Symposium Nasional Pendidikan Vokasi


Bersamaan dengan acara pembukaan Pameran Pendidikan Teknologi dan Industri yang dilaksanakan pada hari ini, tanggal 23 April 2011, acara Symposium Nasional Pendidikan Vokasi dengan tema Revitalisasi Pendidikan Vokasi-Politeknik dan Peran Industri Untuk Menigkatkan Kemammpuan Teknologi dan Daya Saing Bangsa juga berlangsung. Bertempat di Aula Pertamina, acara ini dihadiri oleh Direktur Politeknik Negeri Malang, Wakil Menteri Pendidikan Nasional RI, dan General Manager Pertamina sebagai pembicara. Hingga pada akhirnya acara pembukaan Pameran Pendidikan Teknologi Industri resmi dibuka.

Acara Symposium ini diselenggarakan setelah pemotongan pita dan berkunjung ke area pameran. Tepat pukul 09.50 WIB, acara Symposium Nasional Pendidikan Vokasi diselenggarakan. Bapak Tundung Subali Patma sebagai pembicara pertama menyampaikan tentang pendidikan vokasi yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi dalam dunia kerja.

“ Lulusan Polinema pada tahun 2010, 60% mendapatkan pekerjaan sebelum diwisuda,” ujar beliau.

Tidak hanya itu, Bapak Tundung juga mengungkapkan akan membangun Student Center yang dimaksudkan sebagai showroom penjualan hasil karya mahasiswa Polinema. Sehingga mahasiswa Politeknik tidak perlu susah-susah untuk menjualkan produk-produk hasil karyanya.

Senada dengan sambutan yang diungkapkan oleh Dr. Fasli Jalal, Phd. Beliau mengungkapkan harapannya untuk dunia Pendidikan. “Harapannya dunia pendidikan lebih maju sehingga kita bisa menyediakan lulusan berkualitas bukan pekerja yang terdidik tapi tidak terlatih,” kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional RI ini. Beliau mengungkapkan hal tersebut dengan tujuan agar dunia pendidikan mampu membawa Indonesia sebagai 12 negara terpenting di dunia pada tahun 2025 dan 8 besar pada tahun 2045. Sementara ini Indonesia merupakan salah satu dari 20 negara terpenting di dunia.

Dalam pembicaraan yang dilaksanakan di Aula Pertamina, beliau juga menambahkan bahwa pihak perguruan tinggi harus meningkatkan infrastruktur dan metode pendidikan yang diterapkan agar menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap kerja. Hal ini tidak lepas dari kenyataan bahwa politeknik (seluruh Indonesia, red) menghasilkan lulusan sebanyak kurang lebih 5000 orang.

Menurut Bapak Jaelani yang merupakan General Manager Pertamina mengungkapkan harapannya pada Politeknik. “Saya mengharapkan agar Politeknik bisa mengembangkan mesin-mesin ramah lingkungan dan hemat BBM. Hal itu dikarenakan konsumsi bahan bakar saat ini sudah melebihi kuota,” ungkap beliau yang memiliki semboyan ayo kuliah di Politeknik.

Pihak pertamina sendiri berencana mengatasinya dengan cara menghilangkan BBM bersubsidi dan menggantinya dengan BBM non subsidi. Pada tahun ini impor BBM lebih dari 52% untuk konsumsi dalam negeri. Pihak pertamina juga sudah menggunakan energi gas dan elpiji pada mesin-mesin otomatis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s