bisa menjamin kemerdekaan masyarakatnya, karena hingga detik ini negara belum bisa menjamin akan adanya pengakuan akan penegakan Hak Asasi Manusia. Lebih dari satu dasawarsa tragedi penembakkan empat mahasiswa Trisakti terjadi.

Peristiwa perenggutan paksa atas empat nyawa (Alm. Elang mulia lesmana, Alm. Hafidhin royan, Alm. Hendriawan sie, Alm. Heri Hartanto) yang saat itu sedang meneriakkan tuntutan perubahan terhadap negara. Sebuah peristiwa yang merupakkan bagian dari tonggak sejarah perubahan di negara ini 13 tahun silam yang hingga saat ini terus menyisakan luka yang berbekas teramat dalam, kasus ini dengan sangat pasti belum tuntas karena sampai saat ini tidak ada hukum yang pasti di negara ini atas pelanggaran HAM dan jaminan HAM itu sendiri bagi tiap warga negaranya dengan tidak adanya upaya pengusutan serta penyelesaian yang jelas terhadap tragedi 12 Mei ’98 Trisakti, soehingga bukan tidak mungkin akan ada empat nyawa bahkan ribuan lainnya yang mengalami hal yang sama.

Kenyataan bahwa Tragedi 12 Mei ’98 Trisakti perlahan sirna seiring dengan waktu dan kelit politik para elit. Berbagai macam argumen dilontarkan, hingga saat ini kasus tersebut dinyatakan hanya pelanggaran HAM ringan (setingkat dengan pembunuhan biasa) dan bukan pelanggaran HAM berat. Hal ini sangat bertentangan dengan beberapa bukti serta saksi yang menguatkan bahwa kasus ini adalah pelanggaran HAM berat yang merupakan pelanggaran yang mengandung unsur genocide (pemusnahan secara teratur pada suatu bangsa) dan kejahatan terhadap kemanusiaan,

“kejahatan yang dimaksud adalah pembunuhan secara sistematis dan meluas.”

Jelas adanya suatu pengingkaran akan keadilan yang terjadi di negara ini, adanya suatu pembodohan negara terhadap masyarakatnya dengan alasan apapun yang tidak bisa dibenarkan, dan bukan saatnya lagi diam dan mati tertindas ketidak-adilan hingga bisa saja anak, saudara atau kerabat kita menjadi nyawa-nyawa yang hilang berikutnya.

Penegakan HAM adalah harga mati bagi sebuah negara merdeka begitu juga penuntasan kasus ini, dan para pelanggar HAM yang mengatasnamakan negara harus dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa terkecuali.

by : Irwan Nu’man Hadi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s