Jalan Sehat Dies Natalies Polinema ke-29


This slideshow requires JavaScript.


Dalam rangka memperingati Dies Natalies Polinema yang ke-29 Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengadakan serangkaian kegiatan. Salah satunya Jalan Sehat yang diadakan pada tanggal 27 Maret 2011. Jalan sehat yang diikuti oleh segenap warga Polinema khususnya tampak sangat meriah. Hal ini terlihat dari antusiasme seluruh peserta dalam pelaksanaannya. Jalan sehat ini diawali dengan sambutan Direktur Polinema, Bapak Ir. Tundung Subali Patma,M.T. dan juga dengan diiringi Tarian khas Jawa Timur, Reog Ponorogo.

Mulai dini hari panggung yang berada di depan Gedung Pusat sudah dipenuhi oleh para peserta jalan sehat. Tua muda maupun Dosen Mahasiswa membaur menjadi satu kesatuan warga Polinema. Tampak sekali wajah antusias dari mereka untuk mengikuti kegiatan jalan sehat ini. Dan tepat pada pukul 06.30 WIB para peserta dilepas oleh Direktur Polinema. Dan dengan ini dimulailah jalan sehat yang mengambil jalur lintas Jl. Soekarno Hatta – RRI – Belakang Polinema. Memang, dilihat dari jalur lintasnya tidak terlalu jauh namun tak sedikit para peserta yang tampak kelelahan. Namun, hal tersebut tidak menjadi kendala yang berarti. Hal ini dikarenakan semangat kebersamaan yang didapat menjadi pemicu disamping obsesi untuk mendapat hadiah yang menggiurkan. Tak kurang 3 buah sepeda motor dan 4 buah sepeda serta berbagai macam DoorPrize yang lain telah disiapkan oleh panitia menjadi pemicu semangat tersendiri bagi para peserta.

Tak hanya diikuti oleh para dosen Polinema saja, banyak diantara beliau yang mengajak anak istri maupun keluarganya untuk turut serta pada jalan sehat kali ini. Bahkan terlihat beberapa dosen yang menggendong anaknya yang masih bayi saat jalan sehat ini. Memang jalan sehat kali ini menjadi momen yang berarti bagi warga Polinema khususnya. Terlebih bagi para mahasiswa perwakilan UKM/HMJ yang mengikutinya. Karena dalam jalan sehat kali ini tidak ada batasan yang biasa terjadi saat perkuliahan dengan para dosen di Polinema. Mereka dengan asyiknya mengobrol dan bercengkrama dengan bapak/ibu dosen, hal yang jarang terlihat saat waktu kuliah. Bahkan sesekali ada dari mahasiswa yang berfoto dengan para dosen Polinema.

Akhirnya pada acara puncak yang ditunggu-tunggu oleh para peserta yakni pengundian hadiah. Puluhan doorprize dan beberapa hadiah utama bak menjadi idola di mata para peserta. Panas yang terik mereka hadapi, waktu yang berjalan lama seolah tak berarti. Hanya satu hal yang pasti, hadiah. Mungkin itu yang terngiang di pikiran para peserta ini. Satu persatu nomor yang berada pada potongan tiket yang telah diterima oleh panitia dibacakan di atas panggung. Sambil berharap-harap cemas para peserta menunggu dan berharap semoga itu adalah nomor yang cocok dengan potongan tiket yang berada di tangan. Berbagai ekspresi juga tampak saat nomor yang dibacakan ternyata tidak sesuai dengan kepunyaannya. Dan seorang mahasiswi Kimia menjadi sosok antagonist yang secara tidak disadarinya mendapatkan undian hadiah utama sebuah sepeda motor matic persembahan dari Bank BTN. Senyum selebar-lebarnya keluar dari wajahnya, namun sebaliknya pada peserta yang lain. Perasaan kecewa timbul karena tidak mendapat hadiah utama, namun hal tersebut tak menyurutkan kebersamaan yang timbul pada alan sehat tersebut.

Bersamaan dengan diadakannya jalan sehat berlangsung pula acara bakti sosial yang juga dalam rangka Dies Natalies Polinema ke-29. Donor darah, sunat massal, serta pengobatan gratis menjadi serangkaian acara dalam bakti sosial tersebut. Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia, Polinema mengadakan Donor Darah yang juga dengan disertai tes darah gratis. Dalam kegiatan ini tampak sebagian donor yang berasal dari para dosen maupun mahasiswa sangat antusias. Salah seorang donor yang mengungkapkan bahwa dia sangat senang mengikuti kegiatan donor karena dapat menyumbangkan darahnya untuk orang lain. Dan hal yang sama tampak pada pengobatan “Totok” gratis ini. Tak hanya orang tua bahkan tampak sebagian mahasiswa mencoba pengobatan totok yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit ini. Berbeda dengan para peserta sunat massal, dimana sebagian peserta yang merupakan anak-anak merasa sangat was-was dan cemas. Anak-anak tersebut merupakan sebagian dari keluarga yang kurang beruntung yang mendapat kesempatan untuk mendapatkan sunat gratis. Banyak anak yang disunat oleh Dokter Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya yang dibantu oleh UKM Lembaga Kesehatan Mahasiswa (Lakesma) FK-UB dan UKM Bhakti Karya Mahasiswa ini menangis menahan sakit. Bahkan tidak sedikit yang menjerit-jerit dengan histeris. Namun setelahnya mereka tampak kembali ceria setelah proses sunatan massal tersebut selesai.
Dan rangkaian acara tersebut merupakan acara puncak pembuka sebelum diadakannya Pameran Pendidikan Teknologi Industri pada akhir bulan april ini yang merupakan Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan yang diadakan dalam rangka menyambut Dies Natalies Polinema ke-29.

HAPPY DIES NATALIES POLINEMA KE-28!!! Semoga selalu jaya dan menjadi perguruan tinggi yang kompeten dan berprestasi!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s