Sipelot = Sip A Lot!


Keindahan pantai di Indonesia tidak dapat dipungkiri, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan perairan. Di Malang sendiri kita mengetahui ada beberapa pantai, seperti Balekambang, Sendang Biru, dan Ngliyep. Bagaimana dengan pantai Sipelot? Pernahkah anda mendengar nama pantai tersebut? Jika belum, kami akan berbagi sedikit cerita tentang ekspedisi kami mencapai pantai tersembunyi ini.

Tepatnya hari Selasa, tanggal 7 Desember 2010 kemarin, kami ber-9 menuju kesana. Sekitar pukul 10.00 kami berangkat dengan mengendarai motor. Perjalanan yang ditempuh untuk mencapai pantai ini cukup jauh, kurang lebih sekitar tiga setengah jam. Melewati wilayah Bululawang, Turen, Dampit, dan memasuki Tirtoyudo. Perjalanan dari desa Tirtoyudo menuju pantai mulai terasa jauh, sekitar dua jam. Desa ini jauh dari kota, di sepanjang jalannya yang naik-turun itu kami hanya melihat pepohonan rindang. Listrik pun masih sering mengalami pemadaman karena daerah ini cukup sulit untuk dijangkau. Sekitar pukul 12.30 kami sampai di pantai Sipelot.

Rasa lelah kami tertebus oleh pemandangan indah pantai ini, di sisi kanan kirinya terlihat hutan kehijauan yang menjulang tinggi. Pantainya pun masih bersih dan jernih. Obyek wisata ini sepertinya kurang dilirik dan diketahui karena medannya yang cukup jauh dan sulit. Nyatanya disini sangat sepi, hanya terlihat beberapa orang yang menikmati keindahan pantai ini. Ombaknya yang bergelombang indah membujuk kami untuk mendekat dan bermain dengannya. Rasa penat karena aktivitas sehari-hari seperti turut terseret ombak.

Disini juga terdapat warung-warung yang kecil yang sekedar menjual minuman atau makanan ringan. Mungkin karena pantai ini masih sepi sehingga belum banyak orang yang mencoba mencari rezeki disini. Retribusi untuk masuk ke pantai ini pun tidak ada. It’s free. Dan jangan khawatir kalau ingin mandi dan berganti baju, karena disediakan mushola kecil dan kamar mandi disini.

Hari semakin sore, sekitar pukul 17.00 kami menyudahi kegiatan ini. Perjalanan pulang dirasa lebih jauh. Desa Tirtoyudo di malam hari juga sangat gelap karena ada pemadaman listrik. Belum lagi hujan yang mengguyur deras menyebabkan jalanan licin, sehingga kami harus lebih berhati-hati. Kami sampai kembali di Malang pukul 21.00, memang sedikit molor dari perkiraan. Meskipun lelah, setidaknya setimpal dengan keindahan pantai Sipelot yang kami saksikan.

 

by : Masyitha Nur Shabrina

Advertisements

One response to “Sipelot = Sip A Lot!

  1. Pingback: Pantai di Malang Yang ‘Wajib’ Dikunjungi | rahmadiagung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s