Kmpulan Puisi Sabrina


LIKA LIKU LUKA

 

Perlahan mengalir, tetesan tak bersalah

Merusak tatanan indah kemuliaan

Luluhkan keindahan naluriah yang manis

Saat yang diharap mengharap yang lain

 

Luka berjalan, menyusuri lorong yang abstrak

Melewati sudut yang tak terjamah sembarang indera

Dan berhenti, menetap meninggalkan goresan

Luka tahu, dirinya bersalah pada yang menetes

 

Luka pun menangis, sesalnya telah tercipta

Karena mereka yang tak tahu, betapa luka membenci

Mereka yang menghadirkannya pada yang lain

Luka ingin pergi, tetapi yang menetes tak ingin berhenti mengingat luka..

 

ILALANG

Ilalang, indah yang terabaikan

Rerumputan, damai yang terinjak

Tak tergubris lalu lalang

Tak terlihat oleh yang mengenal

 

Hanya embun yang mengerti

Mendengar semua bisikannya

Melihat mereka yang sesungguhnya

Hingga surya menarik embun kembali

 

Setelah embun pergi, ilalang tetaplah terabai

Rumput tetaplah terinjak

Sesekali terpetik, untuk kesenangan yang tersenyum

Lalu terabai lagi..

 

Entah sampai kapan, mereka pun tak tahu

Ketika mereka tanya mengapa, tak ada yang peduli

Air mata penyesalan, terjatuh untuk kesekian kali

Pada siapa harus dipersalahkan

Kenyataan yang tak bisa disanggah

Ilalang hanya ilalang, takkan pernah menjadi mawar

Rumput hanya rumput, tak akan sekokoh cemara

Takkan pernah agung, takkan jadi pujaan..

 

 

DARI DURI

Seutas mimpi terlalu sulit untuk duri

Yang tercampakkan untuk agungkan mahkota

Hingga mahkota bahagia terjamah bersama tangkai dan daun

Duri tertatih..

 

Duri setia, demi mahkota yang dipujanya

Duri hadir tanpa diminta, melindungi mahkotanya

Menghalau apapun yang ingin menyentuh keindahannya

Duri hanya ingin mahkota baik-baik saja..

 

Ketika mereka terpilih, duri menangis

Takdirnya hanya sampai di waktu ini

Habis sudah masanya untuk mahkota

Duri terjatuh tak berdaya..

 

Duri menangis dalam kehampaan

Menyesali cipta raganya

Berharap yang lain akan menjaga mahkotanya

Setia sepertinya

Hingga masa habis untuknya..

 

 

BINTANG

Terbatas sudah, pun tak pernah bebas

Bukan salahmu yang pergi, bukan salahnya yang perasa

Salahku yang bermimpi, mimpi yang tak bermuara

Sulit untuk melepas yang terajut dengan sendirinya

Sekalipun raga yang terfikir tak pernah menyadari

Terbatas sudah, tak perlu penyesalan

Salahku tak kunjung meraih sang raga

Jarak tak pernah mengizinkan, meskipun waktu bersamaku

Hingga sang raga terenggut oleh sang hati itu

Dan berkata mereka adalah takdir

 

Tapi mengapa bintang itu selalu ada

Hiasan langit yang merona tak pernah meninggalkanku

Malam adalah segalanya, ia begitu sempurna

Mencoba bertatapan, mencari bintang yang setia

Apakah sang raga menatapmu?

Bintang, apakah ia juga menjaga cahayamu?

 

by : Masyitha Nurshabrina

Advertisements

One response to “Kmpulan Puisi Sabrina

  1. Lanjutkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s